Sales Kartu Kredit & KTA : Antara Kasihan dan Menyebalkan

Mungkin ini adalah masalah klasik hampir setiap orang yang pernah berurusan dengan Bank. Entah kenapa walaupun sudah ada embel-embel bahwa data nasabah akan dilindungi kerahasiaannya tapi tetap saja pada prakteknya ada saja bank-bank maupun financial institute yang menawarkan segala macam kredit, baik itu dalam bentuk kartu kredit (KK) maupun kredit tanpa agunan (KTA) padahal saya tidak pernah memberikan data saya ke beberapa bank yang menawarkan tersebut. Saya sudah lelah menghadapi serbuan telepon, sms broadcast dari pihak-pihak bank ini yang kadangkala tidak berperikemanusiaan. Saya menuliskan ini bukan untuk menyudutkan mereka, namun hanya sekadar berbagi bagaimana dari sudut pandang konsumen yang cukup terganggu dengan manuver-manuver mereka. Semoga para sales ini bisa mengerti bahwa SMS pukul 11 malam untuk jualan KTA itu sangat mengganggu.


Awalnya saya berusaha berempati dengan mereka dengan merasa bahwa sedemikian sulitnyakah mencari nasabah hingga harus 'mengganggu' calon nasabah dengan SMS bertubi-tubi di hari Sabtu pagi ? 14 SMS semua menawarkan KTA dan kartu kredit dari bank yang berbeda dari jam 7 pagi hingga jam 10siang!, buat saya hal ini sudah tidak dapat ditolerir lagi, terutama setelah mereka beralih moda penggunaan telpon panggilan telepon via telpon PSTN (fixed phone) ke telepon genggam, dimana umumnya saya jarang angkat untuk nomor PSTN yang tidak saya kenal namun secara random saya masih sering angkat nomor telepon genggam yang tidak dikenal.


Jadilah saya kerapkali terjebak dalam percakapan 'sadis' seperti ini :

Sales : "saya hendak menawarkan kartu kredit.."

Saya : " Ngga mas, makasih"

Sales : "..tapi saya belum selesai menjelaskan bu.."

Saya : "Saya gak mau, selamat siang" ..KLIK

Atau :

Sales : "Ibu sangat beruntung karena berhak mendapatkan fasilitas KTA dari bank..."

Saya : " Saya tidak butuh, makasih"

Sales : "kenapa bu, ini kesempatan yang sangat bagus lho"

Saya : "kalo begitu buat Anda saja" ...KLIK

Namun lama kelamaan, saya lelah juga menjawab pertanyaan-pertanyaan 'tidak penting' itu, apalagi jika sudah terlanjur 'terjebak' mengangkat telpon dari mereka. Walhasil saya tinggalkan saja telepon genggam saya di meja sementara si sales ini sibuk menjelaskan panjang lebar sampai akhirnya dia tersadar sendiri bahwa tidak ada yang mendengarkan. Sepertinya sadis ya? namun ternyata setelah saya berbagi cerita dengan rekan-rekan kerja dan teman lainnya, banyak juga yang melakukan hal yang sama.

Akhir-akhir ini yang lebih menyebalkan lagi adalah, mereka kini menggunakan fasilitas SMS caster, semacam penyedia layanan SMS broadcast via internet ke banyak nomor sekaligus. Mengesalkan sekali, pagi, siang, malam, hari kerja, hari libur tanpa kenal batas waktu istirahat, mereka semena-mena mengirimkan sms sampah itu. Kadang saya berpikir apakah tidak ada peraturan dari Depkominfo untuk hal ini? ini kan mengganggu sekali.

Akumulasi dari semua ketidak simpatian saya dengan mereka terjadi pada hari Rabu (16/06/10) kemarin sewaktu saya harus melakukan perjalanan dinas keluar kota. Pesawat saya masih 2,5 jam lagi sehingga saya memanfaatkan fasilitas airport lounge dengan kartu kredit saya. Ternyata saya perhatikan, pada saat saya memberikan kartu saya untuk digesek, para sales itu sudah stand by dekat pintu masuk Lounge. Belum juga saya duduk di sofa, sudah ada 3 agent kartu kredit menawarkan berbagai benefit kartu mereka. Saya tolak dengan tegas, eh belum juga mereka pergi, datang lagi 2 orang agent dari kartu kredit lain, jadi totdal saya dikerubutin 5 orang agent dari kartu kredit bank yang berbeda!..Aduh kesal sekali rasanya, dengan setengah membentak saya tolak tegas, gilanya salah seorang menyahut " gak usah galak-galak mbak, kita sama-sama cari kerja halal kok". Agak tergelitik juga saya untuk menjawab kalau halal mbok ya jangan sampai mengganggu orang, tapi akhirnya saya tahan juga lidah tajam saya, cuma saya pelototin aja mereka.

Sedikit terbersit rasa kasihan, bersalah karena sudah judes sekali rasanya saya ke mereka, terutama tersentil karena mereka bilang halal, ya..memang halal, daripada mencuri, menipu dan lain sebagainya, ya kan?. Tapi sudah sulit untuk saya berempati kepada mereka karena baru saja saya bangun tidur pagi ini, di hari Sabtu pagi ini setelah 3 hari perjalanan dinas yang melelahkan, saya dibangunkan oleh 3 SMS penawaran KTA lagi. oh well...nasib jadi (calon) nasabah....

Image taken from : http://kampanyepemiludamaiindonesia.com/detik-berita/perlukah-kartu-kredit-untuk-remaja

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Gadgets By Spice Up Your Blog