badge

Drama Musikal; Sangkuriang



Salah satu hobi kita saya adalah nonton musical show atau teater (tapi lebih ke teater modern sih). Kiblat favorit ya udah pasti musical Broadway, cuma sayangnya belom kesampean nonton langsung di Broadwaynya, baru pernah nonton Phantom of The Opera di London, lalu di Singapore nonton Lion King, Annie dan Wicked, sisanya yang non Broadway ya macam seperti Stomp!, Cirque de terre, Crazy Horse atau di Las Vegas nonton Cirque du Soleil, Crazy Horse (lagi), Rock of Ages, Chippendales (sluurp..) dll.

Untuk lokal, saya paling suka produksinya Teater Koma. Untuk Laskar Pelangi yang legendaris juga lumayan, Onrop juga suka, tapi biasanya kalau pertunjukan lokal emang agak jarang juga karena kadang suka males, kadang udah bela-belain nonton eh ternyata biasa aja atau kurang dari yang diharapkan.

Nah malam minggu kemarin ini kita nonton Sangkuriang, drama musikal juga. Saya tahunya agak telat, baru Jumat siang dikasi tau Myrna. Langsung gedubragan nanya Anna beli tiketnya dimana plus googling, ternyata konduktor musiknya Avip Priatna, langsung dong inget Didiet yang kerjanya suka infoin acara-acara musiknya. Langsung deh nanya bisa nitip beli ngga, en dia langsung kasih nomor telpon untuk pesan, yang berguna banget karena sewaktu nyoba ngecek ke rajakarcis.com dan Panorama tiketbox ternyata tiketnya udah habis.




Kita akhirnya ngga jadi bisa barengan Anna dan Myrna nontonnya karena show yang jam 16.00 hari Sabtu sudah habis tiketnya. Saya pesen 6 tiket untuk Lolo + 1, Suhe dan Riana untuk show yang jam 20.00 kelas 1 @Rp 300.000,-. Saya ngga berani beli yang VIP karena masih trauma nonton Kabaret yang ternyata biasa ajah, berasa rugi gitu.

Berangkat dari rumah sekitar 17.30 soalnya harus nuker bukti transfer dulu dengan tiketnya. Sehabis nuker, kita langsung cari makan di warung-warung di komplek TIM itu yang akhirnya pilihannya jatuh di RM Lani, karena suami pengen makan sate kambing. Pesen juga Es Campur Keju karena penasaran aja sama namanya. Ternyata begitu datang, rasanya enak, manis seger-seger asin gurih keju gitu. Kalau soal makanannya sih lumayan empuk satenya tapi haduh lama bener masaknya, Riana dan Suhe juga pas nyusul makan disitu nungguin pesanan keluarnya bikin deg-degan takut keburu show mulai.
Jam 19.50 kita berdua masuk duluan, ngetekin tempat duduk yang ternyata ngga ada nomernya bo, siapa cepat dapat, hiks. Akhirnya dapat di sisi kiri berhadapan dari panggung, ngga terlalu jauh sih ternyata panggungnya si Teater Jakarta-TIM ini. Karena gedungnya masih baru jadi kualitas sofanya juga masih bagus,dan secara ruangan juga masih bersih dan terawat. Tadinya saya kira ini pertunjukannya di Graha Bakti Budayanya, saya lupa gitu sekarang di TIM ada gedung baru.

Show-nya on time banget jam 20.00 langsung mulai, salut!. Gitu dong,..mulai adaptasi budaya tepat waktunya show-show diluar negeri. Cuma sayangnya selama pertunjukan, yang datang telat tetep aja dibolehin masuk! Ih gemes deh, ganggu banget! (termasuk si Lolo + 1nya yang telat 5 menit)...malah ada lho yang ngaret baru dateng setelah sejam pertunjukan!, nekat abis tuh orang.

Secara cerita ini legenda Sangkuriang yang dipertunjukan sebenarnya merupakan adaptasi. Jadi kita sebelumnya sempat bingung karena dari legenda Sangkuriang yang kita tahu itu si Sangkuriang tidak tahu bahwa Dayang Sumbi ini ibu kandungnya, dan perahu yang dibuat sebagai prasyarat menikahi Dayang Sumbi ini nanti akan ditendang Sangkuriang dan menjadi asal mula Gunung Tangkuban Perahu dan danau Bandung.

Nah kalau di pertunjukan ini ceritanya malah si Sangkuriang tahu Dayang Sumbi adalah ibunya tapi mengingkarinya, dan dia malah mempertanyakan siapa bapaknya, yang mana ternyata si Tumang, abdi setianya yang cacat tuna wicara dan kemudian malah dibunuh Sangkuriang karena dia malu berbapakkan si Tumang. Lalu para siluman yang haus darah pun akhirnya mengabdi pada Sangkuriang karena dia sudah membunuh bapaknya sendiri. Sangkuriang semakin durhaka dengan berniat menikahi ibu kandungnya sendiri, sehingga Dayang Sumbi pun mengajukan syarat yang semula dikira sudah cukup berat, yaitu membuat Telaga dari sungai Citarum dan membangun perahu untuk berlayar, semua harus selesai sebelum fajar.
Namun ternyata Sangkuriang tidak merasa syarat tersebut berat karena dia punya bala bantuan para siluman yang membantunya semalam suntuk. Dayang Sumbi pun panik dan meminta warga desa membantunya dengan membakar hutan agar apinya tampak kejauhan dapat menipu Sangkuriang dengan mengatakan itu adalah cahaya matahari terbit. Sangkuriang pun kecewa dan marah, dia memukul perahu hingga patah, dan menolak untuk gagal serta mencoba untuk merayu Dayang Sumbi yang kemudian berhasil merebut kujang Sangkuriang dan mengancam bunuh diri. Sangkuriang tidak percaya dan tetap berusaha merebut kujangnya kembali, namun akhirnya Dayang Sumbi pun benar-benar melakukan ancamannya dengan bunuh diri. Akhir cerita, Sangkuriang pun ikut bunuh diri dengan harapan dapat menyusul Dayang Sumbi di alam baka. Hadeh, berasa nonton Romeo dan Juliet deh jadinya.


Secara kualitas panggung, dekor dan tata cahaya sebenarnya pertunjukan kali ini sangat minimalis, dekor tidak terlalu banyak dan sangat manual. Namun salut untuk make up artist dan penata busananya (Deden Siswanto, desainernya yang menurut saya cukup bagus dan detil. Para pemainnya sendiri untuk pemeran Dayang Sumbi adalah Sita Nursanti (RSD) yang memang kualitas suaranya sudah tidak perlu diragukan lagi, pemain Sangkuriang adalah Farman Purnama yang kebetulan 1 SMA dengan saya di SMA 34, membanggakan sekali suaranya wow banget, dari dulu kalau dengar dia nyanyi emang suka nganga orang sih. Pemain lainnya saya kurang paham sih yaaa. Penata musiknya mbak Dian HP yang emang udah eksis sekali deh. Untuk pendukung paduan suaranya adalah Paduan Suara Unpar yang memang tidak diragukan lagi kehebatannya. Secara keseluruhan memang kualitas musik dan kemampuan vokal para pemain dan pendukungnya yang memberi nilai plus pertunjukan ini.


Show berlangsung selama 1,5 jam, tepat pukul 21.30 sudah selesai dan kita bisa berfoto-foto dengan para pemainnya di luar teater.

Bulan Februari ini sepertinya akan banyak menonton pertunjukan musikal karena akan ada Heart Records dan Hanoman juga.



0 comments:

Boleh kok komen apa aja, nanya apa aja, curcol jg boleh. Minta di blogwalk jg boleh. Yang ga boleh itu pasang link ke website jualan ya. Tolong punya etika, jangan numpang iklan gratisan.

Spam komen link jualan = Delete.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog