badge

Baluran ; Sepotong Afrika di Tanah Jawa

Gunung Baluran
Sangat 'Afrika' !..keriiinggg...dan panassss
Selepas perjalanan ke Kawah Ijen, tanpa makan siang kami langsung meneruskan perjalanan ke Taman Nasional Baluran yang terletak di kota Banyuwangi, kota besar paling timur di pulau Jawa. Taman Nasional Baluran merupakan salah satu ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, vegetasi yang dimiliki di Taman Nasional ini cukup lengkap, terdiri dari beberapa tipe vegetasi dengan sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi Baluran. Tipe vegetasi lainnya antara lain ; hutan musim, hutan pantai, hutan mangrove, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun (evergreen) yang terakhir ini kami sama sekali tidak kunjungi/lihat entah karena .akhirnya semuanya kering saat kami tiba disana diinformasikan pernah terjadi kebakaran cukup besar karena musim kemarau berkepanjangan disana.
Untuk fauna yang dimiliki Taman Nasional ini juga yang sangat beragam seperti banteng jawa yang sudah langka, macan tutul, anjing hutan, rusa timor, kijang, dan berbagai jenis keluarga reptil dan burung-burung.

Sampai di Baluran sudah magrib, jauh terlambat sih dari jadwal seharusnya yangmana kita seharusnya punya waktu untuk jalan-jalan sore di Baluran ini, tapi ya sudahlah, capek juga. Tempat menginap kita namanya Resort Bama, lokasinya depan pantai Bama, ditempuh sekitar 40menit (12km) dari kantor depan TN Baluran.


Beach cottage kami
Sampai di Pantai Bama, kami langsung menuju homestay kami yang berupa beach cottage dengan akses langsung pantai di depan, harganya cukup Rp 350.000,- saja memiliki satu kamar tidur yang langsung ditunjuk sebagai kamar perempuan dan sebuah kamar mandi sederhana (yang pintunya ngga bisa dikunci). Para lelaki harus rela mengalah tidur berhamparan kasur-kasur busa dengan para nyamuk menemani. Alternatif lain untuk menginap adalah sebuah bungalow dengan empat kamar yang disewakan seharga 75 ribu per kamar untuk semalam.
Terlihat 'cute', padahal...
Saat kami di Pantai Bama ini banyak sekali puluhan monyet liat yang mondar-mandir di sekitar homestay, menunggu kesempatan mencuri makanan kami, bahkan satu diantaranya sempat menyambar snack yang sedang dipegang salah seorang rekan kami yang lalu menimbulkan 'perang' antar genk monyet disana. Seru banget deh! Tapi memang mereka sangat berani dan kita pun harus berhati-hati dengan harus selalu menutup pintu cottage kita supaya tidak ada monyet yang masuk.
Pagi hari di Pantai Bama 
Pantai Bama memiliki garis pantai yang panjang dengan beberapa lokasi hutan bakau di pinggirnya. Kalau menurut petunjuk peta Baluran, pantai Bama ini merupakan salah satu lokasi snorkeling yang layak, sayang sekali pada saat kami disana pantainya surut dan agak kotor, banyak lumpur sehingga tidak ada seorangpun dari kami yang tertarik untuk mencoba berenang sekalipun.

Pos Bekol
Di TN Baluran ini sendiri terdapat beberapa tempat menginap selain di Bama, bisa juga di Bekol, yang merupakan lokasi pos petugas Taman Nasional ini. Ada beberapa bangunan yang berfungsi sebagai pos informasi, dua menara pengamatan, dan beberapa kamar untuk guest house. Landscape di Bekol mayoritas savana dengan beberapa tanaman pepohonan namun sangat jarang terlihat hewan liar kecuali monyet dan kijang. Ada tempat penangkaran Banteng (Bos Javanicus) tidak jauh dari pos pengamat.

Pagi hari kami bersiap menyaksikan matahari terbit di pantai tepat depan cottage kami, saat itu pukul 4.00 pagi sudah nampak semburat jingga diantara biru tua abu-abunya langit, mencapai puncak keemasannya sekitar pukul 4.30-4.45 pagi. Indah sekali. Duduk di pantai cukup lama membuat kami dikerubungi nyamuk dan serangga kecil yang cukup banyak, untunglah kami sudah menggunakan lotion anti nyamuk.
Subuh di Pantai Bama
Menyaksikan matahari terbit
sunrise di pantai Bama

Sehabis matahari terbit, kami langsung menuju tempat sarapan, niatnya sih mau makan namun ternyata makanannya belum siap. Akhirnya kami digiring Hayun untuk menuju lokasi Bird Watching yang menyusuri jalan setapak dipinggir hutan dan pantai mangrove. Cukup banyak jenis burung yang dapat dilihat disini, suami senang karena dia baru dapat hadiah teropong/binocular dari saya, hahahaha, langsung berguna kan hadiahnya.

Sebenarnya ada salah satu petugas Taman Nasional Baluran ini yang mengeluarkan eBook tentang berbagai jenis burung di TN Baluran ini, namanya Swiss Winnasis. Membaca blog-nya saja sudah cukup membuat saya ternganga-nganga betapa cintanya dia terhadap Baluran, dan berbagai spesies burung tentunya.

Selain burung kita juga melihat beberapa hewan lain seperti ketam pantai, juga monyet-monyet liar seperti biasa. Kami juga menemukan kerangka tulang kering dari kijang kecil sepertinya sudah cukup lama dimakan predator. Setelah menghabiskan waktu sekitar 1 jam, kami pun kembali ke Cafetaria untuk sarapan. Menunya Nasi Soto Ayam yang cukup enak, apa karena udah kelaperan akut ya?.


Setelah ngaso beberapa saat sehabis makan, Hayun kembali mengajak untuk eksplor lokasi savana dari Bama ke Bekol. Semula saya tidak sadar seberapa jauhnya jarak yang akan kami tempuh sehingga tidak ada persiapan menggunakan sunblock sama sekali! 

Ternyataa..jauhhh sekaliii sodara-sodara...kita lagi-lagi berjalan menembus savana sejauh 3,2km! Dibawah teriknya matahari dan keringnya savana!. Kita berjalan dari jam 8 pagi dan tiba di pos Bekol kurang dari pukul 11 siang!. Beginilah nasib suami istri jompo diantara anak-anak muda yang masih semangat menjelajah. 

Capeknyooo..tapi sejujurnya dibanding jalan sewaktu di Ijen sih ini jauh lebih mendingan karena tidak menanjak/mendaki jalannya. Pemandangannya savana kering dengan hutan pepohonan kering yang meranggas. Tidak banyak hewan liar yang kami lihat saat itu. Sepertinya kemarau panjang ini membuat hewan-hewan liar masuk ke hutan lebih jauh lagi untuk hidup mencari mangsa.
View dari Menara pandang

Di Bekol ini kami sempat mengaso, ke toilet umum dan mencari penjual minum, untunglah mereka jual Pocari disini walaupun tidak dingin. Sembari menunggu mobil kami tiba memjemput, beberapa dari kami sibuk mengambil foto savana Bekol berlatarkan gunung Baluran dan juga sempat naik ke Menara Pandang untuk mengambil foto landskap, kecuali saya yang masih kelelahan (umur memang gak bisa bohong). 

Mobil pun akhirnya tiba setelah hampir satu jam kami mengaso di Bekol ini.


Hari terakhir kita siap-siap dari Baluran sekitar pukul 1 siang, setelah makan siang. Perjalanan darat nonstop dari Banyuwangi ke Surabaya ini ditempuh dalam waktu 9,5jam dengan beberapa kali berhenti untuk ke toilet dan isi diesel, dan juga makan malam di kota Paiton.


5 comments:

  1. wowwww...... dari dulu saya berencana kesini tapi belum sempat.. dengar-dengar bisa liat banteng juga ya disitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bisa lihat banteng kok soalnya ada penangkarannya :)

      Delete
  2. hadehhhhhh ....knp kalo liat foto2 ttg baluran selalu pinggin kesana. Mantap mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank u mas..
      Good luck liburan ke Balurannya lagi ya..

      Delete
  3. juara nich baluran ... selalu kangen kesana

    thanks
    http://cumilebay.blogspot.com/

    ReplyDelete

Boleh kok komen apa aja, nanya apa aja, curcol jg boleh. Minta di blogwalk jg boleh. Yang ga boleh itu pasang link ke website jualan ya. Tolong punya etika, jangan numpang iklan gratisan.

Spam komen link jualan = Delete.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog