badge

Proses Imigrasi di CGK lebih cepat dengan Autogate

Mungkin agak ketinggalan jaman kali yah kalau mau cerita soal Autogate  di Imigrasi bandara Soeta ini, biarin deh ah, daripada ngga ada bahan ngeblog kan yah.
Sebenernya udah tertarik untuk nyobain Autogate dari waktu pertama kali melihat keberadaan booth pendaftarannya di dekat konter imigrasi Bandara Soekarno Hatta, sekitar awal tahun ini lah sewaktu mau ke Singapura juga, cuma seperti biasa ya, berhubung dateng ke bandaranya mepet jadilah agak males juga buat daftarin paspor saya ke boothnya itu. Namun setelah tadi tahu prosesnya ngga sampai 5 menit, agak nyesel juga kenapa ngga dari dulu daftar Autogate ini.
Jadi tadi awalnya saya mencoba daftar paspor untuk Autogate imigrasi dengan bertanya; ini bayar berapa? eh, ternyata gratis kok. Pertama kita cukup memberikan paspor kita (yang masih berlaku ya, jangan yang udah expired tentunya, paspor kita sudah harus berupa paspor yang memiliki biometrik) kepada petugas. Lalu paspor kita discan dan dicatat dalam komputer sebentar, setelah itu kita akan diminta untuk melakukan proses scan sidik jari. Nah, seperti yang udah-udah kejadian setiap kali harus scan 4 sidik jari (telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking), ini entah kenapa telapak tangan saya susah banget komprominya. Bolak balik ngga berhasil, ditandai dengan lampu LED di alat pemindainya kuning melulu, bukan hijau. Akhirnya dicobalah hanya dengan kedua jari telunjuk saja, eh berhasil! Si lampu LED alat pemindainya menyala hijau!..fiiiuhh.. Setelah paspor kita dicap kecil : "Autogate", maka selesailah proses pendaftarannya, sebentar banget kok, terutama kalau memang ngga ada drama susah scan sidik jari tadi itu. Paling sekitar 5 menitan aja kok. Apalagi tadi juga tidak ada antrian daftarnya.
Paspor yang dicap ; Autogate di bagian paling belakang.
Setelah paspor kita terdaftar ini, jika kita bepergian keluar negeri melewati bandara/pelabuhan di Indonesia yang sudah memiliki mesin Autogate ini maka kita tidak perlu mendaftar lagi untuk menggunakan Autogate ini, cukup 1x daftar saja. Oiya setelah pendaftaran selesai, petugas menawarkan untuk mencoba proses Autogatenya di kios simulasi Autogate yang tersedia di sebelah meja pendaftaran. Saya pun mencobanya dengan semangat, ternyata berhasil!. Lalu saya pun langsung menuju deris imigrasi alias Autogate ini dengan gembira, bayangkan saja di sisi kiri saya itu konter imigrasi penuh banget orang antri untuk melewati imigrasi bandara, menunggu giliran ditanya petugas dan di cap imigrasi di paspornya, sementara dengan Autogate Imigrasi ini saya bisa hemat waktu banyak sekali dan tidak perlu antri!. What a breeze!. Berasa punya member Sapphire!.

Proses Imigrasi dengan Autogate ini mudah banget. Autogate Imigrasi, atau Pintu Otomatis Imigrasi ini tidak ada petugas yang menjaga, kita cukup melangkah masuk kedalamnya, ada jalurnya khusus lho, jangan sampai ketukar dengan jalur pintu khusus untuk Sapphire yang harus berlangganan mahal itu. Ada dua pintu pada tiap jalur Autogate. Saya masuk melewati pintu pertama lengkap beserta tas bawaan sampai melewati tanda. Lalu tempelkan paspor kita dalam posisi terbuka dan terbalik (sampul hijau menghadap atas) yaitu halaman yang berisi biometrik identifikasi dan foto kita ke mesin scan/pemindai, letak mesin itu ada di sisi kanan pada saat kita masuk, cukup ikuti petunjuk yang muncul di layar monitor di atas mesin pemindai itu, setelah berhasil memindai paspor kita maka berikutnya akan meminta untuk memindai sidik jari telunjuk kanan kita. Jika semua proses identifikasi telah berhasil maka pintu di depan kita akan terbuka dan selesailah proses imigrasinya,...cepet banget! Jika semua berjalan lancar, mungkin sekitar 2 menit saja. Kalau ada kesulitan pada proses di Autogate sebenarnya akan ada 1 orang petugas yang stand by untuk membantu kok, jadi jangan kuatir. 

Seneng deh tidak perlu antri lama dan panjang lagi, jadi tadi masih sempet 1,5 jam leyeh-leyeh di Citibank Lounge, makan gratis sampe kekenyangan. Cuma kalau dulu paspor jadi cepet penuh dengan cap Imigrasi Cengkareng, setelah daftar Autogate Imigrasi ini jadi berkuranglah koleksi cap Imigrasi Indonesia saya, hehehhee.

Sepertinya keberadaan imigrasi mnggunakan Autogate ini baru ada di bandara internasional Soekarno Hatta saja Terminal 2 saja, mungkinkah Terminal 3 menyusul ? juga bandara internasional lainnya di Indonesia juga cepatlah pasang Autogate semua.





6 comments:

  1. maaf, mau nanya, kemarin waktu saya buat passport di imigrasi sidik jari kelingking saya tidak terdeteksi, jadi yang terdeteksi hanya 9. menurut pengalaman mbaknya, apakah ini akan bermasalah jika saya ingin apply visa? karena saya akan apply visa amerika untuk kepentingan bekerja di kapal pesiar, kesulitan apa yg kira kira akan saya dapatkan? terima kasih, saya tunggu jawabannya, btw nice blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga masalah kok. Tiap visa yg butuh 10 fingers print pasti direkam lg di kedubesnya masing2.
      Thank u udh mampir ya..sering2 mampir lg..hehehe

      Delete
  2. Hai mba.. Salam kenal..
    Masih bingung nih manfaat autogate. Misal kita pergi dr soetta pake autogate. Pergi setaun ke eropa. Pas pulangnya landing di bali ga ada autogate, kita bisa ga lewat imigrasi biasa? Trus ditanya ga kok ga ada cap exit indonesianya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga akan jd masalah kok. Kan paapor kta sdh teregister di siatem klo kluar imugrasi dr indonya via autogate. Jd mw plg lg msk indo via manapun ga akan jd masalah selama komputer sistem imigrasi indo nya nyala. Klo lg mati lampu/internet down yg repot.

      Delete
    2. thanks ya mbaa sudah direspon :)
      sama mau nanya kebalikannya..misal brgkt pake manual...(berarti kan stamp aja), kemudian pulang / masuk indo pake autogate... nanti kan berarti dia blm pernah input data bahwa aku brgkt (krn manual), si mesin bakal kasih warning ga kl dia ga bisa ngedetect kapan kita out dr indonesia? males aja make a scene sama petugas imigrasi ahaha

      Delete
    3. Lho siapa blg kalo manual pake stamp itu ga masukin data jg? Lha dia ngetik2 dan swipe paspor kita di komputernya itu apa?..ga usah kawatur lah..imigrasi kita selama kota besar sih udah bagus.

      Delete

Boleh kok komen apa aja, nanya apa aja, curcol jg boleh. Minta di blogwalk jg boleh. Yang ga boleh itu pasang link ke website jualan ya. Tolong punya etika, jangan numpang iklan gratisan.

Spam komen link jualan = Delete.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog