Hari kedua di Rotorua masih juga hujan, ternyata memang sudah seminggu hujan turun tiada henti di kota ini, demikian dijelaskan supir bus yang membawa kami ke Mitai Maori Village.
Apa sih Mitai Maori Village itu?.
Jadi salah satu wisata yang ditawarkan di NZ adalah wisata budaya mengunjungi "desa" suku Maori, suku asli NZ yang mendiami negara ini ("Aoetoroa" adalah New Zealand dalam bahasa Maori) sebelum masa kolonial Inggris. Rotorua merupakan salah satu kota yang paling banyak didiami oleh para keturunan suku ini yang mana juga paling banyak menawarkan wisata budaya mengunjungi 'desa' mereka dan menikmati beberapa pertunjukan budaya seperti tarian, nyanyian, adat istiadat juga hidangan khas Maori (Full Hangi Meal) berupa : Ayam panggang, irisan daging domba panggang, Kentang panggang, Kumara (semacam ubi manis), labu atau wortel (tergantung ketersediaan), yang semuanya dipanggang dibawah tanah menggunakan batu-batu panas dari geothermal dan gunung berapi. Biaya yang dikeluarkan untuk menikmati semua ini adalah NZD 105 namun kami mendapatkan diskon 10% dari pemesanan di i-site Rotorua, lumayan lah. Tapi bener-bener ngga rugi karena makan malam kami disini adalah makan malam yang terenak selama trip kami ke New Zealand ini, hahahaa.
Kami dijemput di hotel kami di Astray Rotorua sekitar pukul 17:45 oleh shuttle bus Mitai Maori Village (yang super warna warni penuh grafis seperti di foto samping ini), lalu sempat berkeliling menjemput beberapa orang lagi di hostelnya masing-masing. Sore itu masih hujan rintik-rintik, awet dari kemarin nonstop mendungnya. Setibanya langsung disambut oleh 2 orang gadis Maori (yang serem banget tatonya dibawah dagu plus entah pakai contact lens atau ngga itu tapi kok matanya kayak vampir!) lalu mendaftar ulang dan kami pun mendapatkan tempat duduk di meja nomor 10 bersama beberapa orang yang ternyata juga 1 bus dengan kami.
Lalu acara dibuka oleh ...supir bus kami, si Uncle Ben !(btw ya kami perhatikan, selama di New Zealand itu sumber daya manusia benar-benar dimanfaatkan secara maksimal, supir bus itu bisa berdaya ganda sebagai tur guide juga, dan sekarang disini selain tur guide juga sebagai MC alias pembawa acara, keren, bener-bener efisiensi). Dia menjelaskan secara singkat acara yang akan kami lalui selama 3 jam kedepan. Lalu dia mengajak kami menyanyi salah satu lagu Maori, yang sudah pasti kacaw deh dinyanyikan kita.
![]() |
| Hangi cooking |
![]() |
| Atas: Berfoto dengan rumah kayu Maori Bawah: Mata air- Fairy Spring |
Yang lucu salah satu performernya kayaknya bukan orang Maori asli deh, abis bule banget gitu!.
![]() |
| Coba cari yang mana yang bule? |
![]() |
| Haka dan tarian Maori lainnya |
![]() |
| Saya dan sepiring 'hasil jarahan' Hangi |
![]() |
| Area makan |
Sekitar jam 21:30 lalu kami diajak keluar lagi menuju hutan kecil yang tadi, dibagikan senter kecil karena sudah gelap serta masih hujan, jadi sebagian yang tidak pakai jaket hujan, dipinjamkan jas/poncho hujan. Di salah satu kolam mata air itu kami melihat banyak sekali glow worm (bukan cacing sebenarnya adalah larva yang bersinar karena proses bioluminescence. Cantik sekali, sayangnya walaupun diperbolehkan memotret, kamera kita ngga ada yang secanggih itu untuk menangkap foto glow worm ini, semua hasilnya gelap aja gitu item.
Setelah selesai semua, kami langsung menuju bus shuttle yang sebelumnya menjemput kami (udah diingetin sama uncle Ben, kalau bus kita nomor 2) dan tiba di hotel kami sekitar pukul 22:00. Capek tapi puas banget, apalagi sama makanannya. Mungkin ini makanan termahal yang kita bayarkan selama di New Zealand ini tapi jelas yang paling enak!.
Selain Mitai Maori Village, ada juga beberapa pilihan lain yang serupa dan menjadi pertimbangan saya untuk memilih.
Te Puia dan Te Po experience: Selain juga memperkenalkan cara membuat pakaian dan memahat khas Maori juga ada Pohatu geyser yang terkenal di Te Puia. Te Po sendiri lebih berupa sajian tarian - nyanyian dan makan malam dengan hidangan khas Maori (Full Hangi Meal), dilakukan malam hari mulai pukul 18:00. Penjemputan ke hotel/ penginapan dapatdilakukan. Biaya untuk masuk Te Puia (Day time experience) adalah NZD 46 per orang, jika ingin termasuk menikmati sajian tarian dan budaya Maori untuk salah satu jam pertunjukan (10:15, 12:15 dan 15:15) dikenakan biaya total NZD 57,5.
Sementara untuk Te Po dining experience sekitar NZD 110 per orang sudah termasuk penjemputan, jika paket dengan Te Puia Daytime experience harganya jadi NZD 145. Diskon 10% diberikan oleh penginapan kami di Rotorua, namun untuk tiket Te Puia saya sudah beli online juga dan dapat diskon yang sama. Jadi kami hanya mengambil paket yang Daytime experience tanpa pertunjukan (yang harga tiketnya NZD 46)
Tamaki Maori Village : Tamaki Maori Village ini telah dianugrahi penghargaan sebagai salah satu atraksi pariwisata budaya terbaik di New Zealand dan merupakan pilihan utama saya sebelum datang ke NZ. Pengalaman yang ditawarkan serupa tapi tak sama dengan Mitai Maori Village. Namun keduanya adalah desa untuk kebudayaan jadi tidak ada yang benar-benar tinggal disana.
Biaya yang dicantumkan untuk ke TMV ini adalah NZD 105 sudah termasuk penjemputan juga.Akan tetapi yang menjadi pertimbangan kami adalah di Tamaki ini tidak ada kunjungan melihat glow worm dan juga pertunjukan tarian perang diatas kano.
Whakarewarewa : Serupa tapi tak sama dengan Te Puia, desa ini merupakan salah satu desa dengan sumber mata air geothermal, lengkap dengan atraksi budaya (memperkenalkan budaya suku Maori; tarian, nyanyian, kebiasaan, macam-macam tato dan sebagainya) serta juga paket lengkap untuk makan siang (hanya ada pukul 12:00 - 14:00 dan harus booking terlebih dahulu) dengan hidangan khas Maori (Full Hangi Meal). Biaya untuk kesini, hanya di desanya saja tanpa makan siang hidangan Hangi; NZD 32, jika ingin menambah dengan menyaksikan pertunjukan budaya Maori dan hidangan khas Maori dikenakan lagi biaya NZD 61.Di Whakarewarewa ini adalah satu-satunya tempat dimana kita bisa menikmati hidangan Hangi ini di jam makan siang, sebab yang lainnya umumnya pertunjukan budaya dan makan malam Hangi. Berbeda dengan Tamaki dan Mitai, di Whakarewarewa ini benar-benar desa yang ditinggali dan tidak hanya untuk pertunjukan saja.
Matariki Hangi sepertinya kurang lebih sama, disini ada pertunjukan tarian, nyanyian dan makan malam dengan hidangan hangi (berupa sup, ikan/daging panggang, sayuran, seafood, salad, dessert dan kopi/teh) namun tempatnya berada di Novotel Rotorua, jadi bukan desa seperti yang lainnya. Cocoknya sih buat mereka yang tidak punya banyak waktu untuk ikutan yang telah disebut diatas. Tapi ya kurang suasana otentiknya, nggak masuk hutan, bukan suasana luar ruang. Tapi ya enaknya kalau hujan ya gak basah. Disini agak cepat mulainya dari 18:30 dan selesai pukul 21:00. Harga tiketnya sekitar NZD 55 pada saat saya tanya di i-site Rotorua. Silahkan dicek lagi kalau memang minat.
Selain di Rotorua, ada beberapa kota lainnya juga yang menyediakan Hangi meal dan pertunjukan budaya ataupun tarian Haka.
Kota lain yang memiliki pertunjukan khas suku Maori adalah :
Queenstown: Kiwi Haka Maori Experience bertempat di bangunan Skyline (gondola) Queenstown, merupakan pertunjukan tarian, nyanyian dan budaya Maori serta makan malam Hangi di dalam ruangan teater khusus. Harga tiket untuk pertunjukan disini pada saat kami mengunjungi Skyline adalah NZD 55. Namun tidak ada jasa penjemputan disini.
Waitangi : The Waitangi Treaty Grounds merupakan museum dan tempat peringatan perjanjian Waitangi (perjanjian antara kolonial Inggris dengan suku Maori), untuk tiket masuknya NZD 25 namun belum termasuk biaya pertunjukan dan makan malam khas Maori.
Cape Reinga : Sand Safari menyajikan pertunjukan budaya Maori tanpa ada aktifitas makan malamnya.
Christchurch : Ko Tane Maori Experience ini bertempat di Willowbank Wildlife park yang berada agak keluar kota Christchurch, sajian yang ditawarkan kurang lebih sama, yaitu mengenai budaya, tarian, nyanyian, tato, Haka dan juga cara memasak Hangi. Untuk pemesanan tempat disini sangat dianjurkan karena mereka tidak buka setiap hari, Hanya di hari Senin, Kamis, Jumat dan Sabtu, mulai pukul 17:15, dan menyediakan penjemputan. Biaya untuk aktifitas disini adalah NZD 105 untuk acara selama 2,5 jam dan ada paket Combo dengan Tour melihat Kiwi (hewan, bukan buahnya) di Willowbank Wildlife sebesar NZD 135 dengan total waktu 3,5 jam.
Mungkin ada sih tempat lain yang menyediakan atraksi yang sama, tapi yang berhasil saya survey hanya tempat-tempat disebut diatas.
Christchurch : Ko Tane Maori Experience ini bertempat di Willowbank Wildlife park yang berada agak keluar kota Christchurch, sajian yang ditawarkan kurang lebih sama, yaitu mengenai budaya, tarian, nyanyian, tato, Haka dan juga cara memasak Hangi. Untuk pemesanan tempat disini sangat dianjurkan karena mereka tidak buka setiap hari, Hanya di hari Senin, Kamis, Jumat dan Sabtu, mulai pukul 17:15, dan menyediakan penjemputan. Biaya untuk aktifitas disini adalah NZD 105 untuk acara selama 2,5 jam dan ada paket Combo dengan Tour melihat Kiwi (hewan, bukan buahnya) di Willowbank Wildlife sebesar NZD 135 dengan total waktu 3,5 jam.
Mungkin ada sih tempat lain yang menyediakan atraksi yang sama, tapi yang berhasil saya survey hanya tempat-tempat disebut diatas.







Tidak ada komentar:
Poskan Komentar