Selasa, 22 April 2014

Sembelit/ Sulit BAB saat bepergian


Dari semua cerita traveling saya kesana kemari itu sebenarnya selalu ada cerita 'duka'nya. Ngga selamanya deh jalan-jalan itu indah, pasti ada yang nyebelinnya dan buat saya itu yang udah pasti selalu terjadi adalah karena urusan 'ke belakang'. Sudah entah dari kapan itu ya saya selalu mengalami kesulitan untuk Pupita Jones alias BAB setiap kali bepergian keluar kota dan keluar negeri. Sembelit atau konstipasi ini awalnya saya pikir suatu adaptasi yang remeh, ketika perut saya tetep menerima asupan makanan enak-enak saat bepergian ke pulau terpencil dan tidak ingin BAB, saya tidak terlalu ambil pusing dan justru merasa lega karena saya suka geli kalau pakai toilet yang kurang kinclong plus saya juga ngga bisa pakai toilet jongkok (maklum princess van Lebak Boeloes) yang umumnya lazim di daerah yang terpencil. Lagian biasanya juga perginya selama wiken aja. Pun biasanya perut saya kembali normal jika saya sudah menginap setidaknya 2-3 malam di tempat baru dimanapun itu.

Minggu, 20 April 2014

Puncak Trip : Leyeh-leyeh di Villa Leila - Unilever


Trip kali ini bener-bener trip penggendutan badan..isinya cuma bermalas-malasan dan makan melulu.
Terima kasih buat kawan kitah pasutri yang sudah mengajak kita untuk menginap di salah satu villa peristirahatan Unilever di Mega Mendung, Puncak di long wiken kali ini. Secara kita berdua tuh jarang banget lho nginep di area Puncak soalnya macet ngga nahan kan kalo akhir pekan ke daerah ini. Apalagi si pak suami ini bukan fans beratnya nyetir keluar kota.

Sabtu, 19 April 2014

Puncak Trip : Cimory dan Jagung Bakar

Makan di Cimory kali ini bukanlah karena kita suka banget ama masakannya tapi lebih karena lokasinya dekat dengan villa tempat kita menginap long wiken ini di Mega Mendung. Ini juga bukan kunjungan kita yang pertama makan di Cimory, beberapa tahun yang lalu pernah juga makan di Cimory yang letaknya lebih ke atas lagi dekat Taman Safari, lokasinya sebelah kiri kalau dari arah Jakarta, sementara yang kali ini kita kunjungi adalah yang Cimory Riverside yang memang lebih besar dan lebih luas parkirannya, letaknya di sebelah kanan kalau dari Jakarta.

Kamis, 10 April 2014

The 35th is here

Well, the number has arrived. That particularly age number that I've dreaded for so long, because it was like the threshold number when I was constantly being told ; now or never (yes, in term of having kids). I don't think I will ever be ready. There is always inner child of me screaming I don't want to grow up. Hahahahha.. let see the evidence; see that LEGO box below? it was a birthday present from my team mates for me. Yes I collect LEGO, see under the LEGO box there are also 2 items referred to block toys; the Eiffel tower block and the block note book.
or maybe my famous Cow collection will do better judgement on this?. Scroll down below and you'll see friends still gave me Cow figurines as my birthday present this year.

White leather jacket and black-white shawl from Myrna-Nanda-Devy and Fany, Lego City from my team (Ferdi, Missy and Sandra), the Tote bag from Dewi and Yudith my boss and Nano block with blue Note block from Surya.
Birthday cows and batik shawl from Kanti and Agus.

Rabu, 26 Februari 2014

Bali trip : Ngemil es krim enak di Gusto Gelato


Jadi di suatu siang yang panas, setelah semalaman begadang dan badan rasanya pengen leyeh-leyeh aja di ruangan ber-AC tapi ngga bisa karena temen-temen seperjalanan yang kayaknya energinya kok ya ngga abis-abis ini udah pada ngajakin keluar Villa kita. Jadi rencananya mau makan es krim duluk supaya lebih seger. Padahal baru brunch dan kenyang banget sih di Villa tadi. Cuma karena promosi si Lia - temannya Nanda yang tinggal di bali katanya si Gusto Gelato ini enak banget, yuk marilah dicoba.

Lokasinya di Seminyak (yang dulunya Zen Garden), kayaknya baru pindah disitu deh soalnya kok masih terasa baru renovasi banget bangunannya. Tempatnya lumayan nyaman, cukup luas ada yang pakai sofa dan ada yang tempat duduk biasa, bahkan ada area outdoornya, tapi siapalah yang mau diantara kita di hari yang panas pol banget ini mau diajakin duduk diluar. Ya udah sik di dalam ajuah yang ber-AC.


Pilihan gelatonya buanyaaak bangettt.sampe bingung, dah gitu kan boleh nyicip-nyicip ya, mana jenis pilihan rasanya juga unik-unik.
Lihat aja tuh foto-fotonya dibawah, gimana ngga bingung milihnya. Mulai dari rasa yang standar macam Vanila, Coklat sampai yang kompleks namanya kayak Amarena, Fior di latte atau Stracciatella.
Semua deh saya cicip, bahkan ada yang rasa Kemangi dan Lemongrass (sereh), wedeh kok ya bisa kepikiran bikin es krim rasa beginian yak. Ngga semua jenis buah dan sayur cocok sih dijadikan es krim. Oiya pilihan untuk tempat es krimnya bisa pakai waffle cone atau pakai cup biasa.

Selasa, 25 Februari 2014

Menginap di hotel butik Rumah Mertua, Yogya.

Saya selalu pengen nyobain nginep di hotel/penginapan yang ngga biasa kalau traveling. Murah belum tentu jadi pilihan juga sih kadang nyari juga keunikan dari hotel tersebut selain lokasi juga. Salah satu hotel yang saya pengen coba untuk salah satu trip kita ke Yogya adalah Rumah Mertua-Boutique hotel ini. Kebetulan pesannya malah lebih dulu untuk trip yang di Februari ke Yogya ini ketimbang sewaktu yang Imlekan kita ke Yogya dan menginap di Rumput Hotel dan Resort.
Jadilah selama wiken plus nambah cuti sehari di Senin kemarin ini, saya dan ibu saya menginap di Rumah Mertua-Boutique hotel. Sebenarnya yang bikin penasaran ya namanya itu yah. Pengen tau apakah lebih oke daripada Rumput Hotel dan Resort.

Kita tiba di Yogya pukul 6 pagi aja gitu loh. Thanks to Air Asia yang ngga delay tentunya. Karena ngga mungkin ke hotel juga jam segitu dan para ponakan masih tidur jadi anter nyokap ketemu temennya dulu. Sekitar jam 10 pagi baru deh kita menuju hotel, nyoba aja pengen tau bisa early check in atau ngga.
Letaknya Rumah Mertua-Boutique hotel ini di Jl. Padma dekat Hyatt Hotel. Di belakangnya lapangan golf Hyatt tepatnya. Di deretannya ada 1 guesthouse juga namanya Griya Desa. Sekitar 50 meter juga ada villa mewah namanya The Kharma yang disewakan Rp 5 juta per malam. Glek.
Pertama nyampe, wah parkirannya penuh. Nyokap yang udah nelpon ngecek ke hotelnya malah udah tau katanya kamarnya penuh disini selama kita nginep dan mereka cuma punya 11 kamar. 
Sewaktu saya masuk dan cek ke resepsionis yang letaknya bener mirip rumah kos-an gaya Jawa aja, ternyata kamar untuk kita udah siap. Kita dapat kamar nomer 8 letaknya persis depan kolam renang tapi ketutupan semak juga sih jadi ngga langsung keliatan. 
Krucils depan kolam, udah pada mupeng mau berenang

Lokasi kamarnya musti ngelewatin tangga setapak dekat kolam renang yang cukup menggiurkan bocah - bocah ponakan, mereka langsung dong minta berenang dan ditolak sama maminya karena ngga bawa baju renang. Dueengg..

Kamarnya ada teras depan dengan bale bengong, meja makan sedang dan 1 buah kursi. Kita boleh pesan sarapannya diantar ke teras kita jadi ga perlu makan di area restorannya yang menurut kita juga gelap dan agak creepy banyak patung. Selama kita nginep disini 3 hari 2 malam disini ya kita selalu sarapan di teras aja. Boleh juga kalau mau pesan antar ke pinggir kolam renang.

Oiya kolam renangnya tidak child-friendly karena kedalamannya untuk dewasa semua tidak ada bagian kedalamannya yang dibawah 1 meter.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

IBN