badge

Turki Trip : Mengunjungi Ephesus





Hari ketiga kami; saya dan ibu saya mengunjungi Turki, setelah mengunjungi toko khusus yang menjual Turkish Delight dan Minyak Zaitun (biasalah kalau ikutan tour kan pasti ada tuh kunjungan shopping ke tempat-tempat seperti itu) kami pun mengunjungi Ephesus, sebuah kota tua peninggalan bangsa Yunani yang kemudian menjadi salah satu kota besar jaman Romawi. Lokasi Efes (sebutan kota Ephesus oleh masyarakat  Turki) sendiri masa kini berada di sekiar 3 km dari kota Selcuk, propinsi Izmir. Efes merupakan salah satu kota terbesar di masa Mediterania, sekitar Abad 1 M dengan 250 ribu jumlah populasinya.

Lihat detil ukirannya. 

Kemegahannya terkenal dengan Kuil Artemis, yang menjadi salah satu Keajaiban Dunia Masa Kuno dan Ephesus juga merupakan salah satu dari 7 gereja di Asia yang disebut dalam Book of Revelation, salah satu gelanggang terbesar untuk pertandingan gladiator juga berada di Ephesus. Sebagian besar dari kota tua ini hancur oleh gempa bumi besar di sekitar tahun 614 M yang menyisakan sebagian besar puing reruntuhan cantik kota tersebut di masa sekarang menjadi salah satu daya tarik kuat para pelancong untuk mengunjungi Ephesus.
Jalan utama Ephesus.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Ephesus adalah di musim panas, ataupun musim semi karena kalau musim dingin alias musim salju, udaranya akan terlalu dingin sementara tempat ini luas sekali, terbuka sehingga tidak ada tempat berteduh kalau hujan maupun salju. Cuma sewaktu kita kesana ini pun musim panas, tetap aja harus pakai bawa payung dan topi lebar, karena....super panasss!!..hadeh.

Boulevard
Harga tiket masuk ke Ephesus ini adalah TL 20 per orangnya (1 TL = Rp 5500, pada saat kami pergi) tapi karena ini perjalanan dengan tour jadi sudah termasuk biaya tour. Kalaupun mau pergi sendiri tanpa tour sebenarnya agak ribet sih. Jika dari Istanbul atau Ankara (ibukota Turki), maka harus naik pesawat ataupun bis dulu ke kota Izmir, lalu naik minibus ke kota Selcuk selama kira-kira 1 jam. Dari Otogar Selcuk, musti naik lagi minibus dengan tujuan Ephesus.


Kota Ephesus ini sejarahnya dulu awalnya adalah sebuah desa yang lalu berkembang pesat menjadi kota pada masa kepemimpinan Lysimachia, salah seorang jendral perang sang Alexander Agung. Ephesus kemudian dikuasai Romawi pada 88 SM. Setelah Alexander Agung wafat, semua wilayah taklukannya diperebutkan dan dibagi-bagi oleh para jendralnya karena Alexander meninggal di usia muda dan tidak mempunyai anak sebagai penerusnya. 

Salah satu kaisar Romawi terkenal; Mark Anthonius bersama pasangannya Ratu Mesir Cleopatra pernah berkunjung ke Ephesus untuk berbulan madu pada musim semi 33 SM. Pada masa Kaisar Augustus, 27 SM, Ephesus dijadikan sebagai ibukota untuk propinsi Anatolya Barat. Abad ke-2 Masehi adalah masa puncak kejayaan Ephesus sebagai kota budaya, kota ziarah dan juga kota administratif.

Domithian 
Domithian
Di dalam kompleks Ephesus ini sudah pasti terdapat Domithian - theater, karena bukan peninggalan bangsa Romawi kalau tidak ada amphitheater. Kapasitas duduk untuk amphitheater ini sekitar 1500 orang. Di tempat ini selain pertunjukan teater, yang sering dipertunjukkan juga adalah pertarungan para Gladiator tau kan film Gladiator? nah para gladiator di masa itu sebenarnya adalah para budak yang kerjanya bertarung atau dipaksa bertarung oleh raja/pemiliknya, untuk menunjukkan kekuatan kerajaan yang dipimpin dan kekuatan panglimanya. Budak bisa membeli dirinya untuk bebas atau dipaksa melayani birahi sang permaisuri ataupun selir sang raja/penguasa.


Sebagai sarjana seni (caelaah) dan orang yang berkecimpung di dunia komunikasi, saya takjub banget menyaksikan ukiran-ukiran dan tulisan yang digunakan bangsa Romawi yang untuk pada masanya sudah sangat maju ya. Cantik banget.


Denah perpustakaan Celcus

Sarcofagus
Selain itu adalah juga bekas bangunan yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dewa dewi Romawi, Perpustakaan Celcus, rumah, reruntuhan pasar kuno, juga jalan-jalan kota dengan pilar-pilar di kiri kanannya, rumah sakit, Hamam (pemandian umum khas Turki), Sarcofagus/ kuburan berupa peti marmer dari jaman lampau, bahkan juga rumah bordil yang letaknya berseberangan dengan perpustakaan. Ternyata ditemukan lorong bawah tanah yang menghubungkan antara Perpustakaan Celsus dengan rumah bordil yang dahulu disebut sebagai ‘Rumah Cinta’ ini. Jadi ceritanya jaman dulu ketika para istri ke pasar, para suami bilangnya mau ke Perpustakaan Celcus, padahal sebenarnya ya 'jajan' ke ‘Rumah Cinta’ ini!. gelo kaan? dasar cowok dari jaman dahulu kala emang ga bisa dipegang yaaa..

Yang cukup unik disini kami melihat sarana berupa adalah toilet umum untuk para bangsawan dan orang-orang kaya saja. Ini ternyata khas dari kota peninggalan Romawi lho, yaitu adanya sarana toilet umum untuk orang kaya ini. 

Toilet Romawi
Bentuknya mirip tempat duduk bangku biasa aja berjejer, terbuat dari marmer yang dibolongi dibagian tengahnya untuk mengeluarkan hajat. Karena terbuat dari marmer maka jika cuaca dingin atau sedang musim salju, maka para bangsawan itu kan menyuruh budaknya untuk menduduki terlebih dahulu supaya hangat sebelum si majikan mengeluarkan hajat. 

Kira-kira beginilah jaman dulu ya.
Tempat dudukannya berdekatan tanpa sekat, dan di bagian kaki mereka mengalir air buat cebok, jadi orang yang berada di paling ujung, menggunakan air bekas cebok orang-orang sebelumnya. Males ngga sih buang hajat barengan dan bisa saling nonton kalau lagi ngeden segala, huauahauhauhauha.
Btw disini ada si kucing penunggu toilet, konon kucing ini cuma berkeliarannya di area toilet ini aja.
si kucing ephesus.
Kami mengakhiri kunjungan di Ephesus dengan mampir ke ...toiletnya (yang ini toilet modern, bukan seperti yang disebut diatas). Di seberangnya toilet ada toko suvenir, masuk kesitu bentar lumayan ngadem ber -AC sembari beli es krim, hahaha. tokonya sih kecil ya, malah bisa dibilang sebenarnya cuma toko souvenir aja, soalnya yang dijual adalah buku-buku tentang Ephesus, berbagai cinderamata tentang Ephesus ; miniatur bangunan, magnet, pembatas buku, gantungan kunci dan sebagainya.
Sayang ngga sempat masuk ke Museum Ephesus padahal sebenarnya bagus menurut teman-teman serombongan yang sempat masuk.
Museum Ephesus
Jalan rindang di akhir kunjungan.
Kami tiba di Ephesus memang sudah agak sore, sekitar pukul 4 sore dan masih panas, huaahh. Bolak balik minum, untung tadi memutuskan untuk bawa botol minum, padahal tadi udah mau ditinggal di bis. Mengelilingi Ephesus ini membutuhkan waktu sekitar 1,5 - 2 jam, udah termasuk ngasonya, berhubungan sama nyokap jadi ngga bisa terlalu bergerak cepat memang. Tapi saya lebih suka begini sih, santai. Karena sudah sore juga, kita sempat lihat pemandangan sunset yang luar biasa kece di Ephesus ini. Masha Allah, ternyata matahari terbenam itu ngga cuma di pantai doang yah cakepnya.



2 comments:

  1. gue lagi nyari2 info ttg Turki, nyantol kesini... lagi mikir2 buat menyambangi negeri ini #halaah

    ReplyDelete

Boleh kok komen apa aja, nanya apa aja, curcol jg boleh. Minta di blogwalk jg boleh. Yang ga boleh itu pasang link ke website jualan ya. Tolong punya etika, jangan numpang iklan gratisan.

Spam komen link jualan = Delete.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog