badge

Liburan terpaksa di KLIA2


Jadi yah, entah mengapa sepertinya perjalanan kali ini bener-bener penuh tantangan. Dimulai dari urusan bebas visa Myanmar yang serba tidak jelas, hingga akhirnya kita terdampar terpaksa 'liburan' di bandara baru low cost di Kuala Lumpur; KLIA2 yang baru saja diresmikan pada saat kita tiba disana. Nah postingan kali ini khusus ngebahas bagaimana kita bisa ketinggalan pesawat dan terdampar 2 hari di bandara KLIA2.


Ketidak beruntungan dimulai dari kemarin lusa itu kita sudah tiba di KLIA2 ini di siang hari, delay 1 jam dari perkiraan yang seharusnya jam 11.35. Karena sudah pesan dan bayar kamar semalam di Tune hotel KLIA2 untuk semalam, setelah ambil bagasi, kita langsung menuju hotel dengan berjalan kaki. Saya cukup senang dengan lokasi hotelnya yang kini lebih dekat dan lebih mudah untuk dijangkau dengan berjalan kaki dibanding dengan dahulu masih Tune Hotel di LCCT (btw, Tune Hotel LCCT sudah tidak lagi beroperasi karena berpindah ke KLIA2 ini).

Menuju Tune Hotel KLIA 2.

Jalan menuju Tune Hotel ini cukup mudah dengan petunjuk jalan ada dimana-mana, lokasinya berada diluar bandara tapi masih sekompleks di area KLIA2 ini, namun pengunjung tidak perlu kepanasan/keluar dari bangunan karena ada jalanan dan terowongan langsung menuju Tune Hotel ini. Sekitar 10 menit lah jalan kaki dari tempat ambil bagasi hingga sampai di Tune Hotel.
2 kamar dalam 2 malam

Proses check-in hotel cukup cepat dan kami langsung mendapatkan kamar kami di lantai 5. Setelah sholat zuhur dan beristirahat sejenak, akhirnya kami kembali ke KLIA2 untuk makan siang di Food Court di mall Getaway. Buat yang belum tahu, KLIA2 ini lokasinya bersambungan dengan mall yang cukup besar, namanya Getaway Mall dimana cukup banyak toko bermerek dan juga restoran enak disini (hello ..SUBWAY and Nando's...yes I was talking about you). 
Tampak Turmac area.
KLIA2 ini sangat modern, berlokasi di Sepang dan merupakan bandara pengganti LCCT yang dirasa sudah tidak mampu menampung jumlah trafik penumpang dan penerbangan. KLIA2 ini lebih besar 4x lipat daripada LCCT dan merupakan bandara yang dibangun tercepat di dunia. Salah satu yang menjadi keunggulannya adalah Aerobridge terpanjang keempat di dunia yang menghubungkan bangunan utama dengan area keberangkatan.
Aerobridge KLIA 2.
Bandara KLIA2 nempel dengan Getaway Mall
Buat yang terbiasa dengan LCCT, pastinya bisa membandingkan betapa nyamannya KLIA2 ini, apalagi yang biasa tidur ngemper males modal hotel untuk penerbangan selanjutnya, di KLIA2 ini malahan dikasi area berkarpet segala. Walaupun sebenernya itu bukan area resmi ya buat tidur ngemper lah ya. Selain Tune Hotel juga ada hotel transit lainnya yang harganya sedikit lebih mahal tapi lokasinya bener-bener di dalam bandara KLIA2, namanya Sama-Sama Express Hotel.

Kekurangannya KLIA2 ini mungkin adalah untuk fitur dasar seperti di LCCT begitu keluar dari Arrival hall bisa langsung menemukan beragam konter taksi, bus dan juga ATM serta Money Changer. Kalau di KLIA2 ini ngga sih, agak ribet nyari lokasi konter bis dan taksi karena beda lantai plus karena besar jadi jalannya capek bok, demikian juga dengan lokasi ATM yang kurang strategis.

Ok, balik lagi ke topik kenapa berlibur terpaksa disini, ya semua ini gara-gara di tanggal keberangkatan sehari setelah kita mendarat di KL itu kita sudah punya tiket penerbangan ke Yangon, Myanmar dengan Air Asia AK504, berangkat pukul 06.55. Dari pukul 5.30 pagi kita sudah berdiri depan konter check-in, lalu setelah nunggu konfirmasi soal visa exemption yang sangat merepotkan itu - baca disini dah gimana kejadiannya

Singkat cerita, akhirnya kita bisa cek in, saya lihat jam tangan saya itu sudah pukul 05.45. Langsung saya menuju mushola untuk sholat Subuh dulu, suami sudah duluan pada saat saya cek in pesawat. Selesai solat subuh saya lihat jam lagi, sudah pukul 05.55 langsunglah kita masuk area imigrasi yang ternyata oh ternyata antreannya luar biasa panjangnya. Saya mulai gelisah, karena ini bener-bener antrean terbanyak di imigrasi yang pernah saya lihat selama hidup saya

Bayangkan saja, loket yang dibuka untuk Paspor non Malaysia ada sekitar 8-9 petugas,masing-masing jumlah antreannya per baris ada 50-60 orang, bisa dibayangkan betapa ramainya kan. Udah gitu petugas imigrasinya bener-bener take their time. Saya sampe hitung pakai Stop Watch loh untuk pengecekan paspor 1 orang dibutuhkan rata-rata waktu 1 menit 5 detik, tercepat itu 47 detik. Pengecekan ini termasuk juga scan jari telunjuk untuk biometrik. Jadi total dalam 1 antrean itu per orang bisa menunggu perkiraan 1 jam paling cepat untuk lolos!. 

Wah mulai panik dong, secara pesawat kita akan boarding mulai 06.15 dan akan ditutup 06.35, apalagi saya berusaha mendengar pengumuman boarding tapi sama sekali tidak mendengar panggian boarding untuk pesawat kami. Saya berusaha memohon ke salah satu petugas bandara untuk bypass antrean, 2x tapi menurut mereka tetap saya harus mengantre. 

Sial banget, beneran parah nih bandara baru kok malah bikin susah. Padahal ya jalur pemeriksaan untuk Paspor Malaysia itu kosong loh. Hadeh. Pukul 06.35 kita lolos imigrasi dan juga scan tas tangan. Suami langsung lari kencang menuju pintu boarding kami di Q3. Sialnya, ternyata itu pintu boarding jaaauuuuhhhh sekali, ada kali 2 Km, lebih jauh dari Arrival Hall ke Tune Hotel!. Estimasi di papan petunjuknya itu dibutuhkan 15 menit jalan kaki!. Plus masih pula ketemu pemeriksaan bawaan lagi!. Oh my...

Area- area ini yang kita lewatin lari ngos2an:



Saya udah ngos-ngosan ngga sanggup ngikutin larinya suami, tapi akhirnya kita sampai nyaris bersamaan di area pemeriksaan bawaan yang terakhir,  Sejujurnya disini saya udah tahap nyaris menyerah. Tapi akhirnya kita dikasih lewat duluan motong antrian pemeriksaan barang terakhir itu. Saya suruh dia lari duluan ke pintu boarding sementara saya ngurus segala ikat pinggang -topi-jaket yang harus dicopot itu. Sebenernya deket sih Q3 itu dari scanner terakhir ini, tapi suami kok ya lari terus ke arah boarding gate yang lain, saya sempet mikir apakah dipindah nih boarding gate kita, dan ternyata dong ada TV LCD di area Q3 ini yang menginformasikan status penerbangan...disitu udah tertera: TUTUP! ...sh*t!...udah ditutup pintunya! .
Udah ngga ada siapapun disitu. 
Kosong. 

Saya bengong, ngga percaya dengan segala kesialan ini. 
Suami balik lagi ke Q3, dia pikir salah ruang tunggu karena dia tadi udah liat Q3 kok kosong. Ya gimana gak kosong ya wong semua udah naik pesawat.

Saya udah pasrah banget, di kepala udah sibuk mengkalkulasikan berapa biaya kesialan kita ini, dimulai dari hangusnya tiket pesawat Yangon pergi pulang, biaya hotel kami di Yangon, sampai apa yang musti kami lakukan lagi sekarang.

Lagi minum di keran air minum gratisan tiba-tiba ada bapak yang ikutan heboh di Q3 tereak-tereak minta bukain pintu boarding. Ealah dia juga ketinggalan pesawat kayak kita. Semangat karena ada barengan, mulailah kita bertiga melambai-lambaikan tangan, tereak minta perhatian ke arah pesawat yang masih nyambung dengan garbarata, berharap ada petugas yang melihat. Tidak seperti cerita Disney yang jagoannya biasa menang, tentunya di cerita nyata ini, hal tersebut tidak terjadi lah ya. 

Kita menyaksikan dengan miris pintu pesawat ditutup dan garbaratapun ditarik mundur, bertigaan kita koor; Sh*t!!..
Si bapak itu lebih gokil lagi makiannya; F*ck!. 
Catat, dia adalah orang Myanmar dan keluarganya semua sudah di pesawat itu semua (gak nanya sih kenapa dese bisa ketinggalan dari keluarganya), dia kerja di Malaysia, hari itu mudik pulang ke negaranya untuk selamanya dan visa kerja dia sudah habis di hari itu juga!. Yah lebih apes dia yak.

Akhirnya ada seorang petugas AA cowok yang keluar pintu dari garbarata dan kita pun sibuk komplen, merengek-rengek. Dia bilang dia udah berusaha nungguin tapi kita bertiga ngga keliatan, dan kita juga jelasin itu semua salahnya si imigrasi yang super lambreta lamborgini. Si petugas ini cukup baik hati sepertinya dia juga menyadari kondisi ini (curiga jangan-jangan sering kejadian begini), bagasi kita sudah diturunkan dari pesawat jadi tidak perlu kuatir bagasi nyasar lalu dia bilang kita diajak ketemu supervisornya aja untuk pembicaraan selanjutnya. 

Singkat cerita abis ketemu supervisornya, dia cek jam berapa kita check in hari itu dan dengan baik hatinya dia bilang akan kasih penerbangan ke Yangon lagi buat kita dan GRATIS!...uhuyyy, sorak sorai. Tapi tunggu dulu, ternyata penerbangan berikutnya ke Yangon itu cuma ada besok pagi di jam yang sama. Huwooo...kudu nginep dah semalam lagi di KLIA2 gituh?.

Diskusi singkat dan padat sama suami, mau diambil aja tuh tiket ganti tapi keluar duit lagi buat nginep di Tune Hotel atau mau diambil tapi tidur ngemper di bandara?. hahaha...pilihannya harus tetep diambil lah ya itu tiket pengganti gratisannya, udah sejauh ini gitu loh. Kecuali kalau kita disuruh bayar lagi nah pulang dah kita ke Jakarta. 
Akhirnya diputuskan untuk pesan kamar lagi di Tune Hotel, karena kita males bersakit-sakit dahulu dan bersenang-senang kemudian. Maunya ya bersenang-senang aja terus...Udah cukup lah ya drama lari-lari dan ketinggalan pesawat ini.

Udah urusan tiket beres, saya bagi tugas sama suami, dia ngurus print boarding pass ke Customer Service AA dan saya ngambil bagasi kita yang tadi udah diturunin lagi dari pesawat. Eh ternyata banyak bok bagasi yang dturunin dari pesawat dan bukan hanya dari yang rute kita melainkan rute lainnya.

Abis itu kita check-in lagi ke Tune Hotel yang dengan baik hatinya walaupun masih jam 10 pagi itu kita udah bisa masuk kamar, mungkin kasian lihat tampang sepasang gembel tapi keren kelelahan abis maraton ngejar pesawat ini. Kita tidur lagi dong, capek bok secara pagi buta udah bangun juga kan. Baru kisaran jam makan siang kita keluar hotel dan nyari makan lagi di Getaway Mall. Asli ampe hafal loch sama lokasi toko-tokonya. Makan siang di Subway abis itu mulai diskusi mau ngapain, secara ya mosok di KLIA2 aja dong sampe besok Subuh lagi.
Pergilah kita ke lantai bawah dimana letaknya konter-konter sewa mobil dan bus. Mau ke pusat kota KL kok ya males, kebayang isinya gitu ajah. Googling dong, nemu tempat lumayan menarik di area Sepang ini; AVANI Sepang Gold Coast, semacam resort tapi tempatnya kayaknya bagus buat mimik cantik dan sunsetan, di sekitar situ juga ada beberapa lokasi jajan yang menarik, cuma kayaknya harus naik mobil kesananya karena ngga ada rute bus kesana. 

Food Court di KLIA2
Nanya lah harga sewa mobil, ternyata lumayan ya, seharian itu rata- rata kasih harga RM 130-160 untuk mobil Perodua VIVA yang paling murah. Belom termasuk bensin. Terus suami tetiba males dong nyetir. Segala bujuk rayu dikerahkan, akhirnya luluh, mau juga dia nyetir, udah nawar nih setengah mati akhirnya boleh sewa 8 jam aja itu RM 100, jadi deh keluarin kartu kredit mau transaksi. Si engkoh rentalnya minta SIM dong...ngubekin dompetlah tuh pak suami, kaga bawa dong...dueng!. Katanya sih ketinggalan mungkin di dompet satunya di kamar hotel. Pergilah dia ke kamar hotel, lama tuh baru balik kisaran setengah jam kemudian, nah..sejujurnya nih ya eke curiga ini akal-akalan montir dese aja nih males nyetir, bilangnya ternyata dompet itu ngga kebawa ketinggalan di Jakarta.

Hiyuuuukk mareeee...muke eke asem, muke si engkoh rentalnya lebih asem lagi. Gagal dah. Udah fix lah kita ngabisin hari di KLIA2 ajah.
Panggung acara peresmian bancadara KLIA2
Akhirnya kita malah nontonin upacara peresmian bandara KLIA2 ini yang mana banyak pejabatnya gitu deh sampe kita bolak balik diusir ngga boleh jalan di rute protokoler. Acaranya ya standar lah, seremonial gitu. Abis itu balik hotel, tidurrrr. Bangun-bangun udah magrib en kelaperan, balik lagi ke Food Court Getaway yang lokasinya paling deket dari Tune Hotel, abis itu balik kamar en tidur sampe bangun keesokan hari itu udah dari jam 4 pagi dong kita stand-by di konter check-in AA.

Berulang lagi dong drama visa exemption itu persis kayak sehari sebelumnya. Akhirnya kita berhasil juga diijinkan boarding tanpa visa ke Myanmar. Imigrasi pagi itu ngga ada masalah kayak kemarin. Jam 5 pagi kita udah nongkrong di ruang boarding, saya mengisi waktu untuk menuliskan draft postingan ini di ruang tunggu sampe akhirnya kita berangkat juga ninggalin KLIA2 menuju ke Yangon.

11 comments:

  1. bagus ya klia ini...

    wah lu suka subway ya. sama kayak andrew. tiap kali minta ke subway mulu tapi selalu kita tolak. huahahaha

    ReplyDelete
  2. Wew 2 hari di KLIA2 pasti rasanya bosen. Dua jam transit disana aja rasanya membosankan dan kalau malam agak spooky ga siyh dibagian ruang tunggunya, secara sepi dengan cat sangat monoton.
    Yang nyaman memang duduk-duduk di mall nya. Tapi bener banget kalo boarding gate nya kebagian paling ujung, hmmm... kebayang lari-larinya kayak apa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bosen bgt..tp klo dbandingin jmn msh LCCT sih mndingan skrg.

      Iya tuh jauh bgt tmpt boardingnya

      Delete
  3. Salut bener dah buat Air Asia. Walaupun maskapai LCC, mereka selalu berusaha tidak mengecewakan pelanggannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bok, sejujurnya kita kaget bgt loh sewaktu mrk kasih gratis aja gtu penggantian tiketnya, pdhl tix kita tuh tix promo.

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pesannya online karena mereka tidak terima pesan kamar walk-in

      Delete
  5. :))) I feel you Mbak. Dulu juga pernah nyaris ketinggalan pswt dr KLIA2 ke Jogja (untung cm nyaris). Gimana hrs lari2 sejauh beberapa kilometer utk sampai ke gate nya dgn lari sekencang2nya sambil geret koper. Untung baru pd antri msk pswt. Koper kami yg hrsnya msk bagasi jd msk cabin aja krn wkt itu udh ditutup check in baggage nya x)) untung boleh.. antri cek paspor emg paling nyebelin krn panjang bgt antriannya. Untung ya mau diganti tiketnya Mbak :D
    Anyway, salam kenal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul, jauh bgt deh itu jaraknya di KLIA 2 itu ke boarding gate dari imigrasinya.
      Thanks udah visiting this blog ya...ini mau kenalan gimana deh, namanya pake Anonymous gini :)

      Delete
  6. Hari ini saya yg ketinggalan pesawat ke yogya hahahaha....

    ReplyDelete

Boleh kok komen apa aja, nanya apa aja, curcol jg boleh. Minta di blogwalk jg boleh. Yang ga boleh itu pasang link ke website jualan ya. Tolong punya etika, jangan numpang iklan gratisan.

Spam komen link jualan = Delete.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog