Kamis, 10 April 2014

The 35th is here

Well, the number has arrived. That particularly age number that I've dreaded for so long, because it was like the threshold number when I was constantly being told ; now or never (yes, in term of having kids). I don't think I will ever be ready. There is always inner child of me screaming I don't want to grow up. Hahahahha.. let see the evidence; see that LEGO box below? it was a birthday present from my team mates for me. Yes I collect LEGO, see under the LEGO box there are also 2 items referred to block toys; the Eiffel tower block and the block note book.
or maybe my famous Cow collection will do better judgement on this?. Scroll down below and you'll see friends still gave me Cow figurines as my birthday present this year.

White leather jacket and black-white shawl from Myrna-Nanda-Devy and Fany, Lego City from my team (Ferdi, Missy and Sandra), the Tote bag from Dewi and Yudith my boss and Nano block with blue Note block from Surya.
Birthday cows and batik shawl from Kanti and Agus.

Rabu, 26 Februari 2014

Bali trip : Ngemil es krim enak di Gusto Gelato


Jadi di suatu siang yang panas, setelah semalaman begadang dan badan rasanya pengen leyeh-leyeh aja di ruangan ber-AC tapi ngga bisa karena temen-temen seperjalanan yang kayaknya energinya kok ya ngga abis-abis ini udah pada ngajakin keluar Villa kita. Jadi rencananya mau makan es krim duluk supaya lebih seger. Padahal baru brunch dan kenyang banget sih di Villa tadi. Cuma karena promosi si Lia - temannya Nanda yang tinggal di bali katanya si Gusto Gelato ini enak banget, yuk marilah dicoba.

Lokasinya di Seminyak (yang dulunya Zen Garden), kayaknya baru pindah disitu deh soalnya kok masih terasa baru renovasi banget bangunannya. Tempatnya lumayan nyaman, cukup luas ada yang pakai sofa dan ada yang tempat duduk biasa, bahkan ada area outdoornya, tapi siapalah yang mau diantara kita di hari yang panas pol banget ini mau diajakin duduk diluar. Ya udah sik di dalam ajuah yang ber-AC.


Pilihan gelatonya buanyaaak bangettt.sampe bingung, dah gitu kan boleh nyicip-nyicip ya, mana jenis pilihan rasanya juga unik-unik.
Lihat aja tuh foto-fotonya dibawah, gimana ngga bingung milihnya. Mulai dari rasa yang standar macam Vanila, Coklat sampai yang kompleks namanya kayak Amarena, Fior di latte atau Stracciatella.
Semua deh saya cicip, bahkan ada yang rasa Kemangi dan Lemongrass (sereh), wedeh kok ya bisa kepikiran bikin es krim rasa beginian yak. Ngga semua jenis buah dan sayur cocok sih dijadikan es krim. Oiya pilihan untuk tempat es krimnya bisa pakai waffle cone atau pakai cup biasa.

Selasa, 25 Februari 2014

Menginap di hotel butik Rumah Mertua, Yogya.

Saya selalu pengen nyobain nginep di hotel/penginapan yang ngga biasa kalau traveling. Murah belum tentu jadi pilihan juga sih kadang nyari juga keunikan dari hotel tersebut selain lokasi juga. Salah satu hotel yang saya pengen coba untuk salah satu trip kita ke Yogya adalah Rumah Mertua-Boutique hotel ini. Kebetulan pesannya malah lebih dulu untuk trip yang di Februari ke Yogya ini ketimbang sewaktu yang Imlekan kita ke Yogya dan menginap di Rumput Hotel dan Resort.
Jadilah selama wiken plus nambah cuti sehari di Senin kemarin ini, saya dan ibu saya menginap di Rumah Mertua-Boutique hotel. Sebenarnya yang bikin penasaran ya namanya itu yah. Pengen tau apakah lebih oke daripada Rumput Hotel dan Resort.

Kita tiba di Yogya pukul 6 pagi aja gitu loh. Thanks to Air Asia yang ngga delay tentunya. Karena ngga mungkin ke hotel juga jam segitu dan para ponakan masih tidur jadi anter nyokap ketemu temennya dulu. Sekitar jam 10 pagi baru deh kita menuju hotel, nyoba aja pengen tau bisa early check in atau ngga.
Letaknya Rumah Mertua-Boutique hotel ini di Jl. Padma dekat Hyatt Hotel. Di belakangnya lapangan golf Hyatt tepatnya. Di deretannya ada 1 guesthouse juga namanya Griya Desa. Sekitar 50 meter juga ada villa mewah namanya The Kharma yang disewakan Rp 5 juta per malam. Glek.
Pertama nyampe, wah parkirannya penuh. Nyokap yang udah nelpon ngecek ke hotelnya malah udah tau katanya kamarnya penuh disini selama kita nginep dan mereka cuma punya 11 kamar. 
Sewaktu saya masuk dan cek ke resepsionis yang letaknya bener mirip rumah kos-an gaya Jawa aja, ternyata kamar untuk kita udah siap. Kita dapat kamar nomer 8 letaknya persis depan kolam renang tapi ketutupan semak juga sih jadi ngga langsung keliatan. 
Krucils depan kolam, udah pada mupeng mau berenang

Lokasi kamarnya musti ngelewatin tangga setapak dekat kolam renang yang cukup menggiurkan bocah - bocah ponakan, mereka langsung dong minta berenang dan ditolak sama maminya karena ngga bawa baju renang. Dueengg..

Kamarnya ada teras depan dengan bale bengong, meja makan sedang dan 1 buah kursi. Kita boleh pesan sarapannya diantar ke teras kita jadi ga perlu makan di area restorannya yang menurut kita juga gelap dan agak creepy banyak patung. Selama kita nginep disini 3 hari 2 malam disini ya kita selalu sarapan di teras aja. Boleh juga kalau mau pesan antar ke pinggir kolam renang.

Oiya kolam renangnya tidak child-friendly karena kedalamannya untuk dewasa semua tidak ada bagian kedalamannya yang dibawah 1 meter.

Bali Trip : Sore di Sundara Beach Club


Sudah jadi cita-cita diantara jadwal trip getaway saya dan teman-teman kantor ke Bali ini untuk mampir ke salah satu Beach Club yang lagi happening. Pilihannya banyak, mulai dari yang mahal seperti Nanno di Kharma Kandara, Finn's Beach Club, Mozaik, El Kabron, Level8 dan juga salah satunya yang inceran saya yaitu.; Sundara.

Kenapa Sundara?. Biasalah eke kan irit banget gitu anaknya. Di Sundara itu ada Happy Hour  Buy 1 Get 1 dari jam 5 sore hingga 7 malam untuk beli minuman koktail, mocktail dan kopi. Lalu ada canape bermacam jenis juga yang diedarkan pelayannya setiap 15 menit. Ngga perlu sewa sunbed atau tempat ataupun bayar cover charge untuk masuk dan pakai kolam renang. Cocok kan buat si tukang irit inih?. Nah tambah lagi karena rencananya juga kita mau makan malam di Menega-Jimbaran jadi kalau abis dari Sundara kan deket banget ya. Udahlah perfect pilihan tempatnya.

Senin, 24 Februari 2014

Bali Trip : Lunch di Grocer and Grind Seminyak


Setelah lelah window shopping di sepanjang jalan Seminyak, kita memutuskan untuk makan di Grocer and Grind, eh sebenarnya daripada belanja, saya dan Dewi sih lebih milih pijat di spa depan Grocer and Grind ini berhubung badan rasanya rentek semacam kelindes truk tronton akibat berhari-hari lembur ngerodi.

Tempatnya sendiri ada 2 area, yang pakai AC (non smoking area) dan yang tidak ber-AC, pakai ceiling fan dan bisa merokok. Udah jelas dong kita pilih yang pake AC, ya ampun itu matahari di luar panas bingits mosok iya kita mau di tempat yang ngga pake AC, walopun semula ngga ada tempat kosong sih di area yang ber-AC tapi ya rejeki anak soleh tetiba ajah ada rombongan mbak-mbak bule yang udah kelar makan dan tempatnya bisa kita jajah... hehehehe.
Poto dulu setelah berhasil dapat meja.
Pilihan menunya cukup beragam.

Minggu, 23 Februari 2014

Trip Yogya : Mengintip Pabrik Cokelat MONGGO


Kebetulan acara mengintip ke pabrik cokelat Monggo ini malah ngga cuma sekali tapi dua kali, pertama sebenarnya sewaktu liburan imlek, namun karena kita datang nya pas di libur nasional jadi ternyata mereka hanya buka tokonya saja. Jadilah sewaktu balik lagi ke Yogya sebulan kemudian, masih penasaran jadilah kita kesini lagi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

IBN