NZ Trip : Cara Hemat ke Gua Glow Worm - Waitomo

pic taken from: http://www.waitomo.com
Kenapa saya tulis  tentang ini?.
Karena sebenarnya untuk perjalanan menuju gua Glow Worm di kota Waitomo dengan rute dari Rotorua - Waitomo - Auckland seperti yang kami jalani ini bisa dikenakan biaya NZD 217 per orang!, sementara kami berdua hanya menghabiskan biaya NZD 138 sudah berdua!. Kok bisa?.

Jadi ceritanya gini, ....
....saya survey habis-habisan tuh untuk bisa mengunjungi gua glowworm di Waitomo ini dari Rotorua sekalian jalan ke Auckland, kota persinggahan kami berikutnya, sementara yang ada banyak adalah operator tour yang menyediakan daytrip dari Rotorua namun kembali lagi ke Rotorua. Sampai akhirnya saya menemukan bahwa ada satu operator yang menyediakan tour setengah hari dari Rotorua lalu ke Waitomo, ikutan Glow Worm tour selama 45 menit langsung naik bis lagi ke Auckland, operator tur tersebut adalah Great Sight, salah satu operator tur besar di New Zealand, untuk paket Waitomo Glow Worm  ini mereka mengenakan biaya NZD 217 per orang !, glek!.

Langsung pucet, itung-itungan kayaknya terlalu mahal deh, apalagi kita berdua gini. Akhirnya setelah dipikir-pikir, pengen nekat aja nyoba jalan sendiri  aja, dari Rotorua saya pesan tiket bis Intercity ke Waitomo secara online, berangkat dari Rotorua pukul 07.00 tiba di Waitomo pukul 10.10. Lalu karena Glow Worm Tour tersebut adanya setiap 30 menit, berlangsung selama 45 menit, jadi kita seharusnya masih sempat ikutan yang pukul 10.30 hingga 11.15, karena bis Intercity berikutnya dari Waitomo akan berangkat pukul 12:00. Yang jadi masalah adalah gimana bagasi kita yang segambreng banyaknya itu?.
Pintu masuk Glowworm.
Saya telpon ke Waitomo i-site tempat berhentinya bis Intercity di kota itu, mereka mengatakan disana ada loker untuk bagasi, bayarnya NZD 3 per tas dan jarak antara i-site ke Waitomo Cave itu sekitar 500m, jadi sekitar 10 menit jalan kaki lah. Saya hitung-hitung waktunya emang mepet banget sih, nyampe Waitomo jam 10.10 langsung masukin bagasi ke loker di i-site, jalan kaki ke Waitomo cave dan harus sampe situ sebelum jam 10.30, begitu juga baliknya, selesai tour 11.15, balik ke i-site dan ambil bagasi, check in bus 11.45 untuk naik bis pukul 12.00...beeuhh..kudu lari sprint 500m kayaknya. Saya masih ragu juga sih, jadilah sampai kita menghabiskan 8 hari di New Zealand itu masih belum ada keputusan juga enaknya gimana itu si Waitomo, sementara tiket Intercity bis dari Rotorua-Waitomo dan Waitomo-Auckland sudah dibeli, tinggal mutusin aja mau jadi ikutan Waitomo Glow Worm tour apa ngga, tiketnya sih bisa beli on-the-spot seharga NZD 45 per orang
Masih labil juga deh karena saya bener-bener gak yakin bisa tidak (waktunya cukup atau ngga) untuk ikutan tour itu, karena kalau kita ketinggalan bis yang dari Waitomo-Auckland, udah aja tamat riwayat, karena sehari cuma ada 1x rute bus Intercity Waitomo-Auckland itu.
Sesampainya di Wellington pun kami sempat ke i-site disana dan minta tolong telpon ke Waitomo i-site untuk konfirmasi waktu, ternyata jawaban dari Waitomo i-site ; you still can make it!.
Tapi tetep donk si paranoid android binti perfeksionis ini masih juga waswas dan kurang pede, pertimbangan saya : gimana kalau ternyata disana hujan deras? gimana kalau ternyata bus-nya sampai Waitomo telat?..dan banyak gimana-gimana lainnya yang manteng di kepala saya. I know I'm sounded very paranoid, I am.


Akhirnya begitu nyampe Rotorua, dan selama kita 3 hari disana, itu hujan tiada henti. Mulai dari hujan rintik-rintik yang menyambut kedatangan kami jam 3.30 pagi di Rotorua, lalu hujan angin, sampe hujan deras selama kami makan malam di Mitai Maori Village. Akhirnya saya putuskan sewaktu kami di i-site Rotorua, ya udah lah gak usah ikutan Tour Glow Worm, hujan begini kayaknya repot banget nantinya, plus disana juga gak bisa foto-foto juga di dalam Glow Worm cave itu karena dilarang foto!. Saya coba telpon ke Intercity bus untuk mengganti rute tiket bus kami besoknya dari Rotorua-Waitomo-Auckland jadi Rotorua-Auckland aja direct, ternyata udah gak bisa karena tempat duduknya tinggal 1 sajah!, yak pucet...ya udah lah, mau gak mau the show must go on. Suamiku bilang, ya udah nanti kalau bus-nya nyampe Waitomo telat, atau ternyata disana hujan, ya udah kita nungguin bus ke Aucklandnya di i-site Waitomo aja, gak usah maksa ikutan Glow Worm tournya. Ok deh, settled kalo begitu.

Hari ini pagi buta sekitar jam 6:00, kami sudah check out dari Astray Hostel dan langsung menuju halte bus Intercity yang berada di depan i-site Rotorua yang berjarak kira-kira jalan kaki 15 menit dari hostel kami, 2 orang keren ini menggeret-geret tas kami dibawah hujan rintik-rintik dan angin dingin (drama..hahaha). Jam 6:45 bisnya tiba, dan ternyata bisnya itu bis Great Sight!..wah, saya langsung mikir donk, jangan-jangan bis ini adalah bis yang sama yang membawa tour Waitomo Glow Worm yang saya sebut diatas (itu loh yang harganya NZD 217 per orang!), soalnya memang setelah saya ingat-ingat, jam keberangkatan Great Sight tour itu juga pukul 7:00 dari Rotorua!.
Bis kami ke Waitomo dan Auckland
Eh bener aja lohh, sewaktu kita sudah check in dan memasukkan barang ke bagasi bus, dan duduk di bus, si supir bus itu (yang merangkap tour guide juga seperti biasa), menginformasikan khusus ke suami, bahwa kami berdua nanti di Waitomo harus beli sendiri tiket Glow Worm tour jika ingin ikutan, dan harus selalu bareng dengan rombongan isi bis yang lainnya (yang semua ternyata pada bayar NZD 217!). Wahhh...hati ini berbunga-bunga sekali mendengarnya!. Semua keresahan dan kebimbangan saya sirna (caela bahasanya..), gak usah mikirin bagasi gimana, jalan ke Waitomo Cave-nya gimana, karena ternyata bis ini berhentinya di Waitomo Cave, dan si supir bis spesifik menjelaskan ke kami bahwa kami akan naik bis yang sama ini ke Auckland bersama peserta yang lain, jadi tidak perlu pindahin bagasi!. Untuk memudahkan si supir mengenali kami semua se-bis ini malah ditempeli stiker orange yang menandakan kami ikutan dalam Great Sight tour ini!!. WOOOHOOO!,

Masih nggak yakin juga, saya bertanya ke penumpang bis yang duduk di depan kami, seorang perempuan sendirian yang tadinya juga nunggu bareng kehujanan di halte i-site Rotorua, namanya Moey, kebangsaan Hong Kong, saya nanya dia itu beli tiket bus Intercity ini berapaan, karena saya lihat dia keluarin print-out bookingan dari Great Sight, dia jawab dia belinya tour Great Sight seharga NZD 217!, yak confirmed! Jadi beneran ini bus yang kita naikin adalah bis yang sama dengan paket tour yang dijual Great Sight !.
Pengen loncat-loncat rasanya, sepanjang jalan gw senyum-senyum aja menyadari bahwa kami baru aja berhemat sebanyak : NZD 198 !! waahh...canggih gak tuh, semua keparanoid-an gw terbayar sudah.

Jadi gini itungan berhematnya, si Great Sight tour Glow Worm ini kan menawarkan NZD 217 per orang untuk paket ini, kalau dikali dua (karena kan kami berdua donk), total jadi NZD 434 (gila, mahal banget kan?!).
Sementara pengeluaran kami yang tidak membayar paket ke Great Sight tapi membeli tiket bis ketengan via Intercity namun menikmati fasilitas yang sama, hanya membayar NZD 236 (sudah berdua !!), untuk lebih jelasnya bisa dilihat hitungan detilnya seperti ini :

Item Biaya ber dua
Bus Rotorua ke Waitomo NZD 48
Bus Waitomo ke Auckland NZD 92
Tiket masuk Waitomo Glow Worm NZD 96
Total berdua kami keluarkan NZD 236

Per orangnya

NZD 118


Jauh banget kan penghematannya ? per orangnya hemat hampir NZD 100!...ih seneng bangettt deh rasanya sukses berat, dengan biaya hemat kita dapat menikmati fasilitas tour Great Sight yang sama dengan yang bayar lebih mahal!.

Sepanjang perjalanan jadi lebih indah walaupun hujan terus. Supir bus kami yang merangkap tur guide menjelaskan berbagai panorama yang kami lewati, serta menceritakan sedikit sejarah mengenai kota Rotorua yang asal muasalnya adalah gunung api, makanya di kota ini banyak sekali geyser, geothermal park, mata air, dan pemandian air belerang. Si supir bus ini juga mengeluh sudah 2 minggu terakhir ini Rotorua hujan terus, mungkin ini musim panas yang paling parah tingkat hujannya di Rotorua.
Karapiro Cafe
Kafe yang cozy dan tamannya yang luas
Perjalanan selama 3 jam ke Waitomo diselingi dengan saya sempat tertidur namun kami sempat berhenti di sebuah cafe hijau yang lucu banget, yang punya katanya suka banget warna hijau sampai dia pun beli mobil warna hijau yang diparkir didepan kafenya, nama Kafenya : Karapiro Cafe (kayak nama jawa ya). Supir bus bilang kita berhenti disini selama 20 menit untuk beli kopi atau sedikit sarapan, karena kami sudah bawa bekal dan udah dimakan juga selama perjalanan, jadi kami tidak beli apa-apa di kafe itu, melainkan hanya foto-foto (seperti biasalah ya namanya juga orang kampung..). Belakangan baru liat ada larangan dilarang makan dan minum didalam bis! hahaha...udah terlanjurrr. Anyway, sepertinya kue-kue yang mereka jual enak-enak sih ya, cuma kebanyakan yang pakai daging itu pakenya kalo gak bacon, ham atau steak dan semuanya daging babi, ngga ada yang beef (sapi) atau venison (rusa) atau ayam. Lagi pula mau ngirit aja deh kita, hahahha, jadi cuma motretin kue-kue aja sambil ngeces, mana ada yang namanya Afghan Cake, hahahhaa aneh banget!. Di kafe ini juga jualan beberapa suvenir khas New Zealand.
kue-kue yang terlihat enak semua, tapi belum tentu halal, hahahaha
Sesampainya di Waitomo Cave, kita langsung antri beli tiket, dan barengan bersama Moey (yang karena jalan sendiri jadi maunya nempel sama kita mulu), kita ikutan Guided tour yang jam 10.30 persis seperti prediksi saya. Si Moey ini lucu banget anaknya, masih abege gitu, trus dia sukanya kayak saya, maunya foto-foto terus..hahahaha, sewaktu di dalam gua kan udah jelas-jelas si guide kami bilang dilarang motret, dia tetep ajah colongan motret pake iphone-nya, mana pake bunyi pula "jekrek"..waelaahh..badung bangettt!. Suamiku sampai komentar; "kamu pasti gak tahan pengen ikut-ikutan"...hahaha he knows me so well!. Tentunya bener donk gw ikut-ikutan motret pake G10 yang nggak pake flash, mode ISO 3200 (kualitas ntar aja deh bodo yang penting foto). Makanya hasilnya juga gak ada yang bagus, hahaha, ini demi memuaskan ego aja foto-fotonya.

Tour-nya sendiri berlangsung selama 45 menit, kami diajak masuk ke gua bawah tanah di kedalaman 250m yang bentuk batuan limestone-nya dikenal sebagai formasi Katedralsaking suara akustik di dalam gua ini sangat bagus seperti berada di dalam gereja. Konon katanya salah satu penyanyi terkenal New Zealand; Dame Kiri Te Kanawa, pernah nyanyi di dalam ini dan sangat terpesona dengan hasil akustik suara yang dihasilkan. Sekelompok tur dari Jepang bahkan saat kami disana sempat menyanyikan lagu gereja dalam bahasa Jepang (sumpah aneh banget...), dan emang sih keren suara gema yang dihasilkan tuh tidak bergaung tapi bening kayak pakai sound system aja.
Waitomo Cave
Di dalam gua ini sulit banget liat glowworm-nya karena suasananya kurang gelap, mana musti jongkok-jongkok untuk liat tempat dimana banyak glowworm-nya. Jadi sebenarnya  Glowworm  itu bukanlah cacing, melainkan larva yang bersinar melalui proses bioluminescence (silahkan di google aja dehhh) dan cuma ada di New Zealand dan tempat yang paling terkenal dan direkomendasikan untuk melihatnya adalah di Waitomo Cave ini. Lalu kami diajak menuju tempat dimana kami akan melanjutkan tour menggunakan sampan kecil dari almunium, melewati Glowworm Grotto, mengarungi (caelaah) sungai Waitomo di bawah tanah sementara diatasnya adalah grotto dengan jutaan Glowworm berwarna hijau kebiruan, cantikbanget deh titik-titik kecil di sekeliling grotto, sementara sekitar kami gelap gulita. Tur guide yang membawa sampan kami ini ternyata tidak menggunakan dayung untuk membuat kami berjalan keluar grotto, melainkan di grotto tersebut sudah dipasang tali baja yang bisa mengatur "lalu lintas" atau berfungsi sebagai penunjuk jalan sekaligus pengayuh jalannya sampan, jadi si tour guide narik sampan kita dengan cara berpegangan keatas (ke tali baja itu) dan mendorongnya ke depan, wah canggih deh pokoknya gak pake nabrak, padahal asli itu suasana gelap gulitaaa, sinarnya cuma dari titik-titik kecil si Glowworm itu!. Amazing dah.. Si Moey udah bolak balik mendesah-desah : "this is so cool, I really really want to take picture!"...hahahaha, gak tahan bener dia...
Setelah naik sampan selama sekitar 15 menit akhirnya kita keluar juga dari grotto dan gua, langsung tiba di dermaga kecil yang menuju Cafe tempat kami dipersilahkan makan siang.
Waitomo Cafe
Ternyata cerita belum happy ending, kami tidak ada rencana untuk makan siang disini sebenarnya, mengingat sudah bawa bekal berupa ayam panggang yang dibeli di Pak N'Save sehari sebelumnya, namun terus karena dikasih waktu makan sampai pukul 11.40 akhirnya kita lihat-lihat juga menunya. Si Moey berkeluh kesah: "wow the menu is so expensive! nothing below NZD 15!, I couldn't afford any". Hemm...hemm, sama dehh, kita jugah, menurut loee?.. 
Akhirnya karena suami kayaknya kelaperan (dia mah emang laper mulu sih), akhirnya saya pesan Chicken Wrap yang terlihat besar dan enak. Harganya NZD 8 dapat 2 potong, lumayan lah. Saya minta panasin dulu dan dapat nomor tunggu, keren deh, computerized gitu, jadi kalau si waitress sudah siap antar, dari kasir akan tekan tombol nomor saya dan nomor tunggu saya akan berbunyi-bunyi menginformasikan saya duduk dimana, bentuknya seperti ini :

Akhirnya kami duduk dan menikmati si Chicken Wrap itu, baru juga 1 gigitan, Rangga terus nanya : "ini apa ya?" sambil melambai-lambaikan potongan daging asap warna agak kepink-an, gw dengan pedenya jawab " ayam lah, namanya juga Chicken Wrap!". Tapi terus Rangga ngotot kayaknya bukan ayam deh rasanya, jangan-jangan Ham atau Bacon (yang mana adalah pasti terbuat dari daging babi), terus minta si Moey nyobain, si Moey bilang ayam sih kayaknya bukan ham atau bacon. Rangga masih gak percaya, sementara saya udah berhenti makan karena ragu. Akhirnya Rangga nanya ke pelayannya, yak bener ternyata itu ham sodara-sodara!, kita dengan suksesnya udah makan daging babi hari ini!, huahauhauhauhaa....(eh kok ketawa ya? seharusnya bersedih hati, minta ampun, hehehe, ngga sih cuma ketawa aja menyadari kebodohan kita, plus kok bisa ya ada Chicken Wrap tapi isinya Babi!, bloon banget sihhh). Ya sudahlah walhasil si Chicken Wrap manipulatif itu akhirnya tidak termakan sebagian, 1 potong sempat dihabiskan si Moey sambil ketawa-ketawa karena dia bilang "wow, I am lucky to get free lunch from you!", dasar!.
Ini tampilan si Fake Chicken Wrap itu  sebelum kita tahu ternyata gak halal :

dan ini tampilannya setelah diporak poranda investigasi daging apakah itu, juga muka jahilnya Moey saat dapet lunch gratisan dari kita :
tuh daging ham-nya yang merah-merah kecil itu
Sehabis waktu makan, sekitar pukul 11.30, kami bergegas menuju bis, tapi tetep mampir ke toko suvenir, beli sebiji magnet kulkas buat kenang-kenangan. Sesampai di bus ternyata semua penumpang sudah siap dan tinggal nungguin kita bertiga, hahaha...dasar turis Asia ya, tipikal banget tukang ngaret, hehehe malu deh, jadilah bolak balik bilang "Sorry" ke para penumpang lainnya yang kita lewatin menuju bangku kita.

Perjalanan dari Waitomo ke Auckland memakan waktu sekitar 3 jam. Kami sempat berhenti sejenak di sebuah kota kecil bernama Pokeno (waktu pertama gw denger sambil agak ngantuk-ngantuk, gw kira si supir bilangnya Pokemon town) yang terkenal dengan toko-toko kecil yang menjual eskrim khas New Zealand murah dan ada pilihan rasa hingga 40 jenis!. wow!...tiba-tiba langsung kepengen eskrim gitu, padahal walaupun langit diluar cerah ceria, matahari bersinar dengan bahagianya, aslinya sih itu udara ya duiiingiiin banget!. Tapi tetep donk kita beli eskrim. Saya beli rasa Cookie and Cream with Caramel Sauce sementara suami juga mirip-mirip gitu rasanya Cookie and Cream juga. 1 Scoop ukuran jumbo (ini udah paling kecil dan paling murah) harganya NZD 1,50. Wihh udah ukurannya jumbo, enak banget pula!, harus dicoba deh. Beneran asli ini enak banget eskrimnya,   apa karena New zealand itu salah satu negara penghasil susu sapi berkualitas di dunia ya?.
Ice Cream treat!
Sampai di Auckland kira-kira pukul 15.30, kami di drop di perempatan dekat sama hotel kita di Queen Street, baik deh supirnya, padahal kita nggak booking pakai request diantar dekat hotel lho, tapi semua penumpangnya diantar sampai dekat hotel. Si Moey sih udah turun duluan, dia menginap di YHA Auckland, kita sempat tukeran kartu nama sih. Sementara kita menginap di X-Base Auckland, lumayan mahal sih untuk ukuran hostel backpacker, semalamnya NZD 70, tapi ya sudahlah ini penginapan kita yang terakhir juga di New Zealand, untungnya kamar yang dipesan memang Double ensuite room, jadi tempat tidurnya besar dan empuk, kamar mandinya di dalam, kekurangannya cuma tidak ada heater/pemanas ruangan aja.
Leyeh-leyeh bentar di kamar hotel sebelum eksplore kota Auckland.

13 komentar:

  1. Kalo dari sana emang hemat mbak, nah kalo saya yang dari Jayapura sini mau kesana bisa mampus, wkwkwkw :))
    Btw, gak serem itu masuk guanya? :D
    Bisnya keren ya, gak kayak bis2 disini :D

    BalasHapus
  2. I would like to thnkx for the efforts you've put in writing this site. I'm hoping the same high-grade blog post from you in the future as well. Actually your creative writing skills has inspired me to get my own site going now. Actually blogging is spreading its wings and growing rapidly. Your write up is a great example.

    BalasHapus
  3. dilarang foto tapi ini banyak banged kang hasil jepretannya :p keren keren kang mantap!!!

    BalasHapus
  4. @Belajar Photoshop: wahahahah..iyak itu foto2 di dalam gua-nya colongan takut2..hasilnya gelap, diedit habis2an pake Photoshop..caelah

    BalasHapus
  5. @Zippy: hahaha iya klo dari Jayapura mah kemana-mana mahal ya pesawatnya, tapi ke ARaja Ampat murah, xixixi.
    Itu gua-nya gak serem kok, kalo dibanding sama gua-gua di Indonesia mah ini aman banget.
    Iya bus-nya bagus-bagus, bertingkat di dalamnya plus ada toiletnya.

    BalasHapus
  6. Pengalaman yang ditulis sangat luar biasa bagus dan sangat berguna bagi saya yang mau mampir disana. Sebenarnya tujuan saya ke Amerika latin menghadiri World Congress Internal Medicine di Amerika Latin. Kebetulan pesawatnya Qantas lewat Auckland. Saya pikir 10 hari di Amerika latin cukup lelah. Saya sudah booking tiket dan stop di Auckland untuk 6 malam di NZ. saya sedang mikir 6 hari dari Auckland kearah selatan Christchurth dapat apa setelah lihat tulisan anda yang bagus ini. dari Christchurch langsung Jkt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak ya, senang bisa membantu. 6 hari di NZ sebenarnya kurang. Tapi kalau dar Auckland itu bisa juga option turun ke Selatan ke Rotorua; geothermal lalu ke tempat syuting the hobbit, ke wellington, nyebrang ke south island dgn ferry lalu ke chistchurch. Sewa mobil saja klo lebih dari 2 org yg ikut. Nyetirsendiri gampang kok dsana

      Hapus
  7. Luar biasa bagusnya tulisannya, sangat berguna untuk calon traveller berikutnya. Dr. Sugiyono, Depok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekali lg terima kasih pa dokter. Let me know aja jika ada pertanyaan terkait NZ ini.

      Hapus
  8. udh lama masukin NZ k dlm list travel ku...tp blm kesampaian jg... baca2 dulu dari blogmu deh mba ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya NZ lumayan mahal sih ampir kayak ke eropa. Untung qta dulu masih ada air asia kesanà jd lumayan deh. Monggo dibaca2 dulu aja

      Hapus
  9. Thank you for all information... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you juga udah mampir ya...sering2...hehehe

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Gadgets By Spice Up Your Blog