badge

Perjalanan Bis ke Malaka dari Singapura

Bis keren nan resik.
Sebagai bagian dari acara ngintil suami pergi outing kantor, saya merencanakan lanjut perjalanan ke Malaka-Malaysia dari Singapura, karena jalan darat jadi perjalanan moda transportasinya ya bis/alias coach bus seperti halnya perjalanan kita ke Johor Bahru, namun kali ini kita tidak beli paket bis tapi beli ketengan aja tiket bis pergi pulangnya dari online.

Akhir-akhir ini saya jarang banget terlalu merencanakan perjalanan sampai terlalu detil dari jauh-jauh hari, apalagi karena ini 'cuma' ke Singapura dan 'Malaysia' sepertinya ngga terlalu perlu persiapan. Saya cuma sedikit googling aja untuk cari tiket bis dari Singapura ke Malaka plus browsing Agoda untuk pesan hotel di Malaka. Hotel di Singapura sih ngikut rombongan kantor suami ajah, di Beary Best Hostel, kawasan Chinatown, persis depannya MRT Chinatown.
Tampilan coach bus ke Malaka.
Untuk perjalanan pergi dari Singapura ke Malaka saya beli sekitar 3 hari sebelum kita berangkat ke Singapura, setelah saya dapat kepastian jadwal outing suami yang sudah kosongnya kapan. Perjalanan ke Malaka ini kita naik bus dari Luxury Coach Service (LCS), harganya SGD 34 per orang (sekali jalan) pesannya di www.easibook.com gampang banget, tinggal pilih rute, tanggal berangkatnya dan juga pilihan kita mau berangkat dan turunnya dimana (rata-rata pilihan berangkat dari Singapura adalah dari ; Golden Mile Complex, Beach Road, Queen Street Terminal dan Concorde Hotel, dan pilihan turun/tiba di Malaka ada di Malaka Sentral, Express Terminal, Equatorial Hotel, Casa del Rio, Renaissance dan Ramada hotel) mereka menyediakan segala macam rute bis dari Malaysia dan Singapura.

Tempat nunggu dan daftar ulang Luxury Coach bus
Pilihan saya untuk berangkat jam 8 pagi dari Singapura, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam, diprediksi sampai di Malaka akan sekitar jam 12 siang. Ada beberapa pilihan bus yang tersedia untuk jam berangkat tersebut. tidak cuma dari Luxury Coach aja, tapi ada juga yang lebih murah kok, cuma saja dari review yang sudah saya baca LCS ini salah satu yang terbaik dan nyaman, berhubung saya suka males jalan darat, saya cari yang paling nyaman juga, yang terutama kenapa saya pilih LCS ini adalah karena bis ini tiba di Malakanya di Hotel Equatorial, di tengah/pusat kota, bukan di Malaka Sentral/Express Terminal bus. Lumayan irit tenaga dan duit untuk perjalanan dari terminal bis ke pusat kota lagi. Selain itu LCS ini juga berangkatnya dari Singapura dari Concorde Hotel, Orchard yang mana saya lebih suka ke Orchard ketimbang ke Golden Mile atau area Bugis lainnya itu.

Pembayaran tiket di easibook.com cukup dengan kartu kredit, tapi pastikan pengguna kartu kreditnya juga ikutan dalam perjalanan. Setelah pembayaran terkonfirmasi, jangan lupa untuk print bookingannya untuk check in nanti.Untuk jadwal LCS dari Singapura ke Malaka hanya 1x sehari yaitu jam 08.00 dan jadwal kembali dari Malaka ke Singapura juga hanya 1x sehari yaitu pukul 16.30.

Perjalanan berangkat ke Malaka dimulai dengan drama kesiangan bangun!, seharusnya jam 7 pagi diremcanakan sudah berangkat dari Beary Best Hostel, eh malah baru bangun dong! Itupun saya dibangunin suami!..alarm yang sudah dipasang dari semalam ngga bunyi !, kesel deh. Setelah buru-buru mandi dan beberes akhirnya kita langsung cari taksi depan hostel yang mana ternyata susah banget! Jarang banget taksi baik kosong ataupun ada penumpangnya sekalipun yang lewat depan hostel kita di sepagi itu!. Udah jam 7.20 dan super panik karena tidak kunjung dapet taksi, akhirnya jalan ke perempatan, baru deh akhirnya dapat taksi. 
Ayo antri!
Setibanya di depan Concorde Hotel (Kramat lane taxi) eh ternyata meja konter check in bis kita baru dibuka dong, cuma ada 1 meja doang sih kayak podium valet service gitu. Malah kita berdua jadi orang pertama yang check in, padahal sewaktu kita datang itu sudah ada beberapa orang juga yang nunggu. Alhamdulillah ngga jadi telat, padahal tadi udah pasrah, sempet mikir bakalan harus beli tiket bis lagi kalo telat nyampe, ternyata cuma 10 menit aja dari hostel kita di Chinatown kesitu.
Bis kita datang sekitar 10 menit kemudian, ternyata ada 2 bis, yang satu double deck, atas bawah ada tempat duduk penumpangnya dan satu lagi cuma ada deck penumpang di bagian atasnya, nah ternyata bis kita itu yang terakhir. Keren banget deh bisnya bersih, lega, wangi, AC-nya juga pas tidak terlalu dingin, tempat duduknya nyaman dan empuk kayak di pesawat, malah ada TV mini disetiap tempat duduknya! Keren banget!. Sewaktu beli tiketnya saya diminta pilih nomor tempat duduk dan saya pilih 1A-1B yang ternyata paling depan, wuih asik banget viewnya udahlah tempat duduknya di deck atas, paling depan pula, jadi berasa banget leganya. Setelah dibagikan stiker penanda kita rombongan bis ini lalu pak supirnya memberitahu informasi terkait imigrasi, lalu kita dibagiin air mineral gratis 600ml buat masing-masing penumpang.
Bis berangkat persis pukul 08.00..memang deh hebat Singapura soal ketepatan waktu, pantesan dia jadi negara yang paling maju di Asia Tenggara ini. Perjalanan kita menuju Tuas Check Point sekitar 1 jam, untuk keluar imigrasi Singapura ini kita tidak perlu membawa turun semua tas bagasi kita dari bis, cukup tas tangan aja dan jangan lupa paspor. Proses imigrasi cukup cepat karena masih pagi tidak ada antrian. Ini adalah perjalanan saya yang ke 4x-nya ke Malaysia dari Singapura yang lewat jalur darat, dan ini adalah proses tercepat yang pernah saya lalui, kurang dari 8 menit saya sudah duduk manis lagi di dalam bis!. Di Imigrasi Malaysia malah lebih cepat lagi, sekitar 5 menit aja! Itupun udah pakai diajak ngobrol sama petugas Imigrasinya yang nanya-nanya udah pernah ke Malaysia bagian mana aja, yang ternyata dia bilang kampungnya di Kuching sewaktu saya menyebutkan Kuching sebagai salah satu kota yang pernah saya kunjungi di Malaysia. Jangan lupa untuk mengambil lagi Kartu Kedatangan Singapura pada saat di Imigrasi Singapura karena diperlukan saat kembali masuk ke Singapura, tapi oleh pak Kondektur bis juga dikasi lagi sih, sekalian dia tanya kita mau turun di Equatorial atau Casa Del Rio.

Food court perhentian sarapan.
Kandas cita-cita mau sarapan karena ngga punya Ringgit.
Perjalanan ini sempat ada istirahatnya sekitar 20 menit setelah melewati Imigrasi Malaysia, lumayan untuk ke toilet dan sarapan pagi karena dari situ masih 3 jam perjalanan lagi, jadi sebaiknya sarapan disitu aja, tapi pastikan sudah punya uang Ringgit Malaysia karena di Rest area itu tidak ada ATM ataupun Money Changernya, kita tuh sebenarnya ada Ringgit Malaysia, tapi ditaruh di bagasi, lupa mau ngeluarin, yang ada udah bengong doang nontonin orang pada makan, mana food courtnya banyak pilihan mulai dari bapao sampai kueyteow en nasi hainan, hadeh..ngeces, sementara sarapan kita cuma Loacker wafer dark choco yang dibeli di Mustafa malam sebelumnya. 
Food Court rest area-Johor.
Sedia segala penganan ala Malaysia.
Selama perjalanan sejak keluar dari Rest Area hingga masuk Malaka itu kita berdua tidur, secara ngantuk banget semalam udah pulang jam 2 pagi, malam sebelumnya juga begitu. Jadi tau-tau udah sampe Malaka ajah, lebih cepat 30 menit dari perkiraan, jam 11.30 kita udah sampai ! Ngga berasa saking nyamannya perjalanan. Si kondektur ngingetin kita turun di Equatorial yang ternyata salah satu hotel mewah disitu lho! Pantesan tuh kondektur sama supir sampe nanya kita 2x apa benar kita nginap disana. Hahahaha...kaga percaya yah mereka ngeliat gaya gembel kita bakalan sanggup nginep disitu. Padahal kita dapet murah banget loh dari Agoda.

Lobby Equatorial Hotel.
Untuk perjalanan pulang, tiket bus dari Malaka ke Singapura saya beli lebih mepet lagi, cuma di hari H-nya kita berangkat ke Singapura, pagi-pagi langsung beli buru-buru setelah akhirnya konfirm kita mau pulang dari Malaka jam 10 pagi aja, takutnya kalau kesiangan juga terlalu mepet dengan jadwal pesawat kita kembali ke Jakarta dari Singapura, emang sih cuma 4 jam dari Malaka, tapi ya jaga-jaga aja kan ya. Tiket pulangnya saya tidak beli lewat easibook lagi tapi dari Bus Online Ticket.

Alasannya karena dari jadwal bus yang ada di Easibook tidak ada yang cocok buat saya. Akhirnya saya beli tiket bus dari 707 Travel Group Melaka, berangkat jam 10.00 dari Melaka Sentral bus terminal, tiba di Singapura sekitar jam 14.00 di Queen Street Terminal.

Harga tiketnya lebih murah dari LCS, sekitar SGD 22 per orang sekali jalan (kalau beli langsung di Melaka Sentral harganya RM 45).
Perjalanan dari Equatorial Hotel ke Melaka Sentral terminal kita naik taksi, ngga pakai argo tapi tarifnya RM 18, lumayan abis ternyata kita lagi-lagi kesiangan bangun!. Duilee..dasar kebluk ya, alarm udah bunyi dari jam 6 pagi tetep ajah 8.45 baru kebangun dan kaget karena seharusnya jam 9 pagi itu kita udah harus check out dan berangkat ke Melaka Sentral!.

Akhirnya sampai Melaka Sentral jam 9.35, lumayan jauh juga dari hotel kita, tempatnya mirip Gambir sih, di dalamnya ada beberapa restaurant lokal dan McDonalds juga, plus toko-toko, jadi konsepnya mirip Terminal Blok M kali yeh, cuma lebih bersih aja. Saya langsung menuju konternya 707 Travel Group untuk check in. Cuma ditandain aja kertas print-outnya, ngga ada stiker penanda rombongan, ngga ada air mineral gratis, hiks. 
Bus 707 Travel Group ternyata ngga sekeren LCS, hiks..biasa banget aja kayak bis executive AC di Indonesia kayak Lorena gitu kali ya (ketauan ngga pernah jalan-jalan lintas propinsi pake bis, hihihi...tempat duduknya ngga terlalu lega, terus kebersihannya sih jauh ya, tempat duduk kita nyaris paling belakang itupun memang karena saya milihnya nomor 9-10 sih, bagian pintu darurat dengan harapan lebih lega, ternyata sama ajah. Beda banget deh perjalanannya kali ini tidur ngga bisa, AC lebih dingin soalnya diluar hujan plus ngga ada jeda istirahat samasekali diperjalanan kecuali berhenti di Imigrasi. Untuk imigrasi keluar Malaysia, kita tidak perlu bawa bagasi, tapi di Imigrasi masuk Sngapura semua tas dan bagasi harus dibawa. Perjalanan sebenarnya cukup lancar, tapi tidak seperti perjalanan berangkat yang melalui Tuas Check Point, kali ini bisnya melewati Woodlands Check Point, saya sebenarnya lebih suka Tuas, karena di Woodlands ini membingungkan arahan untuk ke tempat bisnya. 

Kita sampai di Queen Street Terminal bus Singapura sekitar jam 14.00, terminalnya kecil, letaknya sekitar 500 meter dari Bugis Junction, jadi kalau mau naik MRT terdekat ya tinggal jalan kaki aja kesana. Sewaktu kita sampai terminal itu agak celingukan juga sih bingung baca petanya, padahal udah jelas banget ternyata arah Bugis MRT ditunjukkan oleh papan petunjuk jalan. Hedeh.


Book your Coach Bus at Easybook for more convenience.


17 comments:

  1. Saya pernah mbak naik Lorena Jakarta- Yogya, asli menderita tapi lucu kalau dikenang http://www.cipuceb.blogspot.com/2013/08/long-trip-for-long-weekend-small-note.html

    Kalau perjalanan bus yang paling empuk menurut saya selama di Indonesia adalah perjalanan saya dari Mamuju ke Makassar yang lamanya 12 jam, jalan berliku dan berlubang namun tidak terasa karena busnya pake sistem air suspension dan seat nya nyaman banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya naik bus di Indonesia untuk perjalanan jauh palingan kalo ikut tour sama kantor atau rombongan, yg udh disewa gitu. Atau terakhir itu thn 2009 ke Karimunjawa, asli capek bgt, kapok bener..

      Delete
  2. ih jadi inget trip aku naik bis cross border juga kak, waktu itu singapur - johor bahru doang sih. kalo ga salah dari Woodlands ke Johor Bahru sekitar 2SGD lebih malah dari pada harga dari Johor Bahru ke Sinagpurnya cuma 2RM. Beda lagi waktu KL - Melaka cuma 9 RM pas baliknya Melaka - KL malah 11 RM aneh yah harga PP bisa beda-beda gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Helo, aduh mosok gw barubales komennya, maaf ya klupaan.

      Iya ke johor pun pp bisa beda harganya, mungkin karena beda kuts juga yah

      Delete
  3. waah, busnya nyaman ya itu kayaknya. gak kayak bus jarak jauh yang di indonesia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emberr, bner sih itu, hihihi. Belum pernah naek bis senyaman itu klo di negara sendiri

      Delete
  4. Mbaa vari.. mau nanya kalau beli tiket di easy book pas dibagian check in nnti hrus nunjukin CC lg ya mba ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi riris, waktu itu sih ngga ya, cuma disuruh kasih liat paspornya, asums saya mau nyocokin dengan data bookingan.

      Delete
    2. Oohh gitu.. iya mba soalnya saya mau booking tiket bus nya di easybook jg. Cmn msalahnya saya ga punya CC .. jd mau pinjam CC sodara .. takut nya kalau disana diminta tunjukin CC nya ntr.hehe

      Delete
    3. Oh gitu, coba baca2 aja dulu di websitenya easy ook bagian FAQ nya mungkin ada pencerahan soal itu, mnrtku sih safenya ya pake kartu sendiri. Pake kartu debet jg bisa kok asalkan debet VISA or Mastercard bukan BCA kan lokal bank ya.

      Delete
  5. Mba perjalanan bus dri spore ke Kl brpa jam y mba ?

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Mba, aq mau tanya. kalo aq rencanany mau pesen jg lwt easibook. nanti tiketnya ambil dimana mba ?di terminalnya ada org easibokny mba atau aq langsung ke agen busnya gitu mba? soalnya aq ada rencana liburan jg kesana. pengennya naik bus jg gitu mba. mohon info mba thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduh maaf ya saya baru ngeh ada pertanyaan ini, abis anonymous sih kirain spam.
      Tiketnya diambil di kiosnya yang ada di terminal

      Delete
  8. hmm , emanng ga bosen mba naek bus ke SG yah ? haha

    kemarin sih aku juga abis ke sana mba , enak sih tapi naek pesawat ga beda jauh harganya sekitar 36 SGD... :D
    mungkin buat rekomenasi aja mba , coba aj cek di www.airpaz.com . Mana tau bisa membantu mba , buat nyari tiket murah nantinya heheh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang ada ya pesawat dari Malaka ke Spore? itu kan deket bgt dan buang waktu buat urusan check in dll nya kalo naek pswt juga..
      aku dah pernah coba airpaz kok, biasa aja mnrtku sama aja kayak skyscanner, tergantung pas lg ada hrg murah atau ngga aja

      Delete

Boleh kok komen apa aja, nanya apa aja, curcol jg boleh. Minta di blogwalk jg boleh. Yang ga boleh itu pasang link ke website jualan ya. Tolong punya etika, jangan numpang iklan gratisan.

Spam komen link jualan = Delete.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog