badge

Menyebrang ke Pulau Samosir


Betapa memalukannya ngga sih perempuan yang ngaku-ngaku travel addict ini ternyata belom pernah ke Danau Toba??!!...hahahaha.

Jadi yaaaa, emang saya nih orangnya taken for granted sama beberapa tempat wisata di Indonesia. Saya selalu berpikir karena tinggal di negara ini jadi saya bisa kapan aja jalan ke tempat-tempat wisatanya, terutama karena biasanya keseringan bisnis trip domestik jadi rasanya ngga rela kalau harus bayar sendiri pesawat buat tujuan lokal.. hehehe.

Okeh, lanjoott...demi karena akhirnya ada kesempatan gratis untuk ngetrip ke Medan dan Parapat, jadilah saya dan Pak Suami juga berkesempatan untuk mengunjungi Danau Toba dan Pulau Samosir. Untuk menikmati 2 tempat wisata ini dimulai dari kota Parapat, dimana dapat dicapai sekitar 4-5 jam jalan darat dari Medan, the longest 4 hours in my life. Setelah menginap semalam di Hotel Niagara Parapat, saya dan Pak Suami keesokan harinya akhirnya menuju pelabuhan Tigaraja, itu pun setelah sarapan, foto-foto pagi di hotel kita yang pemandangannya ke Danau Toba memang ciamik itu.
Pemandangan Danau Toba dari Hotel Niagara Parapat
Untuk menuju Pulau Samosir, pastikan dulu kita mau tiba dimana, karena Pulau Samosir tuh ngga kayak Gili Trawangan (siapa yang bilang Samosir itu segede Gili T itu belajar geografi SD lagi deh) jadi ada beberapa titik kedatangan yang bisa dipilih.

Ada 2 cara juga sebenarnya, yaitu dengan kapal feri atau naik mobil melewati Pangurungan dan tidak melalui kota Parapat, melainkan rutenya dari Medan – Kabanjahe – Dairi – Pangururan – Tomok (Pulau Samosir), karena sebenarnya Pulau Samosir tuh tidak putus daratan dengan pulau Sumatera, melainkan ada jembatan penghubungnya juga di Pangururan, tapi gosipnya dari penjaga hotel kami di Samosir Villa Resort, jalur itu bukan untuk pemula sih.

Sementara saya akan bahas yang menggunakan kapal feri aja yah, secara itu adalah sarana transportasi umum yang paling biasa ditempuh untuk menuju ke Pulau Samosir.

Ada 2 pelabuhan yang melayani jalur umum ke Samosir.
- Pelabuhan Tigaraja, yang melayani jalur ke Tuktuk Siadong dan Tomok. Kapal ferinya dari kayu, lumayan besar dan umumnya bakal barengan sama hasil belanjaan pasar para hotel di Samosir (terutama kalau jalurnya ke Tuktuk). Motor juga kadang ada 1-2 yang ngikut di kapal feri kayu ini.

- Pelabuhan Ajibata yang melayani jalur ke Tomok, dan ini untuk kapal feri besar (KMP Tao Toba I dan KMP Tao Toba II) yang dapat mengangkut mobil.

Nah, saya dan suami itu mengambil jalur kapal feri kayu ke Tuktuk Siadong dari pelabuhan Tigaraja. Setibanya kami disana itu baru pukul 09.30 sementara kapal berikutnya katanya berangkat jam 10 pagi. jadilah kami duduk-duduk aja dulu di sekitar dermaganya. Oiya dari tempat kami turun mobil hotel hingga depan dermaga itu harus melewati pasar pelabuhan yang becek dulu.
Suasana dermaga pelabuhan Tiga Raja
Jadwal kapal ke Tuktuk berangkat tersedia setiap jam sejak pukul 8 pagi hingga jam 7 malam dari Tigaraja. Untuk kapal ke Tomok juga kurang lebih memiliki jadwal yang serupa. Kapal kami akhirnya pun tiba sekitar pukul 10 pagi deh, itupun ngga langsung masuk karena kan harus nunggu semua penumpang yang datang dari Tuktuk pada turun dulu, termasuk juga ada 1 motor bebek aja gitu yang ngikut naik kapal itu.

Kayaknya bawaan kita paling heboh deh dengan koper hardcase mengkilap eyke ya bo kalau dijejerin dengan sayur mayur di kapal itu kok ya agak jomplang, hehehe...abis gimana dong, males banget mau bawa bekpek kan ceritanya nanti trip ini bakalan lanjut bisnis trip, mosok bisnis trip bawa bekpek deh.
Boarding sewaktu ke Samosir (kiri), Boarding dari samosir (kanan).
Caelah..boarding...hahaha
Saya dan pak Suami langsung memilih area di atas, kebayangnya kalau dibawah tuh panas sih, ternyata di atas pun gerah yah. Langit sih agak mendung sebenarnya, tapi kelembaban tinggi jadi ya tetp gerah biarpun ngga ada matahari terik. Lagipula kalau dari atas lebih oke sih foto-fotonya, maklum sini banci foto, oke bonus #selfie dulu ya cyin...hehehe
bagian atas kapal feri ke Samosir
Oiya bayar tiketnya sewaktu kita sudah duduk diatas kapal, nanti ada yang akan nyamperin kita untuk nagih ongkos, per orangnya untuk penyebrangan feri dari Tigaraja ke Tuktuk dikenakan biaya Rp 10.000. Ngga tau deh tuh termasuk asuransi apa ngga, saya ragu sih. Oiya nanti akan ditanya kita akan turun dimana, sebutkan nama hotel tempat menginap di Tuktuk aja.
Parapat dari atas kapal menuju Tuktuk
Perjalanan menyebrang dari Parapat ke Pulau Samosir dengan kapal feri ini hanya 30 menit. Sebenarnya jaraknya deket sih, cuma emang kapalnya jalannya super lelet kalau menurut saya. Tapi okelah angin cepoi-cepoi dan kita bisa menikmati pemandangan cantik Danau Toba. Menjelang dekat dengan pulau Samosir, saya dan Pak Suami turun ke bagian bawah kapal dan mulai ngintip-ngintip di dalamnya. Ternyata tidak terlalu banyak penumpang hari itu juga di bagian bawah, rata-rata yang banyak ya sayur mayur, buah, bumbu masak dan sebagainya, hasil belanjaan hotel dan resort untuk masakan para tamunya

Ngintip isi kapalnyya bagian bawah ya kayak gini..
Tempat ketibaan kita di Pulau Samosir yaitu area Tuktuk, dimana kita bilang sama yang narik ongkos tadi, jadi karena kita menginap di Samosir Villa Resort, maka kapal kita pun berhenti di dermaganya Samosir Villa Resort dan menurunkan kita disitu, beserta juga segala sayur mayur lauk pauk belanjaan pesanan si hotel ini juga ternyata cukup banyak.
Samosir Villa Resort, tempat menginap kami di pulau Samosir
Sewaktu kita balik dari Samosir juga kita menunggu kapal ferinya di dermaga hotel kita. Walaupun awalnya kita agak bingung juga sih dengan jadwalnya karena beberapa kali ada kapal yang mampir di dermaga hotel kita eh ternyata bukan kapal feri umum melainkan kapal carteran rombongan yang menjemput rombongan yang menginap di hotel kita.

Oke, segini dulu ceritanya tentang Danau Toba dan Samosir ya, nantikan cerita dan foto-foto berikutnya di blog ini, atau di Instagram kita : +Traveling Cows  atau di FB saya, hahaha eh belom ada yang di upload deng foto-fotonya, duh males bener sortirnya...sabar ya pemirsa..(jiah kayak ada yang nungguin aja).

Btw siapa yang udah pernah ke Samosir lewat jalan darat alias lewat Pangururan? 
pengen tau deh ceritanya...




12 comments:

  1. suka banget ama foto pertama. baguss... :)

    ReplyDelete
  2. aku berkali2 ksana tp blm prnh nginep di resornya.. cakep kyknya var... kayu2 gitu ya....

    nah itu via jalan daratnya blm prnh... papa ga prnh mau..-__-.. aku lg coba bujukin lg pas mudik bsk var. krn kita rencana mau singgah d bbrp tempat kyk parapat, tarutung, sibolga... kali aja kali ini si papsky mau :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaaahh..akuuh iriiii...I really want to go there again through jln daratnya..kyknya seruuuhh..

      Delete
  3. aku blm perna ke samosir ihik ihik ihik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenang..mungkin abis komen ini nanti ada brand yg mw endorse? Hahaha..ajak gueeh klo adaaaa

      Delete
  4. Pernaah lewat darat, jalannya serem, kelok2nya muantep, tp pemandangannya juga mantep beud:))

    ReplyDelete
  5. Saya pernah tempuh lewat darat sampai ke persimpangan pulau samosir, tapi ndak jadi ke samosir karena sampai disana udah tengah malam, lewat sana karena nyasar aja setelah keluar dari semalem resort hotel, mst nya belok kanan, saya ambil belok kiri akhirnya melewati sisi barat danau toba, dan memang jalannya sepi sekali, melewati hutan-hutan dan tidak banyak dilakui oleh kandaraan, cari tempat makan juga susah, sepanjang jalan sy sama istri diam aja di kendaraan... sama-sama takut... namun tidak ada yang mau menyatakan takut... tahunya takut setelah sampai di balige :)

    ReplyDelete
  6. Amankah ngetrip sendirian ke samosir? Ada tips2? Salam kenal 😊

    ReplyDelete

Boleh kok komen apa aja, nanya apa aja, curcol jg boleh. Minta di blogwalk jg boleh. Yang ga boleh itu pasang link ke website jualan ya. Tolong punya etika, jangan numpang iklan gratisan.

Spam komen link jualan = Delete.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog