badge

Howdy Fellow Travelers !

Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman

Menyambung postingan sebelumnya soal perjalanan kita ke Oman yang udah kepanjangan banget itu, di artikel kali ini saya mau bahas soal itinerari perjalanan di Oman akhir tahun 2019 kemarin itu.
Total perjalanan kita di Oman adalah 10 hari, memaksimalkan durasi visa turis yang kita dapatkan. Kita berangkat itu tanggal 29 Desember 2019 dan pulang itu tanggal 7 Januari 2020. Tahun baruan di Oman dong? iya tapi tahun baruan di Oman ngga ada apa-apa karena mereka merayakan tahun barunya itu kalau kalendar Hijriyah bukan Masehi.

Jadi di Oman itu ada beberapa pembagian lokasi wisata yang menjadi tujuan utama kita:
1. Wisata alam, pastinya ke lokasi-lokasi wisata yang masih alami seperti Sinkhole, Ayn (mata air/air terjun), Canyon (ngarai), pegunungan, gurun pasir dan pantai.

2. Wisata lokasi sejarah, termasuk di dalamnya mengunjungi museum, situs arkeologi, makam nabi, mesjid bersejarah.

3. Wisata Arsitektur, agak mirip sejarah sih tapi ini lebih kayak melihat keunikan bangunannya, seperti mengunjungi benteng dan kastil (di Oman tuh banyak banget 2 bangunan ini), mengunjungi mesjid besar, mengunjungi kota tua seperti Mutrah, Sur dan Nizwa yang sudah termasuk Unesco Heritage Site juga.
Read more »

Pengalaman Liburan Akhir Tahun 2019 ke Oman



Hi semua! udah lama banget ya gak mampir dan baca ada artikel blog baru di blog ini, jiahahaha...emberr udah 3 tahun bok kaga diisi ni blog, sempet sih nulis beberapa kali tapi cuma di draft aja karena saya males ngeditin foto-fotonya, hehehe. Oke sekarang karena kita sedang di tengah karantina pandemi di rumah aja ngga kemana-mana, jadi saya putuskan untuk mengisi waktu luang dengan mulai nulis dan mengaktifkan blog ini lagi, kali-kali aja Google Ads income saya balik lagi kayak tahun 2011-2012 an yang bisa sampe jutaan ini, hehehehe.

Ok cukup basa basinya yaa.. saya mau mulai cerita aja salah satu perjalanan yang baru-baru ini saya lakukan di akhir tahun, sebelum tahun 2020 ini "menghukum setrap" kita semua di rumah. Akhir tahun 2019 kemarin, saya dan suami pergi jalan-jalan ke Oman.

HAAA OMAN VAR???? WHYYY???!!! KENAPA OMANN???? -- Demikian rata-rata teriakan histeria massa alias follower saya di Instagram saat liat postingan saya di Oman, belom follow saya di IG? follow dong @travelingcow ya, banyak konten receh, riya dan ga penting di situ loh, hahahaha

Nah ...banyak kan yang penasaran kenapa kok kita macam udah keabisan negara yang mau dikunjungi aja sampe milih Oman untuk pilihan tujuan perjalanan kita kali ini. Cus baca terus blog ini...
Read more »

Berkunjung ke Jakarta Aquarium


Sekitar 2 minggu yang lalu kita pergi ke Jakarta Aquarium, kebetulan lagi ada sepupu saya si Oscar juga yang lagi nginep di rumah nyokap jadi kita ajak dia juga, soalnya saya inget waktu dia masih kecil itu dia suka gambar-gambar hewan gitu. Kalau Pak Suami sih emang hobi ke kebon binatang, akuarium, peternakan dan tempat-tempat fauna berkumpul lainnya (belom nyoba ke hutan Amazon sih, tapi saya yakin dia mah hepi-hepi aja). Pak Suami juga udah kepengen banget ke Jakarta Aquarium ini sejak papan iklan si Groupy nongol di depan Pondok Indah Mall, sementara saya dengan segenap hati bilang; Nooooo....hahahahhaa. But yet, here we were.
Depan kolam ikan Pari

Jakarta Aquarium ini baru buka awal tahun 2017 ini dan berlokasi di Neo Soho Mall, sungguh suatu mall di ujung Jakarta yang baru pertama kali ini kita kunjungi juga. Sebagai millenial wannabe (baca: Gen X in denial), tentunya saya memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk beli tiket masuk Jakarta Aquarium ini dong. Apa itu antre-antre di lokesyen...sungguh tidak jaman lagi deh. Jadi saya memanfaatkan pembelian tiket Jakarta Aquarium ini di Tokopedia ..sungguh pilihan yang tepat karena pas banget dapet diskon untuk 3 orang yang seharusnya tiket Regular itu total Rp 525.000 jadi cuma bayar Rp 479.000 sajah...yeay. Promo diskonnya ada juga untuk 1 orang, 2 orang dan 5 orang. Begitu juga untuk tiket Premiumnya.

Bedanya tiket Regular dan Premium adalah, kalau Regular ngga bisa buat nonton Studio 5D -nya aja sih, yang mana buat saya ga terlalu tertarik juga. Saya beli malam sebelum besok paginya kesana, jadi praktis banget, besok paginya begitu sampai di Jakarta Aquarium, cukup tunjukin print-out pembelian di meja kasir langsung ditukar dengan tiket aslinya. Ngga pake antre-antrean..lancar jaya cing!.
Beli tiketnya di Tokopedia

Selain tiket, kita diberikan juga buklet buat dibaca-baca, dari situlah saya jadi tau kalau Jakarta Aquarium ini merupakan indoor aquarium terbesar (walaupun pada kenyataannya kayaknya ngga sebesar SeaWorld sih) di Indonesia yang termasuk dalam management Taman Safari Indonesia...pantesan rapi, bersih, wangi. Beda sih emang apa-apa yang dikelola swasta kenapa lebih terawat ya, saya jadi inget SeaWorld Ancol yang suka bau dan jorok. Berlokasi di lantai LG dan LGM Neo Soho Mall, Jakarta Aquarium ini juga bersebelahan dengan Restaurant Pingoo yang mana berada dalam satu management juga, di restaurant itu kita bisa makan bersebelahan dengan kandang Penguin, nanti reviewnya saya tulis terpisah (kalau ngga males, hehehe...). 

Oiya, seperti biasa kalau masuk tempat-tempat begini, Sebelum masuk, kita sempat berfoto di depan blue screen yang nantinya diedit dengan template Jakarta Aquarium lalu hasil foto tersebut dicetak dan kita bisa bisa membelinya untuk dibawa pulang. Tadinya saya pikir yah semahal-mahalnya Rp 150 ribu deh, boleh juga beli untuk kenang-kenangan, eh ngga taunya harganya itu Rp 350 ribu!!!, watdefak!...mahal banget bok!..syok tante...bhay, sorry ajeh mosok harga tiket masuknya lebih mureh daripada harga fotonya?!...kebangetan sih. Terus kita pikir ngga ada banyak dong yang beli....ternyata banyaaaak sodara-sodaraaaa...gila yah orang Jakarta tajir-tajir ternyataaa...kalau gueh duit Rp 350 reban sih sayang bener bakal beli foto editan cupuk gituu...heloo. 
Rak pejeng foto mahal
Oke lepas dari overpriced photo tadi, sesuungguhnya Jakarta Aquarium ini memang ciamik, ada meja multimedia yang mana kita bisa melihat khasnya fauna di Indonesia seperti apa, kemudian ragam hewan laut dan air tawar yang ada juga cukup banyak, ada linsang, berang-berang, ubur-ubur, ikan segala jenis tentunya, segala macem jenis molusca (bahkan ada Nautilus segala). konon klaimnya ada sekitar 600 jenis satwa yang berada di Jakarta Aquarium ini, entahlah, saya mah ngga ngitungin juga kali.
informasi layar sentuh
Pak Suami hepi banget macam bocah disini, mundar mandir sana - sini. Ada beberapa area yang bisa menjadi highlight kunjungan disini;
Otter Tunnel (kita bisa masuk dan berada di tengah-tengah kandang linsang).
Touch and Find Zone (kolam sentuh makluk-makluk air laut seperti bintang laut, teripang dan lainnya...jangan lupa cuci tangan sebelum dana sesudahnya ya).
Main Tank (akuarium super besar yang mana kita bisa menyaksikan para ikan dikasih makan juga disini - ada beberapa waktu tertentu untuk menyaksikan ini).
Atraksi Pearl of The Sea (yang mana saya sayangnya ngga nonton).
Teater 5D -nya yang cuma bisa dimasuki jika kita beli tiket Premium.

Berhubung memang Jakarta Aquarium ini ditujukan untuk tempat wisata keluarga maka demi kenyaman pengunjung, fasilitas pendukungnya juga lumayan lengkap, seperti loker, akses masuk untuk kursi roda, toilet dan kamar mandi, ruang ganti bayi, wifi, toko cinderamata dan restoran (Pingoo).

rame-rame nonton Feeding Time
Teater 5D
Yang kiri itu tanki ikan Piranha
Experiencing the touch pool
Area touch and feel/touch pool
Kita menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk berkeliling di dalam, belum termasuk sebenarnya kalau mau nonton atraksi-atraksi seperti ngasi makan atau Pearl of The Sea atau masuk ke Teater 5D-nya. Kalau ingin maksimal sih kudu liat ada jadwal atraksi-atraksi yang tidak boleh dilewatkan, silakan lihat di websitenya dan catat jadwalnya. Sebenarnya saya kurang merasa maksimal itu juga, berhubung udah masuk waktu sholat Dzuhur jadilah kita keluar karena di dalam sini sayangnya ngga ada mushola.

Mungkin bisa ditonton video ala-ala kita selama di Jakarta Aquarium, maap formatnya vertikal secara lagi doyanannya InstaStory, hehehehe... (PS: maaf cover videonya kok horor gini foto selfie gw aja gituh, wakakaka...ga tau gimana cara ngeditnya..)



Secara keseluruhan kita rekomen banget untuk berkunjung ke Jakarta Aquarium ini, apalagi keluarga muda yang punya bocah-bocah cilik, saya aja kepengen ngajakin ponakan-ponakan yang di Jogja kalau pada ke Jakarta lagi untuk main ke Jakarta Aquarium lagi, semoga aja masih ada promo diskon Tokopedia untuk beli tiket masuk Jakarta Aquarium.
area main tank yang super gede
Foto-foto tolol di dalam
Muka-muka yang abis piknik ke Jakarta Aquarium
Jakarta Aquarium
Neo SOHO Mall
Lantai LG 101 - LGM 101
Jl. Letjen S. Parman Kav. 28. Jakarta Barat, 11470
Phone: 1-500-212 (Call on 09.00 am until 05.30 pm)
E. info@jakarta-aquarium.com

Jam Buka: 10.00 - 20.00 
Harga Tiket sama hari biasa dengan akhir pekan:
Regular (hanya Aquarium) : Rp 175.000, Premium (Aquarium dan Teater 5D): Rp 225.000
Anak-anak di bawah umur 2 tahun gratis.



Read more »

Mengunjungi Pasar Malam CHamorro Village


Menyambung cerita awal tentang liburan kami ke Guam, kali ini saya mau ceritain pengalaman kita di hari pertama kita di Guam ini. Kami diantar ke hotel dengan taksi bandara ($25) yang cukup mahal mengingat jaraknya deket banget. Kita rencananya mau sewa mobil selama di Guam ini berhubung transportasi umumnya cuma ada bus dan taksi, kalo baca-baca di internet itu busnya cuma keliling di area perkotaan aja, sementara kita rencananya mau keliling pulau Guam ini jadi agak repot kalau ngga sewa mobil. 

Cuma karena kita mendarat di Guam udah jam 3 sore jadi agak rugi mau ambil sewaan mobil dari Bandara. Sementara saya cek dan baca-baca juga di internet kalo di Guam ini belum ada Uber, tapi ada layanan aplikasi Stroll Guam yang prinsipnya kayak Uber juga, saya udah coba unduh aplikasinya dan daftar jadi penggunanya tapi kok beberapa kali di bandara saya coba login itu aplikasinya ngga ada respon, saya sampe cari FB pagenya dan message admin-nya, saking ngga jelasnya itu aplikasi. Akhirnya ya itu tadi, daripada gaje di bandara, jadilah kita naik taksi bandara yang mehong tadi itu...ya udahlah mau gimana lagi.

Tumpangan kita dari Bandara Guam ke Hotel
Hotel kami terletak di area Tumon, semacam pusat kota tempat banyak hotel-hotel, pusat perbelanjaan dan resto gitu deh. Sewaktu baru dateng, di Lobby hotel saya lihat ada konter tour yang menawarkan untuk antar jemput ke Chamorro Village Night Market, biayanya $10 per orang, dan kita diskusi karena pasar malam itu cuma ada di hari Rabu aja dan kita pun pasti butuh makan malam, sementara kita belum tau banget sarana transportasi kesana-kemari gimana malam itu, jadi lah sehabis check-in, sholat dan mandi, kita pun langsung turun lagi untuk ikutan ke CHamorro Village Night Market dan untungnya mobilnya belum penuh, cuma kita dan pasangan dari Jepang yang cukup lelet dan bolak balik bikin supirnya bete nungguin mereka. 

Supir kita orang Filipina namun sudah lama tinggal di Guam, istrinya orang Jepang jadi dia pun lancar bahasa Jepang. Dia malah mengira kita orang Filipina juga karena menurut dia bahasa Inggris kita oke banget (sialan, menghina banget, dikira orang Indonesia kaga bisa bahasa Enggres apah).Eniwei si Bpk Siapalah-ini-gw-lupa-namanya, cerita katanya nanti di pasar malam akan ada pertunjukan tari-tarian tradisional (jadi saya kebayang kayak tarian Hula-hula ala Polynesian gitu kan ya), terus banyak kios-kios makanan dan suvenir, cuma kadang harganya suka mahal karena banyak turis. Cepet banget kok dari hotel kita di Tumon ke pasar malam yang dikenal juga dengan nama Sengsong CHamorro ini yang berada di area pusat kota Hagatna (ibu kota Guam, btw) mungkin sekitar 20 menitan. 

Setelah kita di drop dan janjian dia akan jemput kita lagi di tempat kita turun itu 2 jam lagi, lalu kita pun mulai eksplor si pasar ini. Tujuan utama mau nonton tarian yang si pak supir itu bilang dulu di area panggung utama. Kebetulan udah mulai di jam 7.30 malam itu dan udah rame yang mengelilingi panggungnya, saya pun cuma kebagian area di depan sebelah kiri panggung. Tapi lumayan jelas deh buat motretin dan videoin.

Ini video tarian di CHamorro Village Night Market


Mungkin saya yang berharap terlalu banyak aja ya, begitu tari-tariannya dimulai kok saya agak kecewa ya, karena tariannya tuh ngga tradisional gitu tapi lebih ke modern dance aja gitu macam cheerleaders, kesel kan...hahaha pening liat abege alay-alay jejingkrakan akhirnya saya pun mundur teratur, mana si Pak Suami ngga mau ikutan nonton malah melipir sendiri, jadi saya pun jadi cukup lama cari-carian sama dia, plus dia lupa bawa hape ditinggal aja gitu di hotel tapi untungnya ketemu juga tu orang, udah bete aja kalo di pasar segitu ramenya saya harus cari-carian sama dia terus.
Kiri: Antrean booth prasmanan, Kanan: Pak Bos lagi milih menu
Pasar malamnya sendiri modelannya agak beda dari pasar-pasar malam di Asia macam di Patpong- Bangkok, Ladies market-Hong Kong, Sisangvangvong - Luang Prabang, pasar-pasar malam di Taiper dll itu lah, ini tuh modelnya lebih terorganize (dikit), plus ngga bau, kebanyakan sih stand makanan ya, segala jenis makanan lokal macam barbekyu seafood, daging sampe jagung bakar ala Guam, terus ada juga masakan prasmanan yang tinggal ambil terus bayar, atau segala jenis jus buah-buahan,macem-macem deh.
Makan di Amerikah kok masih jongkok ngemper toh yaaaa...piyee iki
Kiri: Sashimi Kelapa muda (????), Kanan: stand Lumpia dan donat Pisang

Untuk suvenir lokal juga ada toko-tokonya yang standar lah jualan macam T-Shirt, gantungan kunci, daster, tapi ngga tertarik beli abisan modelannya mirip banget sama yang dijual di Bali gitu. Yang unik ada atraksi foto naik....Kerbau!, hahaha edan..di kampung eke mah ngga usah bayar USD 3 buat foto naek kebo..wkwkwk.

Kita beli makan garlic rice dengan ikan bakar (garoupa itu gurame apa kerapu ya, pokoknya mayan gede tu ikan abis bedua, pake Kelaguen, semacam urap khas Guam gitu plus beli sate sotong bakar juga, rasanya lumayan dah cuma kurang sambel aja (tetep ya orang Indonesia banget kudu ada sambel, emang lupa bawa sih).

Kita kelilingan aja nyobain macem-macem cemilan, jus buah sampe beli mangga potong segala, mangganya enak kayak mangga Indramayu tapi lebih legit dan gede banget. Sebijinya udah dipotongin itu USD 10 (nangis..). Emang garuk aspal deh disini keluar duit kayak ngga rela gitu liat harganya tapi mau gimana lagi mosok ngga makan sih.

Ini video waktu kita pilih-pilih menu makanan kita, harap maklum lagi kegilaan Insta Story jadi semua videonya vertikal, hehehe...



Ini juga ada beberapa video kayak gimana sih CHamorro village night market itu, berhubung males ngedit jadiin 1 video jadi kepecah 2 gini videonya, hihihi, harap maklum deh namanya juga blogger pemalas (apa ini blog gw ganti aja namanya jadi Lazy Blogger yeh..)

Walking around CHamorro Village Night Market


Food Court Area in CHamorro Village Night Market
Sebagian kecil stand suvenir
Ngemil sate baby octopus
Sebelum pulang, saya sempetin mampir ke kios suvenir juga sih akhirnya, saya beli T-Shirt untuk pak Suami soalnya emang sengaja saya bawa T-shirt buat dia dikit soalnya biar beli yang khas Guam aja, hehehe, sebijinya T-Shirt harga USD 15, saya beli 2 biji eh malah dikasih bonus 1 T-Shirt lagi, lumayaaaan. Menjelang jam 20.30 kita pun balik ke lokasi tempat kita janjian untuk dijemput lagi ke hotel. Seneng juga sih baru kali ini ke Amrik liat pasar malamnya, hehehe biasanya nge-mall mulu.


CHamorro Village Night Market
151 Q Marine Drive Corps, Hagatna, Guam
Jam buka: Rabu, 18.00-21.00

Read more »

Pengalaman Liburan ke Guam Di Tengah Ancaman Bom Nuklir Korea Utara



Hafa Adai! (Guam for; "How are you?")

Setelah berabad-abad ngga pernah nulis di blog ini, this so-called blogger berupaya untuk menghidupkan lagi blog berdebu ini, semoga masih ada yang baca dan semoga masih diindex sama om google, hehehe.

Udah lewat tengah tahun 2017 baru ada segelintir gini tulisan perjalanan di blog ini, padahal lumayan pergi sana sini loh. Pertengahan Agustus kemarin memanfaatkan libur Hari Kemerdekaan RI ke-72 (hei...I know this, pat to myself in the back) saya dan pak Suami pergi halan-halan juga akhirnya, kali ini kita memanfaatkan tiket yang sudah dibeli persis 1 tahun yang lalu saat sale Cebu Pacific, per orang cuma Rp 1,5 juta pp ke Manila. Nah awalnya saya have no clue, mau ngapain lagi dah ke Manila, ini udah kesejuta kalinya ke kota ini rasanya (oke, lebay mode), jadi sampe menjelang hari-hari menuju keberangkatan pun saya masih ngga punya itinerari sama sekali mau kemana aja, sampai pada suatu hari yang cerah ceria, saya iseng buka Skyscanner (bukan iklan, sumpah mati ini emang kejadiannya gitu) gegara saya stuck di suatu acara yang sungguh membosankan (silakan ditebak acara apakah itu), dan saya mulai iseng nyari dari Manila kemanakah yang sekiranya murah dan kita belum pernah pergi. Nah dari hasil pencarian, ada beberapa opsi sih, tapi yang paling bikin saya mikir "Aha!..kesini aja!!...soalnya kita udah punya visanya dan tinggal berangkat!"... dan itu adalah ke Guam!. Guam adalah salah satu koloni Amerika, oleh karenanya untuk kesana diperlukan visa Amerika, dan karena kita berdua sudah punya, jadi ngga ada masalah untuk berangkat. Dari hasil pencarian di SkyScanner itu, ada beberapa pilihan penerbangan ke Guam, tapi yang paling murah dan secara jadwal cocok dengan jadwal tiba kita di Manila adalah naik United Airlines, biaya tiketnya sekitar Rp 3,6 juta per orang pp. Not bad kan?!.

This was our flight to Guam (UA 190)
Buat yang belum tahu Guam itu ada dimana, silakan buka peta, cari Filipina dimana, lalu geser penglihatan ke arah kanan, ke arah Samudera Pasifik, Guam itu terletak setengah perjalanan menuju Hawaii, salah satu Negara Bagian di Amerika juga. Guam merupakan pulau kecil dan US Naval Base terkenal, salah satu markas besar Amerika berada di Guam ini. Sektor pariwisata sangat menunjang perekonomian karena turis dari Jepang, Korea Selatan dan Taiwan, banyak yang berwisata ke Guam ini karena banyak paket wisata cukup murah yang ditawarkan dari negara mereka untuk ke Guam.

Walaupun penduduk yang lahir di Guam ini langsung menjadi Warga Negara Amerika, namun penduduk dengan domisili asli Guam tidak diperkenankan untuk ikut serta dalam memilih Presidennya, agak aneh sih memang, dan untuk warga Amerika dari Negara bagian lain ingin berkunjung ke Guam, mereka tetap harus bawa paspor Amerikanya dan masuk melalui imigrasi juga. Hal ini sepertinya untuk keamanan pulau ini mengingat salah satu markas angkatan laut dan udara Amerika berada di pulau ini.

Terus ngapain dong kita milih liburan ke Guam?. Sejujurnya alesannya cuma karena;
1) Kita belum pernah kesitu dan harga tiketnya lumayan murah untuk ukuran "ke Amerika".
2) udah itu doang.
Hahahaha..cetek broh.

Terus udah nih, abis beli tiket pesawat ke Guam, baru deh saya browsing-browsing mau kemana, ternyata cukup banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi, sebagian besar adalah terkait dengan kisah sejarah Perang Dunia ke 2 (Pacific War), selain pantai yang sepertinya bagus (walaupun saya selalu pesimis kalau bandingin sama pantai - pantai di Indonesia sih pasti kalah jauh), plus ternyata di Guam ini banyak toko branded Factory Outlet yang mana kebanyakan adalah brand Amerika, seperti Nike, Sketcher, Adidas, Puma, Guess, Calvin Klein, Levi's, Tommy Hilfiger, yihaaa..mari buka PO Jastip (jasa titipan) barang-barang bermerek, pasti dong banyak temen-temen kita yang cukup hedon dan gila belanja...hahaha. Sebenernya saya agak males kalau dititipin barang sama temen, apalagi kalau mengingat bagasi Cebu Pacific yang kita beli cuma cukup 30 kg berdua.

Saya ngga bikin itinerari lengkap seperti biasanya, tapi saya cuma tulis daftar tujuan yang ingin saya kunjungi selama ke Guam, mengingat tidak terlalu banyak sementara kita akan disana 5 hari dan 4 malam, jadi saya sudah perkirakan kayaknya kebanyakan akan belanja aja. Hahahaha. Tapi saya tetep pesan hotel dari Jakarta namun saya sesalkan tidak pesan mobil sewaan dari Jakarta, karena ternyata mobil kecil yang murah meriah sudah banyak yang tersewa.

Sebelum berangkat, saya sempat mengirimkan email ke Kedubes Amerika menanyakan soal Visa Amerika saya yang berada di paspor lama dan saya belum berhijab saat itu, apakah saya harus lapor ulang atau tidak ke Kedubes. Alhamdulillah dibalas dalam waktu 1 hari kerja, bahwa saya cukup bawa aja paspor lama dengan Visa Amerika saya tersebut tidak diperlukan pelaporan lagi, kecuali jika saya pernah lakukan ganti nama di paspor baru saya. Plus saya tanyakan apakah sedang ada travel warning untuk warga sipil mengunjungi Guam, mengingat disana kan salah satu markas tentara dan jawabannya tidak.

Tentara pada foto-foto
Sewaktu tiba di Bandara Internasional Antonio B. Won Pat di Tamuning, Guam, saya langsung berasa, ih kecil banget nih tempat...hahaha, ngga berasa kayak ke Amerika. Udah gitu petugas bandara juga rata-rata berwajah Polynesian, mirip-mirip Asia gitu tapi badannya gede-gede, mungkin pada keturunan CHamorro, suku asli pulau Guam ini. Antrean imigrasinya juga super panjang, dan ruameee dengan turis-turis Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan China (sejujurnya saya ngga bisa terlalu bedain sih, mereka semua terlihat sama di mata saya), ada kali lebih dari 1 jam kami mengantri di imigrasi, udah gitu kita awalnya pakai ngga yakin apakah kita udah antre di jalur yang benar..kan ngga lucu udah pegel antre ternyata salah jalur.



Eniwei, saat tiba giliran kita menghadap ke petugas imigrasinya, Alhamdulillah boleh barengan berdua karena sekeluarga (caelah, berdua doang keluarga mini). Si petugasnya sepertinya agak tertarik dengan hijab saya, karena dia lihat di paspor baru saya yang udah berhijab itu saya udah beberapa kali punya visa ke negara lain dan yang ada fotonya juga saya berhijab, sementara visa Amerika saya berada di paspor lama saya yang mana saya belum berhijab juga fotonya di visa tersebut dan saya pernah masuk New York (dan masih ada foto saya tersimpan di fatabase imigrasinya dengan foto tanpa hijab), dia nanya kenapa begitu dan keberatan ngga kalau saya diminta melepas hijab saya. Akhirnya saya coba jelasin semampu saya aja deh dan kayaknya dia terima -terima aja, malah cerita kenapa dia tertarik, karena adek laki-lakinya ditugaskan di UAE dan sekarang malah masuk Islam. Duile sempet banget kita dengerin curhatan petugas imigrasi.
Di dalam bandara Antonio B Won Pat, Guam
Sebagai catatan, hingga saat itu, kita berdua belum tahu menahu soal ancaman bom nuklir Korea Utara ke Guam, jadi kita masih dalam kondisi tenang-tenang aja, dan situasi di bandara Guam pun tidak ada tingkat kewaspadaaan tinggi yang berarti, bahkan cenderung sepi karena saat kita selesai imigrasi, di bagian ambil bagasi juga udah sepi dan tinggal koper kita aja yang masih muter-muter sendiri di conveyor belt.
Taksi Bandara di Guam
Setelah gagal cari mobil sewaan, kita pun beralih ke taksi bandara.
Baru deh saat kita di taksi ini, si supir taksi nanya; "Where are you from?".
Us: "Indonesia".
Sopir taksi (ST): "Well, are you on holiday?"
Us: "Yes we are"
ST:"Haven't you look up the news lately regarding Guam and North Korea?"
Us: "Not really, what's going on?".
ST:"Well..it's just recently they treated to fire missiles to Guam!..and it is a big news everywhere, we even got alert on how to survive nuclear attack in pamphlets!"
Us:"WHATTT???!!!"
ST:"You guys don't know anything bout that?"
US:"NOOO!!"
ST:"You guys are crazy!" (sambil ketawa-tawa ngakak)
Sementara kita berdua liat-liatan penuh kepanikan campur kepasrahan. Lebih parah lagi karena saya lalu buka mbah gugel nyari berita itu dan memang benar diperkirakan pertengahan Agustus itu Korea Utara akan menembakkan misil nuklir ke perairan Guam. Gila banget ini sih, kepala saya langsung terbayang-bayang foto-foto dokumentasi bom Hiroshima yang kita lihat sewaktu ke museum di Hiroshima Jepang tahun lalu. Mosok iyaa siiihh kita harus ngalamin sendiri begini?! gila bener ini sih, sungguh saya ngga siap mati saat liburan, dibom nuklir pulak! yang bener aja deh mosok segini doang nasip guehhh??!!. Duh langsung mules, kepala berkunang-kunang dan super bete kan jadinya.
Ditambah lagi, saya menemukan file pamflet yang dibilang sama si supir taksi itu, and somehow it made me realize that this is happening!. SH*T.
Pamflet How to Prepare on Imminent Missile Threat.

Pak Suami yang menyadarkan saya, ya udahlah kalau emang udah waktunya ya mau gimana lagi, yang penting jangan dipikirin dulu sekarang kan kita mau liburan disini, ya udah kita nikmati aja. Uwow super banget ya dese. Para penduduk lokal disini kayak menanggapi ancaman Korea Utara itu dengan santai, malah bilangnya kalau mereka udah terlalu sering diancem-ancem diserang Korut dari bertahun-tahun yang lalu. Kita pun merasa lumayan lega deh.
Ini yang motretin si wartawan Jepang itu
Sampai pada 1 hari terakhir sebelum besoknya kita pulang, kita lagi jalan-jalan ke Governor's Complex, mengagumi pemandangan dari bukit ke pantai di bawah, kita disamperin sama wartawan dari Jepang (btw, banyak wartawan media asing yang berdatangan ke Guam karena ancaman Korut ini dan kita bahkan diwawancara gegara tampilan kita yang udah jelas-jelas  macam turis syariah nyasar di Guam begini) dan dia ngasi tau bahwa sebenarnya para pemerintah di Guam ini sedang berkumpul membahas soal Korut karena besok adalah salah satu hari peringatan di Korut dan umumnya mereka suka merayakannya dengan melakukan tindakan kemiliteran, dan dikuatirkan itu bisa dengan menyerang Guam. Lah sakit perut lagi kita kan jadinya. Terus kita bedua langsung bahas, haduuw kalo mau ngebom entaran aja gimana, tunggu kita pulang dulu keluar dari Guam deh, plis ya Allah.
Di lapangan parkir bandara, bus-bus pariwisata dan mobil sewaan berjejeran
Jalanan di kota Guam
Tapi ya, selama 5 hari 4 malam kita di Guam itu tidak terlihat tingkat kewaspadaan pengamanan pulau bertambah, jadi life goes on aja gitu, turis-turis tetep terlihat banyak (walaupun memang ternyata berkurang karena adanya ancaman bom dari Korea Utara itu menurut petugas-petugas hotel, supir-supir bis dan lainnya yang saya ajak ngobrol), toko-toko dan resto tetep pada buka hingga larut malam, K-Mart super gede banget disini buka sampe jam 12 malam bok. Jadi lambat laun, saya pun merasa aman dan santai-santai aja menikmati liburan (dengan ekstra rajin menunaikan sholat, ya kali-kali aja kan ya... hahahaha). Kita tidak pindah-pindah hotel selama di Guam menginap di hotel yang sama yaitu di Pacific Bay Hotel, abis pulaunya kan kecil ya, jadi percuma juga mau road trip pindah kota juga ngga ada apa-apa.

Eniwei, nanti saya lanjutin cerita- cerita di Guam ya ngapain aja, kemana aja beserta foto-foto lainnya.

Ini kira-kira itinerari liburan kita di Guam kemarin;
2) Hari Kedua; Ke Pantai, Naik Trolley dan Guam Premier Outlets
3) Nonton Encore show dan Makan malam di Hard Rock Cafe Guam
4) Hari Ketiga : Jalan-jalan ke Guam Museum, Pacific War Museum, Inarajan Pool dan Fort Soledad
5) Makan siang di Jeff's Pirate Cove
6) Hari Keempat: Panorama Two Lovers Point, Gun Beach dan Micronesia Mall
7) Makan malam di Rotary Sushi
8) Hari Kelima; Underwater World
9) Makan siang di IHOP Guam
Nantikan ada saatnya semua nomor-nomor itinerari di atas itu akan ada hyperlinknya ke postingan di blog ini. Kapan? hahaha entahlah, tunggu tanggal tayangnya. Makanya langganan email postingan terbaru kita di blog ini.


Read more »

Makan Steak Kobe Halal di Kobe Jepang


Pertama kali mencoba makan steak daging sapi Kobe sebenernya di Edogin Hotel Mulia Senayan beberapa tahun yang lalu, dan waktu itu juga kita lagi merayakan anniversary, kalau ngga salah itu anniversary ke 2 deh, karena kita kayaknya waktu itu ngga kemana-mana karena Pak Suami lagi setiap hari lembur terus di kantornya karena ada proyekan dari kliennya. Terus bosnya yang bule baik hati itu (Hallo Mr Chad!) begitu tau tanggal itu kita anniversary, disuruhlah kita pergi dinner mewah dan bisa dirembuirse ke kantor!, gila seru banget kantor dia dulu itu (hmmmff...).

Untuk mengenang pengalaman 11 tahun yang lalu itulah kita berniat untuk anniversary kali ini kan kebetulan lagi di Jepang, jadi kita pengen nyobain steak Kobe yang otentik tuh kayak gimana sih kalau di kota Kobe-nya sendiri. Nah, ternyata menjadi muslim yang baik itu ngga gampang ya..karena Pak Suami itu udah ngga mau kita makan daging merah dan unggas kalau memang tidak pasti halal, karena proses penyembelihan di negara maju itu bukan pakai pisau disembelih melainkan disetrum, supaya lebih efisiensi, jadi jatohnya itu daging ngga halal juga. Yah kurleb begitulah, agak menderita sih gueh defisit zat besi dan protein hewani ya kalau lagi jalan-jalan keluar negri. Untunglah kalau di Jepang kan seafoodnya banyak ragam dan segar-segar ya.

Balik lagi ke urusan nyari tempat yang nyediain steak Kobe Halal ini ternyata ngga gampang ya, segala penjuru Kobe udah saya gugel, akhirnya nemu juga kontaknya LEE dari Tatsuya Butchery di Kobe, satu-satunya tempat penyembelihan daging di Kobe yang menyediakan daging sapi Kobe yang disembelih secara halal, dan langsung saya email dia untuk pesan tempat untuk ktia berdua. Di website memang disebutkan bahwa untuk paket Steak Kobe Halal cuma bisa dipesan 2 hari sebelumnya, jadi ngga bisa tuh ujug-ujug ke restonya dan mesen menu itu. Jadilah saya pesan untuk tanggal 10 Feb (anniversary kita sebenernya bukan tanggal segitu) dan untuk makan siang, karena kalau malam kita kuatir kedinginan balik lagi ke Osakanya, soalnya kita kan nginepnya bukan di Kobe. Lee sangat kooperatif dan responsif, dia langsung membalas email saya dan minta nomor WA saya, akhirnya kita wasapan biar lebih cepat. Info dari Lee, nama restoran tempat kita akan makan adalah Tsuki Usagi, lokasinya di tengah kota Kobe, dan cukup dekat dari stasiun Sannomiya, Kobe, kalau jalan kaki sekitar 10 menitan deh
Untuk paket set menu Kobe Halal ini sebenarnya ada 3 macam cara masaknya yang ditawarkan:
1) Steak biasa
2) Hoba Yaki (dipanggang diatas daun Hoba dengan saus Miso)
3) Sukiyaki
Harganya juga beda sih untuk masing-masing paket itu, dan harganya ini per orang loh ya, jadi 1 set menu itu dihitung per orang.
- Paket Steak JPY 12960,
- Paket Hoba Yaki : JPY 10800
- Paket Sukiyaki : JPY 10800
Mahal banget yah? iyalah, daging sapi Kobe itu kan memang salah satu jenis daging wagyu paling enak dan paling mahal, namanya juga premium.



Kita pilih 1 set Menu Steak dan 1 set menu Hoba Yaki jadi total itu sekitar JPY 23760 (sudah termasuk pajak) dan harus dibayar di depan. Jadi Lee langsung kirimin saya invoice elektronik dan saya bisa bayar dengan kartu kredit melalui online dari link invoice yang dia kasih. Gampang banget sih ya di Jepang mah udah canggih semuanya.

Kita kan pesan tempatnya jam makan siang ya, eh ternyata Tsuki Usagi ini sebenernya emang ngga buka di siang hari untuk makan siang, jadi mereka bener-bener ekslusif buka hanya untuk kita!. Hoah, pantesan mahal bener!..nambahin lemburan staf restonya juga kan ya.
Sebenernya hal ini adalah untuk meminimalisir memasak pesanan non halal, dan penggunaan bahan-bahan non halal yang mungkin bercampur. Jadi resto ini memang sebenarnya belum bersertifikat halal, namun mereka mencoba mengakomodir banyaknya permintaan bersantap daging Kobe halal, jadi mereka mengkhususkan untuk buka (dengan reservasi awal) di jam makan siang untuk mngakomodir pesanan maka paket Kobe halal ini.

Kita sempet nyasar dikit sih sewaktu nyari tempatnya, soalnya bingung juga nyamain lokasi di google map dengan kenyatannya huruf kanji itu keliatan sama aja. Akhirnya ketemu juga, lokasinya di Gedung Grand Coast lantai 8, itu juga pake celingukan abis naik lift begitu keluar langsung balkon sempit gitu, ternyata musti belok kanan dan barulah ketemu restorannya.

Kalau bingung nyari gedungnya yg mana, coba tonton Youtube video kita ini:


Sebenernya ini restoran sih ngga gede banget, palingan bisa makan itu (sambil duduk ya) sekitar 10-12 orang deh kalau sepenuh-penuhnya, eh tapi ngga tau ya kalau dia punya ruangan rahasia lain yang VVIP misalkan, soalnya kamar mandinya aja keren banget, bersih dan penuh dengan pernik-pernik kayak hand lotion, tisu basah, dsb di wastafelnya.

Kita langsung disambut sama Lee, kenalan deh akhirnya, saya perhatikan selain Lee, ada 3 orang yang kerja hari itu meladeni kita berdua doang, 1 orang chef nya, lalu 2 orang lagi staf
 ternyata harga segitu per set udah termasuk:
1. Hidangan pembuka:
2. Sup miso
3. Sashimi (ikan mentah) ; Salmon, Tuna, Fat Belly Tuna
4. Tempura; Ebi (udang), ikan, dan sayur (lupa nama sayurnya)
5. Hidangan utama dari 150 gram daging sapi Kobe Halal
6. Semangkuk nasi putih
7. Wakame Soup
8. Hidangan penutup (biasanya buah dengan jelly)

Sebelum makan, Lee ngasi lihat sertifikasi halal dari daging Kobe yang mau kita makan, Gradenya 12 lho, marble-nya banyak banget, duh berliur-lliur nih gueh sambil ngetik ini kalau inget rasanya.
Setelah itu dia juga kasih lihat kecap Soyu dan bumbu masak lainnya yang digunakan juga sudah bercap sertifikasi halal dari badan resmi di Jepang ini.

Makanan kita datang secara urutan yang disebut di atas, itu ya sashiminya yang Fat Belly Tuna,...ya Allah enaknyaaa...Alhamdulillah dikasi kesempatan nyobain makanan seenak ini ya Allah... hahaha lebay ya gueh, tapi suwer, dagingnya meleleh dimulut dan rasanya tuh enak banget, halussss..udah gitu cita rasa sashiminya juga seger banget.

Tempuranya sih biasa aja, tapi semua sup-supnya enak.



Kita juga dikasih tau ternyata yang namanya wasabi itu terbuat dari horseradish (sejenis umbi-umbian) yang cara alami dibuat dengan diparut, jadi di resto ini kita dikasih horseradish dan parutannya dan diajarin cara marutnya, karena yang unik, parutannya terbuat dari kayu yang ditempelin kulit hiu, dan kita marutnya diatas permukaan kulit hiu yang kasar itu. Ngga usah protes ya kasian hiu-nya atau soalnya itu juga parutan lama deh, meneketehe mereka bikinnya kapan dan ngga mungkin tiap hari ngebunuh hiu bakal bikin parutan kan kan kan...
Eniwei, kayak gini lah nih :


Sebelum masuk ke hidangan utama aja saya udah kekenyangan, lagian sih ya, mosok banyak amat ini orang Jepang makannya ampe 8 jenis gini sekali makan...
Steak Kobe yang kita pesan itu sengaja saya mintanya Medium dibakarnya, soalnya saya emang kurang doyan steak well done, bukan steak itu mah empal kalau kata saya ...hehehe. Nah tampilan Kobe Steak kita kayak gini nih...


Rasanya gimana??
Subhanallah enak banget...nget..nget...ya ampun, seperti yang saya bilang, ..dagingnya itu meleleh di mulut, ya ampun lemaknya bejibun, aduh lembut banget, udah gitu bumbunya ngga terlalu kuat jadi ngga overpowering rasa dagingnya...saya sebenernya lebih suka makan steak yang udah enak di bumbu dagingnya, jadi bukan karena saosnya seperti steak ala Amerika. Steak ala Jepang memang berbeda, bumbunya bisa miso atau lainnya (ga paham juga gueh apaan).
Atau seperti ciri khas di area Kansai ini, steaknya dimasak ala Hoba Yaki. Maksudnya adalah dimasak diatas daun Hoba, yang kalau menurut saya sepintas kayak daun jati deh. Nah yang ini dateng ke meja kita lengkap masih dengan tungku mininya dan setengah  dimasak di meja. Masakan ini juga enak sih, tapi saya lebih favorit yang Steak Kobe biasa aja. untung harganya sama, hehehehe.
Kayak gini nih tampilan si steak Kobe dengan Hoba Yaki style:


Enak juga kok..apalagi makannya sama garlic rice mereka yang ternyata rasana gurih, enak banget...hadew..ini kenapa semua makanan enak semua yak.
Duh pokoknya udah selesai 2 hidangan utama itu (btw, kita sharing gitu ya hidangan utamanya soalnya kan beda cara masaknya, jadi biar semua kecobaan), kita udah kekenyangan, terus sup wakame (rumput laut) datang, masih sanggup ngabisin, terakhir dessert berupa buah dateng, wah udah berasa KO perut gueh, jadi melipir dulu ke....toilet!, hahahaha.

Gimana? kepengen dong ngerasain makan Kobe steak di kota Kobe -nya langsung...buat yang muslim, jangan lupa ya buat nyobainnya di resto Tsuki Usagi aja, soalnya memang cuma di resto ini yang menyediakan Kobe Beef halal untuk hidangannya.

Untuk pemesanan makan set menu Kobe Halal bisa kontak ke:
LEE:+819097080776
Inget ya 2 hari sebelumnya kalau mau makan disini RSVP nya untuk Kobe Halal.
Jadi ngga bisa Walk-in begitu saja

TSUKI USAGI
Jepang, 〒650-0012 Hyōgo-ken, Kōbe-shi, Chūō-ku, 
Kitanagasadōri, 2 Chome−11, 兵庫県神戸市中央区北長狭通2-11-5 8F
(Grand Coast Building 8th Floor)
Closest Subway Stasiun : SANNOMIYA, Kobe.
Web : tukiusagikobe.jp


Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog