badge

Kuliner Jogja : Beukenhof Restaurant

Beukenhof's interior
Interior restauran ini bersuasana era Kolonial, saya sangat suka dengan penggunaan Tegel Ubin yang semakin memperkaya tampilan 'kuno' restauran ini namun sekaligus memberikan warna.
Pilihan tempat duduk juga tidak semuanya serupa, tempat duduk di teras berbeda dengan di dalam. Hiasan meja maupun dinding yang dipajang juga dipilih untuk mendukung kesan Eropa kuno.

Untuk menunya sendiri, mereka menyediakan hidangan Eropa; steak, pasta, daging panggang (beef, lamb, salmon) dan juga pilihan lainnya seperti ; beef straganoff, mushroom creamy soup dll.
Saya memesan Norwegian Salmon dengan Chef special sauce (yang ternyata adalah Saus Bechamel) dan Hubby memesan French Cut Lamb Chops, dengan hidangan pembuka berupa mushroom creamy soup yang kita bagi berdua.Untuk minumnya, saya pesan Orange squash dan Hubby, seperti biasa ; Earl Grey tea.
Menu salmon saya dimasak dengan sangat sempurna, disajikan dengan potato wedges (Kita bisa memilih kentang sebagai side dish bisa dimasak dengan pilihan French fries/ mashed potato/ wedges) serta sayuran yang ditumis dengan mentega (brokoli, wortel dan timun). Walaupun enak, sayangnya Salmon saya ternyata tidak diproses fillet dengan sempurna, sya menemukan beberapa kali tulang ikan saat makan, agak mengganggu sih, saus Bechamel-nya lumayan tapi tidak seenak yang saya harapkan, terlalu cair. 

Untuk hidangan seharga IDR 94,000- per porsi saya tidak merasa harga tersebut sesuai, saya pernah makan hidangan serupa yang lebih enak dan tidak semahal itu. Emang sih jadinya harga tersebut juga "membayar"suasananya.

our lavish lunch

Creamy Mushroom Soup-nya lumayan enak (IDR 35,000,-), campuran antara krem dan jamurnua cukup seimbang dan gurih, tidak asin walaupun disajikan dengan sepotong garlic bread, yang mana menurut saya sih terlalu sedikit untuk menemani semangkuk sup yang nikmat ini. Yang menjadi favorit kami berdua adalah pesanan utama Hubby, yaitu French Cut Lamb Chops (IDR 97,000,-), dan hubby sebelumnya memesan untuk dimasak well-done dan hasilnya cukup sempurna, dagingnya empuk dan mudah diiris walaupun saya masih bisa merasakan sedikit aroma khas kambing/domba. Hidangan ini juga disajikan bersama sayuran dan kentang yang kali ini pilihannya sama dengan saya, yaitu potato wedges.

Secara keseluruhan kami cukup puas dengan pengalaman kuliner kami di restauran ini, terutama sambil menghilangkan penat setelah mengikuti tur di Museum Ullen Sentalu.

Museum Ullen Sentalu
Jl. Bojong Kaliurang
Jogjakarta.

Reservasi: Tel (62-274) 895131

Jam buka:
Selasa s.d Minggu.
Tutup di hari Senin.
8.30 – 16.00 WIB



3 comments:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai wisata kuliner Indonesia. Indonesia yang terdiri dari berbagai daerah yang memiliki ke khasan wisata kulinernya masing-masing. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pariwisata indonesia yang bisa anda kunjungi di www.pariwisata.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete

Boleh kok komen apa aja, nanya apa aja, curcol jg boleh. Minta di blogwalk jg boleh. Yang ga boleh itu pasang link ke website jualan ya. Tolong punya etika, jangan numpang iklan gratisan.

Spam komen link jualan = Delete.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog