badge

Puncak Trip : Cimory dan Jagung Bakar

Makan di Cimory kali ini bukanlah karena kita suka banget ama masakannya tapi lebih karena lokasinya dekat dengan villa tempat kita menginap long wiken ini di Mega Mendung. Ini juga bukan kunjungan kita yang pertama makan di Cimory, beberapa tahun yang lalu pernah juga makan di Cimory yang letaknya lebih ke atas lagi dekat Taman Safari, lokasinya sebelah kiri kalau dari arah Jakarta, sementara yang kali ini kita kunjungi adalah yang Cimory Riverside yang memang lebih besar dan lebih luas parkirannya, letaknya di sebelah kanan kalau dari Jakarta.

Memang kalau ditanya dari segi rasa ya masakan di Cimory ini biasa banget. Abis gimana deh itu rata-rata yang dijual adalah makanan beku yang mereka juga jual di tokonya kayak sosis, chicken cordon blue, lumpia tahu, mantau dan sebagainya termasuk juga saus mayones yang disajikan, ini juga berlaku dengan sebagian menu minuman yang disajikan tentunya mereka menyediakan milkshake, yogurt blend yang juga menggunakan produk kemasan susu dan yogurt yang mereka jual juga. Jadi beneran ngga ada yang spesial juga. Menu makanan dan minuman lainnya yang ngga menggunakan produk bekunya juga biasa aja. 

Asam-asam Iga.

Saya pesan Asam-asam Iga yang saya asumsikan ngga pake produk bekunya dong, hasilnya yang dateng ya biasa aja, iganya keras dan kuahnya juga ngga berasa kayak Asam-asam. 
Giant poop sausage..hahahhaa.
Sosis yang dimasak sih lumayan deh merk Kanzler itu tapi ya itu juga dijual di tokonya kok jadi ya berasa kemahalan aja makan disini dengan segala bahan yang sebenarnya bisa kita masak sendiri.
Akhirnya kita beli juga tuh sosis German Bockwurst nya buat ngemil di villa beserta beberapa botol yogurt.
Photo moment gratisan :)
Emang sih kelebihan Cimory ini ya lokasinya. Selain strategis juga karena mereka buat tempatnya menyenangkan buat anak-anak dengan toko suvenir maskot sapi, toko penjualan produknya serta pemandangan pinggir sungai membuat resto ini jadi favorit keluarga dengan anak kecil.
Cimory pinggir sungai.

Menu makanan yang disajikan juga yang biasa dimasak dirumah kalo lagi males kan..tinggal masukin sosis ke penggorengan pake mentega atau minyak, voila jadi deh. Ngga pake mikir.

Eniwei setelah makan malam yang tidak memuaskan di Cimory ini kami pun lanjut naik ke Puncak pass, bermacet-macetan demi jagung bakar, iya betapa mainstreamnya..hahhaha. Udah gitu ujan rintik pula ya tambah cocok lah dengan klise romantisme Puncak..hahaha.
Tongsis moment :)

Warung jagung bakar yang kita datengin kok ya pas banget ngga bisa ngebakar sendiri jagungnya, jadi mereka nebeng gitu ke warung sebelahnya. Soal rasa sih biasa aja, kita pesan yang pedas manis, yang ada rasanya kok pedas doang dengan saos sambel yang kebanyakan, pesen minumnya bandrek dan ovaltine panas.

Jagung bakar.
Ngga lama sih kita disitu, abis dingin dan udah malem juga. Untungnya jalur turun ngga macet.




0 comments:

Boleh kok komen apa aja, nanya apa aja, curcol jg boleh. Minta di blogwalk jg boleh. Yang ga boleh itu pasang link ke website jualan ya. Tolong punya etika, jangan numpang iklan gratisan.

Spam komen link jualan = Delete.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog