badge

Bangkok Trip : Asiatique Riverfront: Belanja, Makan dan Hiburan

Masih di Bangkok, dan kedua teman saya masih penasaran dengan pasar malam di Bangkok, sebenarnya banyak sih pasar malam di Bangkok ini tapi saya sendiri agak malas kalau ngulang ke pasar malam yang sudah pernah saya datangi di Bangkok ini. Salah satu pilihan mereka sebenarnya ke Suan Lum, tapi terus ternyata gagal ke Suan Lum/Lumpini Night Market karena ternyata itu pasar malam Suan Lum udah tutup dari tahun 2011 (eaaa, kemana aje gw ya..ketinggalan apdet banget) akhirnya diputuskan untuk nyobain salah satu pasar malam yang lumayan baru di Bangkok, yaitu Asiatique The Riverfront. Tempat ini menawarkan bermacam tempat makan, belanja dan hiburan malam, karena memang bukanya hanya dari jam 17.00 hingga 23.30 aja, jadi ngga usah terlalu semangat untuk kesana siang hari lah ya. Tapi emang kebayang sih kalo tempat ini dibuka dari siang hari mah panasnya minta ampun deh! Tau kan betapa panasnya Bangkok?. Mana lokasinya itu dipinggir sungai Chao Phraya yang kalau malam aja udah bau banget dan kayaknya kotor...hiiii, gimana liatnya kalau siang-siang??. 

Cara menuju Asiatique The Riverfront ini sebenarnya gampang banget, tinggal naik BTS aja arah ke BTS Saphan Taksin, turun dari situ ikutin petunjuk ke arah dermaga/pier Sathorn (Taksin) atau ambil arah kiri, di sudut ujung sebelah kiri nanti akan ada jalur untuk menuju Asiatique, ada 2 layanan kapal yang menuju kesana; Public boat yang gratis dan satu lagi yang bayar 20B per orang kalau malas dengan antrian yang Public Boat. Kapal gratis menuju Asiatique dari dermaga Saphan Taksin ini cuma ada dari pukul 16.00 hingga 22.30 aja.

Perjalanan naik kapalnya sih bentar banget paling cuma 30 menit deh, antrinya yang lama..tapi tertib kok dan mereka merhatiin banget keselamatan jadi jumlah penumpang akan sama dengan jumlah tempat duduk yang ada. Kapalnya lumayan bersih dan yang menyenangkan adalah juga disediakan jaket pelampung dan penumpang diwajibkan untuk menggunakannya walaupun banyak juga penumpang lokal yang males gitu buat pakai sih.

Sepanjang perjalanan di kapal kena angin sepoi-sepoi dan semilir bau sungai Chao Phraya yang lumayan 'sedap' gitu deh, mendekati Asiatique The Riverfront baru mulai terlihat cantiknya dengan lampu-lampu kerlap kerlip di sekeliling areanya. Ada

Asiatique The Riverfront ini dibangun dari bekas dermaga the East Asiatic Company, perusahaan ekspor kayu jati tahun 1900 an, makanya model aristekturnya juga memanfaatkan gaya pergudangan (warehouse) masa lampau. Ada sejumlah gudang yang digunakan sebagai wilayah restoran, perbelanjaan dan juga hiburan malam, total ada 10 gudang (warehouse) yang berada disini. Luasnya sekitar 29 acre (entah dalam satuan metrik berapa silakan diitung sendiri) dengan kurang lebih ada 40 restoran disini mulai dari masakan khas Thailand sendiri hingga masakan ala Eropa ada semua. Demikian juga buat penggila belanja, disini bisa ditemukan sekitar 1500 toko, udahlah berbagai toko pernak pernik mulai dari perhiasan, suvenir khas Thailand, kerajinan tangan, baju, tas, hingga koper ada semua disini. Bahkan juga ada toko ponsel, farmasi dan obat-obatan tradisional. Buat yang suka belanja baju disini malah ada district khusus dinamakan Fashion District yang memiliki sekitar 500 butik. Kalau dibandingkan dengan pasar malam lainnya tentunya harga di Asiatique ini lebih mahal tentunya. Kalaupun malas belanja ada juga area hiburan dimana disini juga kita bisa menonton pertunjukan Ladyboy yang terkenal yaitu Calypso Ladyboy Cabaret tapi tiketnya lumayan mahal sih sekitar 1200 B jadi kami cuma ngelirik loketnya aja ngga jadi beli, hahahaa..saya sendiri sudah pernah 2x menonton pertunjukan kabaret seperti ini di Bangkok dan di Pattaya, jadi udah ngga terlalu penasaran sih. Ada juga pertunjukan Joe Louis Puppet Theatre, yang ini kita cuma numpang lewat doang sama sekali ngga lihat-lihat sih. Padahal sebenarnya saya sih kepengen nonton juga itu wayang boneka Thailand, tapi sepertinya memang temen saya yang berdua ini bukan penggemar nonton beginian.
Sebenarnya menurut saya yang paling menarik dari Asiatique The Riverfront adalah Bianglala raksasa/ferris wheel-nya, modelnya mirip dengan London Eye ataupun Singapore Flyer, cuma ini versi lebih kecilnya aja. Untuk naik Bianglala ini ya harus bayar, ngga ada yang gratis di dunia ini broh...hahaha, bayarnya itu 250 B untuk turis dan 200 B untuk penduduk lokal, dan perbedaan tarif ini sempat jadi kasus PR (Public Relation) yang cukup jelek untuk manajemen Asiatique karena para turis bule banyak yang komplen di blog-blog dan sosial media. Kita sih bayar aja lah ya itu beda 50 B paling cuma Rp 15 ribu doang deh bedanya, mosok udah jauh-jauh kesitu cuma gara-gara duit gak seberapa terus ngga jadi naik, ahh lebay tuh turis-turis bule pada bokis semua.

Di Asiatique ini, kalaupun mau foto-foto aja juga seru kok, banyak taman-taman yang dihias, terus yang paling cantik tentunya berfoto-foto di boardwalk pinggi sungai Chao Phraya itu sendiri, seharusnya Jakarta punya deh tempat cantik semacam ini dipinggir sungai Ciliwung, tapi bersihin dulu ya sungainya, males juga sih kalau banyak sampah. 

Disini kita milih makan di restoran Vietnam, karena lagi bosen bolak balik masakan Thailand mulu. Kita memilih makan di iPho yang berada di Warehouse 6, makanannya sih biasa aja, harganya lumayan mahal, semangkok Pho Tai itu 250 B, hampir sama dengan harga semangkok Pho dengan rasa yang lebih enak di Pho 24 di kampung halaman kita.

Untuk mengelilingi Asiatique ini memang sebaiknya melihat dulu peta direktori tenant-nya ada apa aja, bisa lihat disini, atau ini ada sih dari internet saya nemuin juga :

Oiya mereka juga ada trem gratis yang berkeliling dan berhenti di setiap area.

Sehabis makan kita cuma jalan-jalan aja, nontonin pelukis jalanan yang lagi melukis pengunjung, ya window shopping juga, agak capek sih jalan kaki udah seharian tadi siang, jadi sekitar jam 22.00 an kita udah berada di dermaga lagi untuk balik ke BTS Saphan Taksin dan terus pulang ke hotel.
Menurut saya, Asiatique The Riverfront rekomen juga untuk dikunjungi kalau sedang berwisata di Bangkok, sebagai selingan daripada ke Wat atau ke Mall terus.

4 comments:

  1. halo...kalo arah sebaliknya dari asiatique ke bts, antri boatnya di tempat dermaga kita turun? apakah beda tempat? terima kasih :)

    ReplyDelete
  2. Kalau naik taxi ke pratunam susah gak? Berapa bath ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari asiatique ga bisa naik taxi ke pratun.Harus naik boat

      Delete

Boleh kok komen apa aja, nanya apa aja, curcol jg boleh. Minta di blogwalk jg boleh. Yang ga boleh itu pasang link ke website jualan ya. Tolong punya etika, jangan numpang iklan gratisan.

Spam komen link jualan = Delete.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog