Vietnam Trip : Wisata Kuliner Ho Chi Minh

Kami dengan menu favorit Vietnam ; Pho Bo & Es Kopi
Menikmati Ho Chi Minh selain mengunjungi begitu banyaknya situs eks perang Vietnam, juga dapat dinikmati juga pilihan berbagai macam kulinernya. Jika bukan muslim mungkin pilihannya akan jaaauuuhhhh lebih banyak lagi, mengingat nyaris begitu banyak unsur daging babi dalam makanan mereka.
Untuk yang muslim nanggung kayak kami begini (ngga munafik karena memang kami ngga selalu lihat tulisan ataupun sertifikat "halal" di setiap resto di Vietnam ini - yang mana memang jarang keliatan, dan kadang mahal untuk kocek kami), yang penting adalah kami tidak pesan daging, kecuali seafood dan daging ayam.
Jadi selama berlibur di Ho Chi Minh City ini, kami mencoba sebagian restoran yang direkomendasikan mas Trip Advisor, mbak Virtual Tourist en Mr google tentunya..

Wisata kuliner kami dimulai dari sejak mendarat di HCMC ini, kami mencari makan malam di sekitar pasar Ben Thanh dan akhirnya malas mikir dan makanlah kita di Pho 2000. Dulu sempat ada nih restaurant di Jakarta, kalau tidak salah di daerah Barito dan juga di deket RS Pondok Indah. Cuma sepertinya tidak laku atau gimana kok namanya sudah berubah, tidak ada lagi Pho 2000 di Jakarta.
Lumayan enak lah standar mi vietnam mirip-mirip dengan Pho Hoa dan Pho 24 yang sekarang ada di Jakarta. Pesanannya juga standar Pho Bo (alias dengan irisan daging sapi). Kalau mau daging ayam bisa juga, disebutnya Pho Ga. 
Nah yang muslim harus waspada untuk setiap makanan yang pakai kata "xeo/heo" karena itu artinya daging babi.

Suasana restaurannya sendiri sih tidak mewah cenderung sederhana, standar restauran padang gitu deh malahan, hahahaha. Rasanya enak pastinya, dengan porsi regular (kecil) yang tidak kecil sama sekali, hampir sama lah dengan porsi di Jakarta sekitar 45.000 D atau Rp 25.000,- per porsi, untuk yang lebih besarnya 55.000 D. Untuk minumannya kami pesan Es kopi Vietnam yang udah terkenal juga enaknya (tapi setelah sudah pernah mencoba es kopi Laos, ternyata masih enakan yang dari Laos - menurut kita loh ini).

Restauran ini dengan bangganya menuliskan "Pho for President" di temboknya, ternyata hal ini karena Bill Clinton (satu-satunya presiden Amerika yang pernah mengunjungi Vietnam paska perang Vietnam) pernah makan di restauran ini, caelah..pantesan bangganya maksimal nih. Semoga sih tempat duduk kita bekas pantatnya si mas Bill deh ya. Foto diatas kita jepret dari pigura foto di restoran ini yang dengan bangganya di pajang di dindingnya. Iyalah ya, Presiden Amerika gitu loh makan disitu.

Selesai ikutan tur Cu Chi Tunnel, untuk makan siang saya memilih untuk berjalan ke arah hotel namun agak lebih jauh lagi ke utara. Lagi sibuk foto-foto eh tiba-tiba suami mengajak untuk melihat menu salah satu restauran : Wrap and Roll.

Konsepnya modern minimalis gitu dengan nuansa warna kuning dan hijau muda segar, pilihan makanannya sepertinya makanan ringan seperti lumpia, dessert, juice dengan harga yang tidak terlalu mahal, plus ternyata ada diskon Happy Hours sebesar 20%. Oke mari masuk :)
Interiornya memang sederhana, minimalis, dengan sisi sofa stall dan juga kursi-kursi kayu kombinasi stainless steel. Disediakan bacaan berupa majalah-majalah juga.
Pilihan kami adalah mencoba Lumpia segar vegetarian, dan menu pencuci mulut berupa sweet banana with coconut cream serta cold sweet lotus seed and dried longan.
Lumpia dan pencuci mulut
Lumpianya yang datang ada 4 buah dan enak banget, sebagai ganti udang atau daging digunakan jamur portabello. Cocolan sausnya sama dengan lumpia Vietnam biasanya yaitu dengan saus Hoisin dan taburan kacang serta irisan cabe. Pak Rangga suka banget nih, liat aja :
Haaapp!
Untuk menu lainnya, yang cold sweet lotus seed and dried longan terasa segar namun sayang porsinya terlalu kecil, sementara untuk sweet banana with coconut cream sebenarnya sangat mirip dengan kolak pisang hanya saja tanpa gula merah, serta disini mereka menggunakan taburan kacang tanah sangrai. Lumayan enak lah.
Total yang kami bayarkan sudah dengan diskon adalah sebesar 68.000 D atau sekitar Rp 34.000,-. cukup murah lah untuk jajanan dengan tempat yang sekelas kedai di mall ini.

Untuk makan siang, kami mencoba restoran yang cukup terkenal yaitu Nha hang Ngon yang sebelumnya terkenal dengan nama Quan An Ngon. Terletak di 160 Pasteur street, District 1, dekat Museum Revolutionary HCMC. Restauran ini sangat terkenal karena memang masuk Lonely Planet, Trip Advisor dan sejuta guidebook lainnya tentang Vietnam.Restaurannya memang rame, padahal waktu kami sampai disitu sudah lewat jam makan siang, sekitar jam 3 sore. Bentuk restaurannya semi-outdoor dengan ruangan ada yang di dalam dan ada yang di teras dengan meja-meja kayu berpayung putih. Kami memilih untuk duduk di teras aja, menikmati AC (angin cepoi-cepoi). Dari deretan menu yang disajikan 90% pakai daging babi (hiyaaah..) langsung keringet dingin mikir mau pesen apaan yah. Ditambah lagi harga menu-menu disitu cukup bikin nyengir karena lumayan diatas standar makan siang kami. Seporsi Pho Bo itu seharga 60.000 D yang akhirnya dipesan suami karena dia sudah males mikir. Saya sendiri pesan Sayap ayam bumbu garlic dengan steamed rice, seharga 80.000 D.

Pho Bo (lagi), Salad Papaya dengan Paru goreng
dan Sayap ayam bumbu garlic
Pho Bo pesanan suami sih enak dan sesuai lah dengan ekspektasi dan yang dibayarkan. Sementara pesanan saya sendiri bisa dibilang gagal, karena yang dateng cuma sayap ayam 2 biji dengan 4 macam condiment khas Vietnam (campuran garam & lada + jeruk nipis, irisan tipis cabai merah, kecap asin, sambal manis pedas seperti sambal Thailand) plus nasi putih tok. Jiahahaha...kirain agak spektakuler gitu loh dengan harga yang dibayarkan, dari sisi rasa sih sudah pasti enakan ayam KFC, bener deh salah pesan apa gimana nih ceritanya. Akhirnya saya memutuskan untuk pesan lagi Salad Pepaya Muda dengan taburan daging sapi. Begitu dateng kok bentuknya kayak bihun dengan dedaunan dan taburan daging item gitu. Ealaah, ternyata yang dikira bihun itu adalah sebenarnya si pepaya muda yang diserut mirip bihun! keren.. sementara daging sapinya adalah paru kering gitu, ..dan memang enak ini saladnya segar dan agak pedas, mantab lah, langsung ceria lagi deh..hahahhaa. Untuk minumnya saya standar pesan es kopi Vietnam dengan Susu kental manis sementara suami pesan Es kelapa muda. Total kerusakan yang dibayarkan dari pesanan kita 222.000 D atau sekitar Rp 115.000,- yang sebenarnya buat kami sih kemahalan ya kalau mengingat rasanya ya biasa aja. Semula rencananya sehabis makan disitu, mau coba dessert di Kem Bach, tapi ternyata kekenyangan plus kok ya rasanya agak bokek setelah makan disitu. Hahaha.

Namun setelah berjalan-jalan ke arah Opera House, lihat-lihat toko di sepanjang jalan Dong Khoi, agak sorean (yaa sekitar Magrib gitu sih..) kami kepingin juga makan es krim. Akhirnya saya mengajak suami untuk mencoba salah satu kedai es krim yang terkenal di HCMC yaitu Fanny Ice Cream, yang terletak di  29-31 Ton That Thiep St., District 1 (walaupun mereka juga punya beberapa kedai kecil lainnya di District 1 ini). Bangunannya bernuansa Perancis dengan teras yang memiliki atap yang bisa dibuka tutup, kursi dan meja tamupun bernuansa kafe-kafe di Paris. Saat kami disana pun sedang rame-ramenya dan hampir saja kami tidak mendapatkan tempat duduk.Untunglah ada 1 meja untuk 2 orang tersedia.
Buku menu yang menggugah selera

Dari menunya sendiri, banyak sekali pilihan es krim homemade mereka. Mulai dari rasa yang standar seperti coklat, stroberi, vanila sampai rasa yang mengandung yogurt (disebut Sorbet) dengan aneka rasa buah, hingga yang mengandung liquor seperti Bailey's.

Untuk pilihan kombinasinya sendiri macam-macam, tidak hanya banana split aja, tapi juga ada yang pakai wafel, pakai pancake dan sebagainya, harga variasi dan lumayan mahal, paling murah itu untuk 1 scoop es krim seharga 50.000 D, untuk menu yang lebih kompleks harga berkisar dari 70.000 - 125.000 D.
Akhirnya kita hanya pesan masing- masing 1 single scoop es krim, saya pilih rasa Karamel sementara suami memesan rasa Pistachio.
Es Krim Karamel 
Ternyata memang rasanya enak banget!. Terutama yang karamel ya, ada sedikit rasa gosong-gosong gulanya beneran kayak karamel saya suka banget :) untuk Pistachio-nya sih biasa aja menurut suami, berhubung saya kurang suka segala sesuatu yang mengandung kacang jadi ya tidak bisa objektif juga. Dapat segelas air putih juga untuk membilas ternggorokan, ya lumayan lah. Untuk tempat hang-out sambil ngobrol- ngobrol cantik sih memang cocok ini tempatnya. Bersama kami saat itu meja memang penuh dengan sejumlah abege lokal yang sibuk ngobrol bersama teman-temannya sambil buka laptop karena memang kedai es krim ini menyediakan gratis Wi-Fi.

Di hari yang sama, saat kami menuju daerah muslim di District 1, yaitu di jalan Dong Du, deket Dong Khoi. Disana ada masjid tempat kami ingin melakukan sholat disana. Di sekitar area tersebut ada beberapa restauran halal yang menyediakan masakan Vietnam, Malaysia dan India/Timur Tengah. Untuk makan malam hari itu akhirnya diputuskan untuk makan di Halal @ Saigon. Tampilan dekor ruangannya dengan dominasi merah dan putih dari luar cukup menggugah kami untuk mencobanya. Ternyata kami memang tidak salah pilih, melihat daftar menunya yang sangat mengundang air liur bercucuran (halah) memang layak bahwa restauran ini diganjar Certificate of Excellence dari majalah Vietnam Economic Times ' The Guide selama 3 tahun berturut-turut. Kehalalannya tidak usah diragukan karena mereka pun mengantongi sertifikat Halal dari Commision Board of Islam in HCMC. 

Menu yang kami pilih saat itu adalah fresh spring roll (Lumpia sayur dengan udang), Ayam saus jahe dan Kerang bumbu pedas manis. Semuanya enak dan sukses!. Plus nasi putih sebakul yang nasinya juga enak banget, padahal nasi putih biasa,..minumnya seperti biasa ya es kopi vietnam dengan susu.Total kerusakan memang lebih parah daripada sebelum-sebelumnya, yaitu 313.000 D. Seporsi menu disana rata-rata memang 99.000 D. Kecuali Lumpia yang harganya lebih murah daripada di tempat lain, yaitu 30.000 D. Yang membuat rela bayar segitu sih selain memang masakannya enak, tempatnya juga enak plus yang paling penting HALAL. Jadi kayaknya tanpa beban gitu makannya :)

Hari berikutnya karena bangun tidur kesiangan, jadilah agak panik dan udah berkurang waktu untuk eksplore kota HCMC ini, akhirnya untuk menghemat waktu kami makan di restauran UDON 45 yang memang berada di hotel kami ini. Ternyata pilihan kami ini tidak mengecewakan!. Surprisingly ini udon disini uenaakkk!. Rasanya Jepang banget!, minimalis dan tidak banyak cingcong jualannya ya cuma Hot Udon atau Cold Udon plus Side Dish-nya bisa pilih pakai Ebi (Udang) Tempura, Tempura Ubi, Tempura Bawang Bombai/Onion, Tempura Sayur ataupun semacam onigiri (nasi ketan).  Semangkuk Hot atau Cold Udon hanya 35.000 D  sementara masing-masing Side Dish-nya seharga 15.000 D hingga 35.000 D yang paling mahal untuk Ebi Tempura yang seporsinya dapat 2 potong udang besar. Berdua pesanan kami habis 150.000D tanpa pesanan minum, abis ini juga kuahnya seger plus kita tinggal naik ke kamar untuk minum, ngirit bo. Udonnya sendiri agak berbeda dengan yang biasa dicoba di resto Jepang di Jakarta yang umumnya berbentuk gendut. disini agak gepeng, mirip kwetiau tapi lebih gendut. Tekstur mie-nya sih sama rasanya, kuahnya segar mantap banget, yang asik adalah condiment yang diberikan macam-macam, mulai dari wasabi, serutan lobak khas Jepang, potongan daun bawang/seledri, irisan cabe, serutan jahe hingga yang jadi favorit kami adalah taburan dari gorengan tepung tempura. Hmm ..mantab!. Agak sulit mencari restoran ini di google karena sepertinya memang mereka tidak memiliki website resmi, atau mungkin mereka menulis dalam bahasa Jepang, karena memang Chef dan semua stafnya adalah orang Jepang, kebanyakan tamu mereka pun kami perhatikan berbahasa Jepang.Kami membayar 150.000 D untuk kenikmatan makan siang kami hari itu, lumayan lho cuma Rp 75.000 an berdua, untuk makan siang yang terhitung enak banget ini. Bener-bener pilihan tepat deh hari itu, udah kesiangan gak sempat cari tempat makan, eh ternyata di hotel sendiri ada tempat makan yang enak dan murmer, senang :)

Restauran halal berikutnya yang kami coba untuk makan malam adalah VN Halal yang letaknya ternyata cukup dekat dari hotel kami, yaitu di jalan Pham Hong Thai.
Agak susah juga mencari restauran ini karena ternyata kami berjalan ke arah yang berbeda, alias nyasar, wakakakakk. Namun akhirnya ketemu juga setelah melihat peta dan berdasarkan feeling aja.
Restaurantnya berkesan melayu sekali dengan seluruh isi pengunjung ya kalau bukan orang Indonesia ya Malaysia. Tempatnya tidak terlalu luas, mungkin hanya ada 5-6 meja untuk masing-masing meja cukup 4-5 orang. Nuansa halalnya kental sekali, dimulai dengan pintu masuk yang menggunakan kaca berkaligrafi :).
Sayangnya karena kami tiba sudah cukup malam, sekitar pukul 20.00, maka kebanyakan pesanan sudah habis. Akhirnya kami memesan nasi putih dengan lauk Ayam tumis bumbu jahe dan sayur kangkung tumis belacan. Minumannya pesan teh tarik hangat. Standar banget ya.
Rasanya sih biasa ajah, secara harga sama dengan Halal @ Saigon tapi menurut kami lebih enak dan lebih banyak variasi di Halal @Saigon, plus secara tempat juga lebih enak disitu ketimbang di VN Halal ini.

Segitu aja review kuliner di Ho Chi Minh City, kalau ada lagi nanti diupdate deh :)




0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Gadgets By Spice Up Your Blog