badge

Howdy Fellow Travelers !

Berkunjung ke Jakarta Aquarium


Sekitar 2 minggu yang lalu kita pergi ke Jakarta Aquarium, kebetulan lagi ada sepupu saya si Oscar juga yang lagi nginep di rumah nyokap jadi kita ajak dia juga, soalnya saya inget waktu dia masih kecil itu dia suka gambar-gambar hewan gitu. Kalau Pak Suami sih emang hobi ke kebon binatang, akuarium, peternakan dan tempat-tempat fauna berkumpul lainnya (belom nyoba ke hutan Amazon sih, tapi saya yakin dia mah hepi-hepi aja). Pak Suami juga udah kepengen banget ke Jakarta Aquarium ini sejak papan iklan si Groupy nongol di depan Pondok Indah Mall, sementara saya dengan segenap hati bilang; Nooooo....hahahahhaa. But yet, here we were.
Depan kolam ikan Pari

Jakarta Aquarium ini baru buka awal tahun 2017 ini dan berlokasi di Neo Soho Mall, sungguh suatu mall di ujung Jakarta yang baru pertama kali ini kita kunjungi juga. Sebagai millenial wannabe (baca: Gen X in denial), tentunya saya memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk beli tiket masuk Jakarta Aquarium ini dong. Apa itu antre-antre di lokesyen...sungguh tidak jaman lagi deh. Jadi saya memanfaatkan pembelian tiket Jakarta Aquarium ini di Tokopedia ..sungguh pilihan yang tepat karena pas banget dapet diskon untuk 3 orang yang seharusnya tiket Regular itu total Rp 525.000 jadi cuma bayar Rp 479.000 sajah...yeay. Promo diskonnya ada juga untuk 1 orang, 2 orang dan 5 orang. Begitu juga untuk tiket Premiumnya.

Bedanya tiket Regular dan Premium adalah, kalau Regular ngga bisa buat nonton Studio 5D -nya aja sih, yang mana buat saya ga terlalu tertarik juga. Saya beli malam sebelum besok paginya kesana, jadi praktis banget, besok paginya begitu sampai di Jakarta Aquarium, cukup tunjukin print-out pembelian di meja kasir langsung ditukar dengan tiket aslinya. Ngga pake antre-antrean..lancar jaya cing!.
Beli tiketnya di Tokopedia

Selain tiket, kita diberikan juga buklet buat dibaca-baca, dari situlah saya jadi tau kalau Jakarta Aquarium ini merupakan indoor aquarium terbesar (walaupun pada kenyataannya kayaknya ngga sebesar SeaWorld sih) di Indonesia yang termasuk dalam management Taman Safari Indonesia...pantesan rapi, bersih, wangi. Beda sih emang apa-apa yang dikelola swasta kenapa lebih terawat ya, saya jadi inget SeaWorld Ancol yang suka bau dan jorok. Berlokasi di lantai LG dan LGM Neo Soho Mall, Jakarta Aquarium ini juga bersebelahan dengan Restaurant Pingoo yang mana berada dalam satu management juga, di restaurant itu kita bisa makan bersebelahan dengan kandang Penguin, nanti reviewnya saya tulis terpisah (kalau ngga males, hehehe...). 

Oiya, seperti biasa kalau masuk tempat-tempat begini, Sebelum masuk, kita sempat berfoto di depan blue screen yang nantinya diedit dengan template Jakarta Aquarium lalu hasil foto tersebut dicetak dan kita bisa bisa membelinya untuk dibawa pulang. Tadinya saya pikir yah semahal-mahalnya Rp 150 ribu deh, boleh juga beli untuk kenang-kenangan, eh ngga taunya harganya itu Rp 350 ribu!!!, watdefak!...mahal banget bok!..syok tante...bhay, sorry ajeh mosok harga tiket masuknya lebih mureh daripada harga fotonya?!...kebangetan sih. Terus kita pikir ngga ada banyak dong yang beli....ternyata banyaaaak sodara-sodaraaaa...gila yah orang Jakarta tajir-tajir ternyataaa...kalau gueh duit Rp 350 reban sih sayang bener bakal beli foto editan cupuk gituu...heloo. 
Rak pejeng foto mahal
Oke lepas dari overpriced photo tadi, sesuungguhnya Jakarta Aquarium ini memang ciamik, ada meja multimedia yang mana kita bisa melihat khasnya fauna di Indonesia seperti apa, kemudian ragam hewan laut dan air tawar yang ada juga cukup banyak, ada linsang, berang-berang, ubur-ubur, ikan segala jenis tentunya, segala macem jenis molusca (bahkan ada Nautilus segala). konon klaimnya ada sekitar 600 jenis satwa yang berada di Jakarta Aquarium ini, entahlah, saya mah ngga ngitungin juga kali.
informasi layar sentuh
Pak Suami hepi banget macam bocah disini, mundar mandir sana - sini. Ada beberapa area yang bisa menjadi highlight kunjungan disini;
Otter Tunnel (kita bisa masuk dan berada di tengah-tengah kandang linsang).
Touch and Find Zone (kolam sentuh makluk-makluk air laut seperti bintang laut, teripang dan lainnya...jangan lupa cuci tangan sebelum dana sesudahnya ya).
Main Tank (akuarium super besar yang mana kita bisa menyaksikan para ikan dikasih makan juga disini - ada beberapa waktu tertentu untuk menyaksikan ini).
Atraksi Pearl of The Sea (yang mana saya sayangnya ngga nonton).
Teater 5D -nya yang cuma bisa dimasuki jika kita beli tiket Premium.

Berhubung memang Jakarta Aquarium ini ditujukan untuk tempat wisata keluarga maka demi kenyaman pengunjung, fasilitas pendukungnya juga lumayan lengkap, seperti loker, akses masuk untuk kursi roda, toilet dan kamar mandi, ruang ganti bayi, wifi, toko cinderamata dan restoran (Pingoo).

rame-rame nonton Feeding Time
Teater 5D
Yang kiri itu tanki ikan Piranha
Experiencing the touch pool
Area touch and feel/touch pool
Kita menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk berkeliling di dalam, belum termasuk sebenarnya kalau mau nonton atraksi-atraksi seperti ngasi makan atau Pearl of The Sea atau masuk ke Teater 5D-nya. Kalau ingin maksimal sih kudu liat ada jadwal atraksi-atraksi yang tidak boleh dilewatkan, silakan lihat di websitenya dan catat jadwalnya. Sebenarnya saya kurang merasa maksimal itu juga, berhubung udah masuk waktu sholat Dzuhur jadilah kita keluar karena di dalam sini sayangnya ngga ada mushola.

Mungkin bisa ditonton video ala-ala kita selama di Jakarta Aquarium, maap formatnya vertikal secara lagi doyanannya InstaStory, hehehehe... (PS: maaf cover videonya kok horor gini foto selfie gw aja gituh, wakakaka...ga tau gimana cara ngeditnya..)



Secara keseluruhan kita rekomen banget untuk berkunjung ke Jakarta Aquarium ini, apalagi keluarga muda yang punya bocah-bocah cilik, saya aja kepengen ngajakin ponakan-ponakan yang di Jogja kalau pada ke Jakarta lagi untuk main ke Jakarta Aquarium lagi, semoga aja masih ada promo diskon Tokopedia untuk beli tiket masuk Jakarta Aquarium.
area main tank yang super gede
Foto-foto tolol di dalam
Muka-muka yang abis piknik ke Jakarta Aquarium
Jakarta Aquarium
Neo SOHO Mall
Lantai LG 101 - LGM 101
Jl. Letjen S. Parman Kav. 28. Jakarta Barat, 11470
Phone: 1-500-212 (Call on 09.00 am until 05.30 pm)
E. info@jakarta-aquarium.com

Jam Buka: 10.00 - 20.00 
Harga Tiket sama hari biasa dengan akhir pekan:
Regular (hanya Aquarium) : Rp 175.000, Premium (Aquarium dan Teater 5D): Rp 225.000
Anak-anak di bawah umur 2 tahun gratis.



Read more »

Mengunjungi Pasar Malam CHamorro Village


Menyambung cerita awal tentang liburan kami ke Guam, kali ini saya mau ceritain pengalaman kita di hari pertama kita di Guam ini. Kami diantar ke hotel dengan taksi bandara ($25) yang cukup mahal mengingat jaraknya deket banget. Kita rencananya mau sewa mobil selama di Guam ini berhubung transportasi umumnya cuma ada bus dan taksi, kalo baca-baca di internet itu busnya cuma keliling di area perkotaan aja, sementara kita rencananya mau keliling pulau Guam ini jadi agak repot kalau ngga sewa mobil. 

Cuma karena kita mendarat di Guam udah jam 3 sore jadi agak rugi mau ambil sewaan mobil dari Bandara. Sementara saya cek dan baca-baca juga di internet kalo di Guam ini belum ada Uber, tapi ada layanan aplikasi Stroll Guam yang prinsipnya kayak Uber juga, saya udah coba unduh aplikasinya dan daftar jadi penggunanya tapi kok beberapa kali di bandara saya coba login itu aplikasinya ngga ada respon, saya sampe cari FB pagenya dan message admin-nya, saking ngga jelasnya itu aplikasi. Akhirnya ya itu tadi, daripada gaje di bandara, jadilah kita naik taksi bandara yang mehong tadi itu...ya udahlah mau gimana lagi.

Tumpangan kita dari Bandara Guam ke Hotel
Hotel kami terletak di area Tumon, semacam pusat kota tempat banyak hotel-hotel, pusat perbelanjaan dan resto gitu deh. Sewaktu baru dateng, di Lobby hotel saya lihat ada konter tour yang menawarkan untuk antar jemput ke Chamorro Village Night Market, biayanya $10 per orang, dan kita diskusi karena pasar malam itu cuma ada di hari Rabu aja dan kita pun pasti butuh makan malam, sementara kita belum tau banget sarana transportasi kesana-kemari gimana malam itu, jadi lah sehabis check-in, sholat dan mandi, kita pun langsung turun lagi untuk ikutan ke CHamorro Village Night Market dan untungnya mobilnya belum penuh, cuma kita dan pasangan dari Jepang yang cukup lelet dan bolak balik bikin supirnya bete nungguin mereka. 

Supir kita orang Filipina namun sudah lama tinggal di Guam, istrinya orang Jepang jadi dia pun lancar bahasa Jepang. Dia malah mengira kita orang Filipina juga karena menurut dia bahasa Inggris kita oke banget (sialan, menghina banget, dikira orang Indonesia kaga bisa bahasa Enggres apah).Eniwei si Bpk Siapalah-ini-gw-lupa-namanya, cerita katanya nanti di pasar malam akan ada pertunjukan tari-tarian tradisional (jadi saya kebayang kayak tarian Hula-hula ala Polynesian gitu kan ya), terus banyak kios-kios makanan dan suvenir, cuma kadang harganya suka mahal karena banyak turis. Cepet banget kok dari hotel kita di Tumon ke pasar malam yang dikenal juga dengan nama Sengsong CHamorro ini yang berada di area pusat kota Hagatna (ibu kota Guam, btw) mungkin sekitar 20 menitan. 

Setelah kita di drop dan janjian dia akan jemput kita lagi di tempat kita turun itu 2 jam lagi, lalu kita pun mulai eksplor si pasar ini. Tujuan utama mau nonton tarian yang si pak supir itu bilang dulu di area panggung utama. Kebetulan udah mulai di jam 7.30 malam itu dan udah rame yang mengelilingi panggungnya, saya pun cuma kebagian area di depan sebelah kiri panggung. Tapi lumayan jelas deh buat motretin dan videoin.

Ini video tarian di CHamorro Village Night Market


Mungkin saya yang berharap terlalu banyak aja ya, begitu tari-tariannya dimulai kok saya agak kecewa ya, karena tariannya tuh ngga tradisional gitu tapi lebih ke modern dance aja gitu macam cheerleaders, kesel kan...hahaha pening liat abege alay-alay jejingkrakan akhirnya saya pun mundur teratur, mana si Pak Suami ngga mau ikutan nonton malah melipir sendiri, jadi saya pun jadi cukup lama cari-carian sama dia, plus dia lupa bawa hape ditinggal aja gitu di hotel tapi untungnya ketemu juga tu orang, udah bete aja kalo di pasar segitu ramenya saya harus cari-carian sama dia terus.
Kiri: Antrean booth prasmanan, Kanan: Pak Bos lagi milih menu
Pasar malamnya sendiri modelannya agak beda dari pasar-pasar malam di Asia macam di Patpong- Bangkok, Ladies market-Hong Kong, Sisangvangvong - Luang Prabang, pasar-pasar malam di Taiper dll itu lah, ini tuh modelnya lebih terorganize (dikit), plus ngga bau, kebanyakan sih stand makanan ya, segala jenis makanan lokal macam barbekyu seafood, daging sampe jagung bakar ala Guam, terus ada juga masakan prasmanan yang tinggal ambil terus bayar, atau segala jenis jus buah-buahan,macem-macem deh.
Makan di Amerikah kok masih jongkok ngemper toh yaaaa...piyee iki
Kiri: Sashimi Kelapa muda (????), Kanan: stand Lumpia dan donat Pisang

Untuk suvenir lokal juga ada toko-tokonya yang standar lah jualan macam T-Shirt, gantungan kunci, daster, tapi ngga tertarik beli abisan modelannya mirip banget sama yang dijual di Bali gitu. Yang unik ada atraksi foto naik....Kerbau!, hahaha edan..di kampung eke mah ngga usah bayar USD 3 buat foto naek kebo..wkwkwk.

Kita beli makan garlic rice dengan ikan bakar (garoupa itu gurame apa kerapu ya, pokoknya mayan gede tu ikan abis bedua, pake Kelaguen, semacam urap khas Guam gitu plus beli sate sotong bakar juga, rasanya lumayan dah cuma kurang sambel aja (tetep ya orang Indonesia banget kudu ada sambel, emang lupa bawa sih).

Kita kelilingan aja nyobain macem-macem cemilan, jus buah sampe beli mangga potong segala, mangganya enak kayak mangga Indramayu tapi lebih legit dan gede banget. Sebijinya udah dipotongin itu USD 10 (nangis..). Emang garuk aspal deh disini keluar duit kayak ngga rela gitu liat harganya tapi mau gimana lagi mosok ngga makan sih.

Ini video waktu kita pilih-pilih menu makanan kita, harap maklum lagi kegilaan Insta Story jadi semua videonya vertikal, hehehe...



Ini juga ada beberapa video kayak gimana sih CHamorro village night market itu, berhubung males ngedit jadiin 1 video jadi kepecah 2 gini videonya, hihihi, harap maklum deh namanya juga blogger pemalas (apa ini blog gw ganti aja namanya jadi Lazy Blogger yeh..)

Walking around CHamorro Village Night Market


Food Court Area in CHamorro Village Night Market
Sebagian kecil stand suvenir
Ngemil sate baby octopus
Sebelum pulang, saya sempetin mampir ke kios suvenir juga sih akhirnya, saya beli T-Shirt untuk pak Suami soalnya emang sengaja saya bawa T-shirt buat dia dikit soalnya biar beli yang khas Guam aja, hehehe, sebijinya T-Shirt harga USD 15, saya beli 2 biji eh malah dikasih bonus 1 T-Shirt lagi, lumayaaaan. Menjelang jam 20.30 kita pun balik ke lokasi tempat kita janjian untuk dijemput lagi ke hotel. Seneng juga sih baru kali ini ke Amrik liat pasar malamnya, hehehe biasanya nge-mall mulu.


CHamorro Village Night Market
151 Q Marine Drive Corps, Hagatna, Guam
Jam buka: Rabu, 18.00-21.00

Read more »

Pengalaman Liburan ke Guam Di Tengah Ancaman Bom Nuklir Korea Utara



Hafa Adai! (Guam for; "How are you?")

Setelah berabad-abad ngga pernah nulis di blog ini, this so-called blogger berupaya untuk menghidupkan lagi blog berdebu ini, semoga masih ada yang baca dan semoga masih diindex sama om google, hehehe.

Udah lewat tengah tahun 2017 baru ada segelintir gini tulisan perjalanan di blog ini, padahal lumayan pergi sana sini loh. Pertengahan Agustus kemarin memanfaatkan libur Hari Kemerdekaan RI ke-72 (hei...I know this, pat to myself in the back) saya dan pak Suami pergi halan-halan juga akhirnya, kali ini kita memanfaatkan tiket yang sudah dibeli persis 1 tahun yang lalu saat sale Cebu Pacific, per orang cuma Rp 1,5 juta pp ke Manila. Nah awalnya saya have no clue, mau ngapain lagi dah ke Manila, ini udah kesejuta kalinya ke kota ini rasanya (oke, lebay mode), jadi sampe menjelang hari-hari menuju keberangkatan pun saya masih ngga punya itinerari sama sekali mau kemana aja, sampai pada suatu hari yang cerah ceria, saya iseng buka Skyscanner (bukan iklan, sumpah mati ini emang kejadiannya gitu) gegara saya stuck di suatu acara yang sungguh membosankan (silakan ditebak acara apakah itu), dan saya mulai iseng nyari dari Manila kemanakah yang sekiranya murah dan kita belum pernah pergi. Nah dari hasil pencarian, ada beberapa opsi sih, tapi yang paling bikin saya mikir "Aha!..kesini aja!!...soalnya kita udah punya visanya dan tinggal berangkat!"... dan itu adalah ke Guam!. Guam adalah salah satu koloni Amerika, oleh karenanya untuk kesana diperlukan visa Amerika, dan karena kita berdua sudah punya, jadi ngga ada masalah untuk berangkat. Dari hasil pencarian di SkyScanner itu, ada beberapa pilihan penerbangan ke Guam, tapi yang paling murah dan secara jadwal cocok dengan jadwal tiba kita di Manila adalah naik United Airlines, biaya tiketnya sekitar Rp 3,6 juta per orang pp. Not bad kan?!.

This was our flight to Guam (UA 190)
Buat yang belum tahu Guam itu ada dimana, silakan buka peta, cari Filipina dimana, lalu geser penglihatan ke arah kanan, ke arah Samudera Pasifik, Guam itu terletak setengah perjalanan menuju Hawaii, salah satu Negara Bagian di Amerika juga. Guam merupakan pulau kecil dan US Naval Base terkenal, salah satu markas besar Amerika berada di Guam ini. Sektor pariwisata sangat menunjang perekonomian karena turis dari Jepang, Korea Selatan dan Taiwan, banyak yang berwisata ke Guam ini karena banyak paket wisata cukup murah yang ditawarkan dari negara mereka untuk ke Guam.

Walaupun penduduk yang lahir di Guam ini langsung menjadi Warga Negara Amerika, namun penduduk dengan domisili asli Guam tidak diperkenankan untuk ikut serta dalam memilih Presidennya, agak aneh sih memang, dan untuk warga Amerika dari Negara bagian lain ingin berkunjung ke Guam, mereka tetap harus bawa paspor Amerikanya dan masuk melalui imigrasi juga. Hal ini sepertinya untuk keamanan pulau ini mengingat salah satu markas angkatan laut dan udara Amerika berada di pulau ini.

Terus ngapain dong kita milih liburan ke Guam?. Sejujurnya alesannya cuma karena;
1) Kita belum pernah kesitu dan harga tiketnya lumayan murah untuk ukuran "ke Amerika".
2) udah itu doang.
Hahahaha..cetek broh.

Terus udah nih, abis beli tiket pesawat ke Guam, baru deh saya browsing-browsing mau kemana, ternyata cukup banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi, sebagian besar adalah terkait dengan kisah sejarah Perang Dunia ke 2 (Pacific War), selain pantai yang sepertinya bagus (walaupun saya selalu pesimis kalau bandingin sama pantai - pantai di Indonesia sih pasti kalah jauh), plus ternyata di Guam ini banyak toko branded Factory Outlet yang mana kebanyakan adalah brand Amerika, seperti Nike, Sketcher, Adidas, Puma, Guess, Calvin Klein, Levi's, Tommy Hilfiger, yihaaa..mari buka PO Jastip (jasa titipan) barang-barang bermerek, pasti dong banyak temen-temen kita yang cukup hedon dan gila belanja...hahaha. Sebenernya saya agak males kalau dititipin barang sama temen, apalagi kalau mengingat bagasi Cebu Pacific yang kita beli cuma cukup 30 kg berdua.

Saya ngga bikin itinerari lengkap seperti biasanya, tapi saya cuma tulis daftar tujuan yang ingin saya kunjungi selama ke Guam, mengingat tidak terlalu banyak sementara kita akan disana 5 hari dan 4 malam, jadi saya sudah perkirakan kayaknya kebanyakan akan belanja aja. Hahahaha. Tapi saya tetep pesan hotel dari Jakarta namun saya sesalkan tidak pesan mobil sewaan dari Jakarta, karena ternyata mobil kecil yang murah meriah sudah banyak yang tersewa.

Sebelum berangkat, saya sempat mengirimkan email ke Kedubes Amerika menanyakan soal Visa Amerika saya yang berada di paspor lama dan saya belum berhijab saat itu, apakah saya harus lapor ulang atau tidak ke Kedubes. Alhamdulillah dibalas dalam waktu 1 hari kerja, bahwa saya cukup bawa aja paspor lama dengan Visa Amerika saya tersebut tidak diperlukan pelaporan lagi, kecuali jika saya pernah lakukan ganti nama di paspor baru saya. Plus saya tanyakan apakah sedang ada travel warning untuk warga sipil mengunjungi Guam, mengingat disana kan salah satu markas tentara dan jawabannya tidak.

Tentara pada foto-foto
Sewaktu tiba di Bandara Internasional Antonio B. Won Pat di Tamuning, Guam, saya langsung berasa, ih kecil banget nih tempat...hahaha, ngga berasa kayak ke Amerika. Udah gitu petugas bandara juga rata-rata berwajah Polynesian, mirip-mirip Asia gitu tapi badannya gede-gede, mungkin pada keturunan CHamorro, suku asli pulau Guam ini. Antrean imigrasinya juga super panjang, dan ruameee dengan turis-turis Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan China (sejujurnya saya ngga bisa terlalu bedain sih, mereka semua terlihat sama di mata saya), ada kali lebih dari 1 jam kami mengantri di imigrasi, udah gitu kita awalnya pakai ngga yakin apakah kita udah antre di jalur yang benar..kan ngga lucu udah pegel antre ternyata salah jalur.



Eniwei, saat tiba giliran kita menghadap ke petugas imigrasinya, Alhamdulillah boleh barengan berdua karena sekeluarga (caelah, berdua doang keluarga mini). Si petugasnya sepertinya agak tertarik dengan hijab saya, karena dia lihat di paspor baru saya yang udah berhijab itu saya udah beberapa kali punya visa ke negara lain dan yang ada fotonya juga saya berhijab, sementara visa Amerika saya berada di paspor lama saya yang mana saya belum berhijab juga fotonya di visa tersebut dan saya pernah masuk New York (dan masih ada foto saya tersimpan di fatabase imigrasinya dengan foto tanpa hijab), dia nanya kenapa begitu dan keberatan ngga kalau saya diminta melepas hijab saya. Akhirnya saya coba jelasin semampu saya aja deh dan kayaknya dia terima -terima aja, malah cerita kenapa dia tertarik, karena adek laki-lakinya ditugaskan di UAE dan sekarang malah masuk Islam. Duile sempet banget kita dengerin curhatan petugas imigrasi.
Di dalam bandara Antonio B Won Pat, Guam
Sebagai catatan, hingga saat itu, kita berdua belum tahu menahu soal ancaman bom nuklir Korea Utara ke Guam, jadi kita masih dalam kondisi tenang-tenang aja, dan situasi di bandara Guam pun tidak ada tingkat kewaspadaaan tinggi yang berarti, bahkan cenderung sepi karena saat kita selesai imigrasi, di bagian ambil bagasi juga udah sepi dan tinggal koper kita aja yang masih muter-muter sendiri di conveyor belt.
Taksi Bandara di Guam
Setelah gagal cari mobil sewaan, kita pun beralih ke taksi bandara.
Baru deh saat kita di taksi ini, si supir taksi nanya; "Where are you from?".
Us: "Indonesia".
Sopir taksi (ST): "Well, are you on holiday?"
Us: "Yes we are"
ST:"Haven't you look up the news lately regarding Guam and North Korea?"
Us: "Not really, what's going on?".
ST:"Well..it's just recently they treated to fire missiles to Guam!..and it is a big news everywhere, we even got alert on how to survive nuclear attack in pamphlets!"
Us:"WHATTT???!!!"
ST:"You guys don't know anything bout that?"
US:"NOOO!!"
ST:"You guys are crazy!" (sambil ketawa-tawa ngakak)
Sementara kita berdua liat-liatan penuh kepanikan campur kepasrahan. Lebih parah lagi karena saya lalu buka mbah gugel nyari berita itu dan memang benar diperkirakan pertengahan Agustus itu Korea Utara akan menembakkan misil nuklir ke perairan Guam. Gila banget ini sih, kepala saya langsung terbayang-bayang foto-foto dokumentasi bom Hiroshima yang kita lihat sewaktu ke museum di Hiroshima Jepang tahun lalu. Mosok iyaa siiihh kita harus ngalamin sendiri begini?! gila bener ini sih, sungguh saya ngga siap mati saat liburan, dibom nuklir pulak! yang bener aja deh mosok segini doang nasip guehhh??!!. Duh langsung mules, kepala berkunang-kunang dan super bete kan jadinya.
Ditambah lagi, saya menemukan file pamflet yang dibilang sama si supir taksi itu, and somehow it made me realize that this is happening!. SH*T.
Pamflet How to Prepare on Imminent Missile Threat.

Pak Suami yang menyadarkan saya, ya udahlah kalau emang udah waktunya ya mau gimana lagi, yang penting jangan dipikirin dulu sekarang kan kita mau liburan disini, ya udah kita nikmati aja. Uwow super banget ya dese. Para penduduk lokal disini kayak menanggapi ancaman Korea Utara itu dengan santai, malah bilangnya kalau mereka udah terlalu sering diancem-ancem diserang Korut dari bertahun-tahun yang lalu. Kita pun merasa lumayan lega deh.
Ini yang motretin si wartawan Jepang itu
Sampai pada 1 hari terakhir sebelum besoknya kita pulang, kita lagi jalan-jalan ke Governor's Complex, mengagumi pemandangan dari bukit ke pantai di bawah, kita disamperin sama wartawan dari Jepang (btw, banyak wartawan media asing yang berdatangan ke Guam karena ancaman Korut ini dan kita bahkan diwawancara gegara tampilan kita yang udah jelas-jelas  macam turis syariah nyasar di Guam begini) dan dia ngasi tau bahwa sebenarnya para pemerintah di Guam ini sedang berkumpul membahas soal Korut karena besok adalah salah satu hari peringatan di Korut dan umumnya mereka suka merayakannya dengan melakukan tindakan kemiliteran, dan dikuatirkan itu bisa dengan menyerang Guam. Lah sakit perut lagi kita kan jadinya. Terus kita bedua langsung bahas, haduuw kalo mau ngebom entaran aja gimana, tunggu kita pulang dulu keluar dari Guam deh, plis ya Allah.
Di lapangan parkir bandara, bus-bus pariwisata dan mobil sewaan berjejeran
Jalanan di kota Guam
Tapi ya, selama 5 hari 4 malam kita di Guam itu tidak terlihat tingkat kewaspadaan pengamanan pulau bertambah, jadi life goes on aja gitu, turis-turis tetep terlihat banyak (walaupun memang ternyata berkurang karena adanya ancaman bom dari Korea Utara itu menurut petugas-petugas hotel, supir-supir bis dan lainnya yang saya ajak ngobrol), toko-toko dan resto tetep pada buka hingga larut malam, K-Mart super gede banget disini buka sampe jam 12 malam bok. Jadi lambat laun, saya pun merasa aman dan santai-santai aja menikmati liburan (dengan ekstra rajin menunaikan sholat, ya kali-kali aja kan ya... hahahaha).

Eniwei, nanti saya lanjutin cerita- cerita di Guam ya ngapain aja, kemana aja beserta foto-foto lainnya.

Ini kira-kira itinerari liburan kita di Guam kemarin;
2) Hari Kedua; Ke Pantai, Naik Trolley dan Guam Premier Outlets
3) Nonton Encore show dan Makan malam di Hard Rock Cafe Guam
4) Hari Ketiga : Jalan-jalan ke Guam Museum, Pacific War Museum, Inarajan Pool dan Fort Soledad
5) Makan siang di Jeff's Pirate Cove
6) Hari Keempat: Panorama Two Lovers Point, Gun Beach dan Micronesia Mall
7) Makan malam di Rotary Sushi
8) Hari Kelima; Underwater World
9) Makan siang di IHOP Guam
Nantikan ada saatnya semua nomor-nomor itinerari di atas itu akan ada hyperlinknya ke postingan di blog ini. Kapan? hahaha entahlah, tunggu tanggal tayangnya. Makanya langganan email postingan terbaru kita di blog ini.


Read more »

Keliling Osaka dengan OSAKA CITY PASS

Ollaaa..balik lagi dengan cerita jalan-jalan ke Jepang kemarin yaaa..masih banyak nih episodenya. Tapi ya gitu di sela-sela kesibukan kerja, ngajar, tepar batpil basian salju Jepang, pindahan ruangan kantor (padahal gw ga ngapa2in jugak) de el el sejuta alasan lainnya jadi ini baru sempet nulis lagi.

Okeh lanjut...
Kita udah pernah sih ke Osaka 2 tahun yang lalu trip ke Jepang itu kita stay 3 hari di Osaka (waktu itu di area Esaka), dan sekarang ini Osaka kita jadikan kota hub dari day trip kita ke Kobe dan Nara karena cukup dekat untuk ditempuh dengan kereta super cepat. Nah hari terakhir sebelum kita pulang itu saya dedikasikan untuk jalan-jalan di kota Osaka aja, soalnya waktu dulu pun belum puas sih keliling Osaka. Bahkan Dotonbori aja belom tamat waktu itu karena udah kecapean.

Nah kebetulan banget karena udah mendedikasikan seharian di Osaka, jadi kita mau coba pakai Osaka City Pass (1 Day) yang kita dapat dari HIS Travel Indonesia.
Harganya Rp 367.200 per orang dan setiap setnya akan dapat 2 tiket:
1) Tiket untuk Wonder Loop+Wonder Cruise
2) Tiket untuk naik Subway seluruh trayek di Osaka

Bisa dibeli dari Jakarta/kota lain di Indonesia yang ada cabang HIS Travel Indonesia, atau lewat HISGO Online Booking ini. Oiya saya dari Jakarta dapat kertas booking ordernya dan langsung saya tukar dengan OsakaCity Pass-nya di konter HIS Travel di bandara Kansai begitu kita tiba.

Pagi hari kita udah semangat karena rencananya kita akan nyoba pertama kali sewaktu naik Subway dari stasiun Tennoji deket hotel kita, enaknya stasiun Tennoji ini juga adalah JR Stasiun jadi kalau pakai JR Pass (dan kawan-kawannya) juga bisa langsung jalan tapi tetep bisa connecting dengan jalur subway juga dari Tennoji ini, plus ngga terlalu banyak tangganya (maklum disini jompo orangnya).
Selfie di subway, mentok ga ada malu
Lancar banget waktu pake Osaka City Pass untuk naik subway, seneng deh, cuma tinggal masukin kartunya di sisi masuk mesin dan ambil lagi kartunya di sisi dalam mesin. Berlaku untuk setiap keluar dan masuk stasiun. Seneng deh ga pake repot ngetap kartu ICOCA yang kadang ternyata udah abis saldonya,..hahah soalnya pernah kejadian waktu sehari sebelumnya kartu ICOCA kita cepet banget habisnya, giliran di tap buat masuk stasiun udah ngga bisa, bikin malu aja.

Rencananya kita akan nyobain Wonder Cruisenya dari Dotonbori, karena hari itu adalah hari Sabtu dan menurut rutenya kalau hari Sabtu itu jadwalnya adalah Rute A dan dari hotel kita itu paling gampang ya menuju Dotonbori aja sekalian nyari sarapan di sekitaran situ.
Sarapan di salah satu bakery di Namba Walk
Dari hotel ke Dotonbori sebenernya cepet, cuma ya karena pake nyangkut ngopi dan sarapan dulu di Namba Walk ya jadi sejaman lebih deh baru sampe Dotonbori, plus ditambah lagi pake drama kalo pak Suami ngga bawa jaket karena dia mau beli jaket di Uniqlo aja, eh ternyata di Uniqlo Namba Walk malah ngga ada ukuran dia, kacaw, terus nyampe Uniqlo Shinsaibasai juga ngga ada yang warna dia mau, lha kok apes amat ni orang. Akhirnya karena udah kuatir kesiangan, saya paksa aja udah kita naik Osaka Wonder Cruise aja dulu deh, entaran aja cari jaketnya lagi.

Osaka Wonder Cruise

Nah nyari lokasi naiknya Osaka Wonder Cruise ini ternyata lumayan juga jalan kaki nyusurin pinggiran sungai Dotonbori itu, udah gitu patokannya kan toko Don Quijote yang gede banget, pas kita samperin kios penukaran tiketnya, eh ternyata salah aja gitu lho, yang Osaka Wonder Cruise adanya sekitar 200 meter di seberang arah kiri dari Don Quijote...lhaa..dasar udik, baca gugel map aja salah yak..

Osaka Wonder Cruise ini keren lho, kita nyusurin sungai Dotonbori diatas kapal fiber yang terbuka gitu (ada tutupan atasnya kalo ujan jadi ngga usah kuatir). Untuk perjalanan 1 rit (1 trip) ada 4 titik dimana kita bisa naik (tapi urutannya tergantung rute A atau B ya), yang pasti titik naiknya adalah di : Dotonbori, Minatomachi, Love Central (Kitashinci), Temmabashi (Osakajo), yang mana total durasi kalau kita sampai selesai ikutan dari titik 1 sampai dengan 4 itu sekitar 2 jam.

Dalam 1 kapal Osaka Wonder Cruise ini kapasitasnya untuk 11 orang, cuma ada 1 petugas yang menemani kita yaitu supir kapalnya juga, hehehe. Kebetulan saat kita naik itu cuma kita berdua doang yang naik, jadi semacam privat tour aja gitu, keren kan, hahaha.



Udah gitu berhubung emang udaranya dingin banget (namanya juga lagi musim dingin mpok!) kita dipinjemin jaket tebal gitu, tebal banget jaketnya, bagian dalamnya ada bulu-bulu tebalnya sementara bagian luarnya bahan parasut tahan air gitu. Buat saya sih lumayan kegedean ukurannya, karena kayaknya emang dibuat all size aja gitu. Pak Suami sih langsung pake tuh jaketnya, soalnya dia emang udah berkeluh kesah kedinginan dari jalan kaki juga (ya lagi siapa suruh tuh jaket ditinggal di hotel yak). Begitu kapalnya jalan, walah makin dingin boookkk...hahaha, akhirnya setelah setengah jam jalan, saya ngga tahan juga ikutan pake jaketnya, hehehe.
Oiya buat yang bawa anak kecil, jangan kuatir, ada jaket pelampung juga disediakan dan harus dipakai.

Kita cuma naik Osaka Wonder Cruise ini dari titik 1 ke titik 2 karena ngga tahan kedinginannya, tapi kita ambil beberapa foto dan video sih, sila ditonton..



TIPS Naik Osaka Wonder Cruise:
  • Jangan lupa bawa tiketnya dong ya, tunjukin ke petugasnya.
  • Dari hotel sudah dicek dulu ke websitenya untuk jadwal ketersediaan trip, karena mungkin aja ngga ada tergantung cuaca. Dariapda udah jauh-jauh kesitu kan ya.
  • Duduk kalau lagi melewati jembatan, karena kanal-kanal sungai disini banyak jembatannya jadi hati-hati kejedut/kejengkang masuk sungai pula entar.
  • Jangan merokok..karena emang dilarang sama pak kaptennya.
  • Waktu sandar kapal cuma 10 menit di setiap titik, jadi pada tepat waktu aja ya, ini di Jepang sih bukan di kampung halaman.
  • Jangan lupa kaca mata hitam dan sunscreen karena matahari kalau siang cukup terik sementara kapalnya terbuka.
Osaka Wonder Loop
Sayangnya kita ngga sempat mencoba Osaka Wonder Loop Busnya, karena udah kadung sibuk kesana kemari kelilingan Osaka pakai Subway (yang mana pake Osaka City Pass juga pastinya). Kartu ini bisa dipake sepuasnya lho buat naik Subway di area kota Osaka, selama 24 jam. Yang kita baca dari panduannya sih ya ada 2 jenis bis Osaka Wonder Loop, yaitu yang Double Decker bus atap terbuka dan Bus reguler (close top bus). Kebetulan yang berjalan hari itu adalah bus reguler, karena cuaca kurang baik menurut websitenya, jadi Pak Suami bilang, ah naik bis kan biasa aja, mending pake buat naik Subway aja ini kartunya, lebih cepet sampe kemana-mana, dasar. Padahal busnya Osaka Wonder Loop ini juga full wifi gratis lho, jadi bisa sambil upload foto juga kan di sosmed, eh Pak Suami bilang; lha kita kan juga udah sewa pocket wifi ...hehehe..maklum kita anaknya ngga bisa baca/denger tulisan Free Wifi. hahahaha.

Berikut rute dan jadwal Osaka Wonder Loop Bus jika ada yang butuh :

Buat yang merasa ogah rugi sih kayaknya harus banget nyobain naik Osaka Wonder Loop bus ini ya, lumayan lho ini titik singgahnya ada 13 tempat hits di Osaka, jadi sistemnya memang cuma hop off-hop on aja sesuai keinginan kita selama 24 jam dari sejak kita naik pertama kali, jadi misalkan kita naik bis ini jam 10 pagi ya akan selesai jam 9.59 besok paginya lagi (berlaku juga untuk Osaka Wonder Cruise) tapi ini busnya ngga 24 jam beroperasinya melainkan dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam aja.

Jangan lupa, kalau mau beli Osaka City Pass ini dari Indonesia bisa banget lho, cukup klik HISGO Online Booking atau dateng ke cabang HIS Travel Indonesia terdekat.

#JelajahiDuniaBersamaHISGO

Read more »

Sewa Pocket Wifi ke Jepang, Bikin Non Stop Internetan


Penting banget nih infonya buat yang lagi mau wisata ke Jepang, kan lagi trending nih ya jalan-jalan ke Jepang, sejak bebas visa ke Jepang buat pemilik e-Paspor, blog saya yang cerita tentang Jepang bolak balik dapat trafik yang tinggi terutama yang mengulas tentang cara apply visa ke Jepang. Nah yang ngga kalah pentingnya ini saya mau infoin cara supaya akses internet mudah selama wisata di Jepang, biar kita bisa online terus, eksis di sosmed, upload foto dan status setiap geser pant*t di Jepang, penting lhoo iniii, yekan..yekaaan... caranya adalah dengan sewa wifi (dengan Pocket Wifi) ke Jepang.

Pokoknya ini pertamakali dalam hidup saya jalan-jalan keluar negeri, baru kali ini yang namanya akses internet di semua hape saya itu nyaman banget, aksesnya cepet buat browsingupload maupun download dan ngga pake resah gelisah nunggu tagihan Kartu paskabayar saya di akhir bulan. Biasanya kalaupun kepepet harus punya akses internet itu pilihannya saya beli SIM Card lokal atau buka International Roaming kartu paskabayar saya yang mana biasanya bikin degdegan dong ya nunggu tagihan. Kali ini kita wisata ke Jepang puas banget pakai Pocket Wifi HISGO dengan paket Unlimited selama 5 hari.

Cara Mengaktifkan/Menggunakan Pocket Wifi HISGO
Pocket Wifi HISGO ini gampang banget dipakainya, cukup dinyalakan terus swipe kebawah untuk akses menu "SSID" lalu tinggal masukin User ID dan Security ID nya ke settingan wifi di ponsel atau gadget kita, dan..voila!..akses internet cepat langsung cuss..wusss..wuuss di hape kita, soalnya memang kualitas internetnya itu pakai 4G LTE, dan 4G LTE-nya beneran cepet ngga kayak di Indonesia #ups.
1. Nyalain, lalu swipe ke bawah sampe ketemu menu warna warni ini.
2. Pilih menu "SSID" (Icon tengah deretan atas) dan klik menu itu.
1. USER ID di settingan wifi hape, masukan SSID yang tertera di Pocket Wifi
2. Security ID, masukan deret angka dan huruf yang ada di bawah SSID tadi ke ponsel/gadget
Review Menggunakan Pocket Wifi di Jepang
Saya dan pak Suami selama perjalanan "menggantungkan hidup kita" ke akses internet dari si Pocket Wifi HISGO ini, kecuali kalau lagi ada akses Free Wifi di lokasi sih ya untuk hemat baterenya si Posket Wifi HISGO kita matiin, kayak di kamar hotel, di stasiun JR atau di Shinkansen. Soalnya kebanyakan emang saya butuh akses internet selama di Jepang itu untuk ngecek jadwal kereta - subway di Hyperdia dan pakai google maps untuk cari jalan. Semua gadget kita koneksikan ke Pocket Wifi ini, total ada 4 gadget (3 ponsel dan 1 iPad) yang biasanya kita pakai untuk akses internet, tergantung yang mana batrenya masih on, hahaha, so far ngga ada masalah karena memang Pocket Wifi HISGO ini bisa untuk akses hingga 10 gadget!, uwow yaa... Baterenya juga sangat tahan lama lho, di websitenya sih diinformasikan bisa 9 jam, tapi kayaknya selama kita pakai itu bisa lebih deh, soalnya kita cuma 1x ngecharge dalam sehari, palingan kalau malam aja sudah di kamar hotel.

Pastinya kepake juga dong buat upload di sosmed, saya paling sering buat upload di Instagram kita : @travelingcow dan gokilnya sewaktu di Shirakawago yang nun jauh disana itu ya akses upload videonya masih tetep sekencang di kota besar lho. saya baru pertama kalinya ngupload video buat InstaStory ya gegara pake Pocket Wifi HISGO ini. Buat nonton Youtube juga ngga ada lag sama sekali, lancarrrr...di Jepang gitu lohhh...emangnya di kampung sendiri, hehehe.

Ini dia beberapa postingan video saya di Instagram @Travelingcow (jangan lupa di-follow yah):

View from our moving bus (Kaetsuno Bus) otw to.Shirakawago from Shin Takaoka. Initially since we stayed at Kanazawa, we would like to take direct Nohi bus to Shirakawago. Unfortunately I was late to reserve the seats and did not get any seats at all for this morning. Thanks to Takayama Hokuriku Pass, we took Shinkansen to Shin Takaoka and took Kaetsuno Bus to Shirakawago. Bonus side; we could stop by at Gokayama (Ainokura and Sugaruma villages) on the way to Shirakawago. #shirakawago #kanazawa #takaoka #JelajahiDuniaBersamaHISGO #travel #travelling #traveler #traveling #japan #hisgo #travelblog #travelblogger #instatravel #igtravel #travelgram #bestoftheday #picoftheday #traveltheworld #kansai #trip #anniversary #anniversarytrip #cows13 #snow #winter #roadtrip #unescoworldheritage #vlog #vlogger
A post shared by The Traveling Cow (@travelingcow) on


Trus yang cukup gokil adalah kekuatan sinyal si Pocket Wifi HISGO ini lumayan banget lho, ceritanya gini..jadi waktu itu kita lagi di Osaka itu mencar di toko Don Quijote Dotonbori yang luasnya 6 lantai dong, nah terus saking luasnya itu kita sempet cari-carian. Hape kita semuanya ngga ngaktifin International Roaming jadi bener-bener ngandelin si Pocket Wifi HISGO ini, kebetulan saya lagi di lantai 4 (posisi si Pocket Wifi ada bareng saya) dan Pak Suami lagi di lantai dasar, dan bisa lho kita berdua telpon pake WA dengan akses internet dari Pocket Wifi HISGO ini!, amazed banget rasanya, soalnya udah panik saking ni toko gueedeeee banget dan ruamee banget udah ngitarin bolak balik ngga ketemu juga, dan akhirnya ketemu setelah nyoba telpon WA yang tadinya saya pesimis mosok sih si Pak Suami bisa connect juga, kan lagi ngga deket saya...eh ternyata nyampe lho sinyalnya.

Biaya Tarif Sewa Pocket Wifi HISGO
Harga sewa Pocket Wifi HISGO ini juga sebenernya terjangkau banget, ngga mahal seperti yang kita sangka dan karena bisa dipake rame-rame jadi worthed banget kalau perginya ngga sendirian (kalau situ jomblo dan pergi sendirian ya saya doakan semoga cepet dapat pasangan ya, biar ga rugi sewa pocket wifinya....maap #melantur ), kebayang ga kalau perginya ber-10 aja, semua bisa pake tuh pocket wifi, daripada pada beli SIM Card lokal ya, apalagi rental ponsel di Jepang udah mahal pake ribet pula, ribet ngobrolnya juga kan sama salesnya disono.

1 set Pocket Wifi HISGO
Paket penyewaan HISGO Pocket Wifi ke Jepang ini dimulai dari untuk 4 hari itu sekitar Rp 361 ribuan (untuk Unlimited Plan seperti yang kita gunakan kemarin), hingga paket penyewaan wifi untuk 14 hari itu Rp 1,465 juta, kalau lebih dari 14 hari bisa tambah durasi per harinya itu Rp 80 ribu. Ada harga spesial juga jika kita udah beli salah satu produk/Activity HIS Go ini, misalkan kita beli tiket, JR Pass, Tour dan lainnya, lumayan lho diskonnya. Kalau kita itu pakainya paket Wifi 5 hari karena memang selama itulah kita di Jepang kemarin, harganya itu Rp 421 ribuan.

Setiap sewa Pocket Wifi ini akan dapet 1 pouch yang isinya: 1 buah Pocket Wifi, 1 kabel charger USB (seperti kabel charger Android) dan charger-nya yang udah menggunakan colokan/socket listrik tipe A untuk stop kontak di Jepang dan kertas petunjuk penggunaan.

Dimana bisa Sewa Pocket Wifi ke Jepang ini?
Kalau saran saya sebaiknya sewa pocket wifi ini dari Indonesia aja, daripada sewa sudah sampai Bandara, karena jadinya kalian lebih hemat waktu, ngga perlu nyari dan antri di konter sewa wifi lagi di bandara Jepang kan ya, apalagi kalau sampai di Jepangnya sudah terlalu malam, kemungkinan konter sewa wifi sudah banyak yang tutup juga, terus waktu untuk mengembalikannya juga lebih fleksible, maksimum 2 hari setelah jadwal kepulangan, daripada kalau misalkan waktu mau pulang eh ternyata sampe bandara di Jepangnya udah mepet dengan waktu tutup check-in, belom lagi harus ke imigrasi, ya ampun berpacu dalam melodi ngga sih rasanya pake harus nyari konter penyewaannya lagi untuk ngebalikin si pocket wifi itu. Jadi menurut saya lebih nyaman sewa wifi dari Indonesia aja lah, tempat rekomendasi saya untuk sewa pocket wifi ke Jepang itu adalah ke HIS Travel Indonesia aja, secara travel agent ini sudah digdaya banget untuk urusan paket wisata ke Jepang ya dan sewaktu kita di Jepang itu HIS Travel adalah salah satu travel agen besar di Jepang jadi ada dimana-mana gitu. Udah gitu untuk booking Pocket Wifi HISGO ini bisa dilakukan online di websitenya HIS Travel Indonesia ini.

Jika sudah mendapatkan konfirmasi melalui email, silakan datangi cabang HIS Travel Indonesia yang sudah disepakati, maksimal 2 hari sebelum keberangkatan untuk mengambil si Pocket Wifi HISGO ini. Begitu tiba di bandara di Jepang sudah bisa diaktifkan. Aksesnya berlaku di seluruh kota di Jepang sih, sepengalaman saya naik kereta dari Osaka ke Kanazawa, lalu naik bus ke Shirakawago, lalu kita ke Kobe dan Nara itu akses internetan dari si Pocket Wifi ini lancar jaya. 

So, buat yang mau wisata ke Jepang, buruan deh cek websitenya HIS Travel Indonesia untuk booking si Pocket Wifi HISGO ini. #JelajahiDuniaBersamaHISGO

Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog