badge

Howdy Fellow Travelers !

Trip Pulang Kampuang : Puncak Kiambang, Sate Mak Syukur, Bika Talago dan Pical Sikai


Nerusin cerita trip pulang kampuang ke ranah minang dimana perginya awal bulan lalu ya, beginilah blogger pemalas banyak alesan jadi selalu late post.

Kemarin itu trip saya dengan nyokap dan temen saya Myrna, disana udah pasti ketemunya sama Uncu dan Om Suaib suaminya, Uncu ini adik bungsunya nyokap. Jadi rencananya itu kita 4 hari 3 malam dengan rute : Bandara (MIA di kota Pariaman) - Padang Panjang - Danau Maninjau - Bukittinggi - Nagari Tuo Pariangan - Batusangkar - Padang Panjang - Kota Padang - Pariaman - Bandara MIA

Oiya sebelumnya harap maklum kalau semua cerita trip pulang kampuang ini tidak akan ngebahas mengunjungi tempat-tempat wisata di Sumatera Barat, karena udah bosen cyiin, eh palingan ada sih beberapa lokasi yang kita datangi karena ngajak Myrna, tapi sebagian besar tempat yang kita tuju adalah tempat....makan!, hahaha..jadi ini trip kuliner sebenernya.
Yeayy...trip malapeh salero
Nah hari pertama itu kita naik pesawat pagi, Citilink paling pagi dari CGK ke MIA, sampe sana jadi masih pagi sekitar jam 9 pagi terus langsung ketemuan sama Uncu dan Om Suaib, kita sewa mobil yang nyetir masih sodara juga namanya Om Oyoy, mobilnya Innova. Jadi yang akan ikutan itu cewek-cewek aja si Om Suaib jaga rumah, hehehe.

Puncak Kiambang
Kita dibawain Uncu sarapan Katupek sayur pakis (alias ketupat sayur pake gulai daun pakis) yang mana jarang banget di Jakarta kalo nyari beginian mah. Saking lapernya itu dimakan di dalam mobil dengan agak akrobat karena wadahnya pake kantong plastik.

Akhirnya kita sempet mampir di restoran warung gitu namanya Puncak Kiambang, pemandangannya persawahan cantik gitu, enak deh mana anginnya cepoi-cepoi, kita pesen Katupek Sayur juga disitu, saya pesen Teh Talua (Teh pake telor) yang mana Teh Taluanya enaaaak biangett!, Katupek Sayurnya sih biasa aja dibanding yang sebelumnya dibawain Uncu.
Enak sih tempatnya walaupun ya sederhana gitu deh
Pemandangan dari RM Puncak Kiambang
Kiri bawah : Katupek sayur dan Teh Talua
RM Puncak Kiambang
Jl. Raya Padang - Bukittinggi, Lubuk Pandan, 2 X 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat 2558

Air Terjun Lembah Anai

Nah kalo kesini sih mau ngga mau ngelewatin deh ya kalau mau ke Bukittinggi lewat Padang Panjang, Air terjun ini lokasinya di pinggir jalan banget, nget. Jadi ga usah kuatir kelewatan/ga keliatan dari jalan. Kalau lagi musim hujan, air terjun Lembah Anai ini cukup besar curah airnya, seperti saat kita kemarin datang lumayan deras.

Untuk masuk ke area air terjun Lembah Anai ini dikenakan tiket masuk Rp 3000 per orang. Ada anak tangga yang cukup tinggi tapi singkat kok untuk mencapai lokasi air terjunnya,. Untungnya saat kita kesini lagi sepi tidak terlalu banyak orang. Cuma saya dan Myrna aja yang kesini soalnya nyokap dan uncu mah udeh bosen kemari.




Sate Mak Syukur
Dari LembahAnai, kita jalan terus melewati Padang Panjang dan mampir di Sate Mak Syukur pastinya, sebenernya memang sungguh trip ini itinerarinya dibuatin sama nyokap gw untuk memuaskan hasrat kuliner abis-abisan, malapeh salero kalau kata urang awak, hahahahaaa...
sate mak syukur padang panjang
Sate Mak Syukur ini belum masuk jam makan siang sebenernya kita waktu sampe, tapi udah rame, sekalian dzuhur juga disini jadi emang agak lamaan, Satenya masih enaaakkk..daing satenya emang beda yak sama sate -sate Padang di tanah Jawa entah kenapa. Btw di Padang Panjang kita mah cuma numpang lewat doang, numpang foto-fotoin pemandangan cantik sepanjang jalan, kanan kiri itu kan hijau royo-royo ya persawahan, sempet ngelewatin hotel Aie Angek juga yang nantinya kita inepin juga di malam kedua, sementara di malam pertamanya ini kita nginep di Novotel Bukittinggi.

Sate Mak Syukur
Jl Sutan Syahrir No.250, Silaing Bawah, Padang Panjang Barat, Sumatera Barat 27118
Tlp (0752) 82452
Buka dari jam 9 pagi hingga 10 malam


Bika Talago
Kita sempet berhenti juga beli Bika Talago. Nah ini salah satu kuliner yang ngga boleh banget dilewatin, karena si Bika Talago ini ueenak banget, dah gitu enaknya dimakan panas-panas ...sambil minum teh atau kopi, ya salam...sampe ngeces ini bayanginnya ngetik, hahaha. Lokasi si Bika Talago ini di Koto Baru, sudah mau masuk Bukittinggi sih, sekitar 10 km sebelum Bukittinggi kalau dari arah Padang Panjang ada di sisi kanan jalan, deket situ ada telaga kecil (makanya dikasih nama "Talago" alias telaga), udah gitu pemandangan dari sisi jalannya kece berat yaitu pemandangan Gunung Merapi (Merapi itu ada 2 ya btw, satu di Jawa dan satu lagi di Sumatera).
Cantik banget ya pemandangannya
Warung Bika Talago

Bika Talago ini terbuat dari adonan tepung beras, kelapa parut dan gula, nah gulanya ada pake gula merah/aren atau gula putih, adonannya ada yang rasa pisang dan inilah favorit saya. Cara masaknya unik karena adonan tersebut diletakkan diatas daun pisang lallu dimasukkan dalam kuali kecil, 1 kuali ada 2 potong adonan Bika Talago lalu disinilah uniknya, sebenernya si Bika ini tidak dibakar melainnya kuali berisi kayu bakar diletakkan di atas kuali adonan, jadi hawa panas dari ataslah yang yang bikin mateng si Bika Talago.
Ini videonya kalau mau lihat cara buat Bika Talago :


Kita sempet kalap mau pesen banyak setelah ngerasain enaknya, tadinya mau pesen segala buat bawa pulang ke Jakarta, eh kata Uni yang jual ini tahannya cuma 2 hari maksimal, ya udah deh ngga jadi bungkusin Pak Suami, dapet foto sama ceritanya ajalah dese :p


Pical Sikai
Dari sini kami melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, demi mengejar mau ngemil (lagi) di Pical Sikai. Kenapa gitu? soalnya Pical Sikai ini suka rame banget dan cepet keabisan, jadi mereka akan tutup kalau sudah habis.

Makan apa sih di Pical Sikai? tentunya makan Pical lah, pical itu bahasa Minangnya Pecel, khasnya adalah karena segala macem sayuran yang ada di dalam pecel ini ngga seperti pecel dari daerah lain di Jawa, yaitu ada irisan rebung dan rebusan jantung pisang batu!, khas banget deh. Dimakan dengan ketupat dan disiram saus pecelnya yang ngga terlalu  pedas dan ditaburi krupuk, sedep!.

Favorit saya juga disini adalah Lamang Tapainya. Hanya saja entah kenapa menu yang satu ini kok kurang sedap tidak seperti sebelum-sebelumnya saya makan disini, lamangnya agak keras, walaupun tapai hitamnya sih tetep enak.
Selain Pecel dan Lamang Tapai tersedia juga bubur cendil, tapi sayangnya sewaktu kita kesana udah habis.
Atas: Bubursumsum dan cendil yang udah abis, hahaha
Kiri Bawah : lamang tapai
Kanan bawah : Pecel

Lokasinya berada di dekat taman panorama Ngarai Sianok (dekat pintu masuk Goa Jepang).

Pical Sikai
Jl. Panorama No. 19 C, Kayu Kubu
Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat

Tlp: (0752) 23131
Buka dari pukul 08.00 WIB hingga 18.00


Sehabis makan di Pical Sikai, perjalanan kita masih banyak lagi.
Nantikan kelanjutan ceritanya ya di postingan berikutnya (doakan ngga malas...hahaha).

agoda_ad_client = "1653192_70737";agoda_ad_width = 728;agoda_ad_height = 90;
Read more »

Pesona Alam yang Menawan di Ubud, Bali


Bali selalu menjadi perbincangan wisatawan dunia yang ingin berlibur ke Indonesia. Provinsi yang berada di sebelah timur Pulau Jawa ini memiliki pesona alam yang sangat indah. Kekayaan budaya dan tradisi seni yang dimilikinya sering membuat para wisatawan berdecak kagum. Tidak heran, setiap harinya banyak wisatawan domestik dan mancanegara menjadikan Bali sebagai tujuan berwisata. Salah satu daerah yang layak Anda kunjungi selama di Bali adalah kawasan Ubud.

Ubud adalah nama kecamatan yang berada di Kabupaten Gianyar, Bali. Kawasan ini sudah dikenal sebagai objek wisata ternama sejak tahun 1930. Saat itu, Ubud dijadikan tempat peristirahatan dan tujuan berlibur para wisatawan Barat. Sebagai objek wisata yang sudah sejak lama jadi primadona, Ubud menawarkan beragam fasilitas seperti hotel dan penginapan yang nyaman. Anda bisa singgah ke hotel Alila Ubud, jika berkunjung ke Bali. Untuk memesannya, Anda cukup klik disini.

Hotel Alila Ubud berlokasi di Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar, Bali. Hotel ini berjarak sekitar 36 km dari arah Bandara Internasional Ngurah Rai. Anda bisa menempuhnya selama 1 jam perjalanan dari bandara. Bahkan akan lebih lama lagi jika terjadi kemacetan. Posisi Alila Ubud pun terbilang strategis, karena berada di dekat Gaya Art Space dengan jarak 4 km saja. Alila Ubud diuntungkan oleh posisinya yang berada ditengah-tengah antara Sanur, Kuta, Legian dan Denpasar.
Sumber : alilahotels.com
Hotel Alila Ubud sendiri terletak di lokasi eksklusif dan sangat asri. Hotel berada di daerah perbukitan daerah Ubud. Anda akan melihat panorama alam Bali yang penuh dengan rerindangan pohon. Udara segar disertai pemandangan hijau yang terhampar luas membuat istirahat Anda semakin nyaman.  Di sekitar area hotel pun Anda dapat menyaksikan hamparan sawah yang bertingkat-tingkat. Semua itu menambah pesona keindahan alam Ubud.

Selama berada di Alila Ubud, Anda dapat menikmati berbagai macam fasilitas hotel bintang 4. Anda dapat menikmati fasilitas kamar dengan berbagai tipe, diantaranya adalah superior room, deluxe room dan private pool villa. Fasilitas lain yang akan Anda dapatkan adalah layanan kamar, laundry, brankas, dan penitipan bagasi. Anda pun dapat menikmati fasilitas pendukung lain, misalnya restoran, toko, kolam renang, taman dan fasilitas rapat.

Anda bisa melepas penat di hotel ini, sebab tersedia layanan pijat dan spa yang akan membuat tubuh Anda rileks. Jika Anda ingin bepergian, Hotel Alila Ubud pun menyediakan beberapa layanan seperti jasa tur, sewa mobil, antar-jemput bandara, dan penyewaan sepeda. Tidak usah repot jika berkendara, karena terdapat parkir yang luas untuk memarkir mobil pribadi atau mobil sewaan Anda. Sambil menikmati suasana Bali, Anda bisa mengelilingi tempat berikut yang berada di dekat hotel :

Campuhan Ridge Walk
Campuhan Ridge Walk adalah salah satu wisata alam yang sangat indah di Bali. Suasana yang ditawarkan sangat tenang dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Sangat bagi Anda yang suka mencari ketenangan sambil merenungi alam raya yang sangat memukau. Anda akan melewati perjalanan dengan jarak sekitar 9 km. Perjalanan harus ditempuh dengan berjalan kaki.
Sumber : anekatempatwisata.com
Meskipun agak sedikit jauh, perjalanan akan menjadi tidak terasa karena Anda disuguhi pemandangan Sungai Wos, hamparan sawah hijau dan panorama Gunung Agung. Di sini Anda akan melihat langsung suasana pedalaman Bali yang murni, butik-butik dengan corak kontemporer serta berbagai wisma dengan arsitektur khas Bali. Benar-benar perjalanan melewati alam bebas yang sangat menyenangkan.

Pasar Seni Ubud 
Selain menyajikan wisata alam yang masih alami, Ubud pun memiliki kawasan wisata belanja yang harus Anda kunjungi. Ya, Anda bisa berkunjung ke Pasar Seni Ubud yang terletak di pusat kota dan tepat berada tepat di depan Puri Agung. Menjelang siang dan pada hari libur, tempat ini menjelma menjadi pasar yang menjual beraneka ragam aksesoris khas Bali. Sangat cocok untuk dijadikan tempat membeli oleh-oleh sepulang dari Bali. Jangan lupa tawar-menawar dulu agar mendapatkan harga yang murah.
Sumber : rentalmobilbali.net
Hutan Monyet Sangeh
Objek wisata ini hanya berjarak sekitar 4,5 km saja dari hotel Alila Ubud. Para wisatawan sangat menyukai tempat ini karena memiliki kelebihan yakni hutan yang masih asri. Sesuai dengan namanya, di objek wisata ini terdapat banyak monyet yang kadang bertingkah laku usil. Anda perlu berhati-hati jika membawa barang bawaan seperti handphone, kamera, ataupun topi.

Itulah beberapa tempat yang dapat dikunjungi saat menginap di Alila Ubud. Have a nice trip!

Cerita lain tentang jalan-jalan ke Ubud bisa dibaca di:

ALILA UBUD HOTEL

Read more »

Menginap di Aie Angek Cottage, Padang Panjang


Hawloohh...OMG udeh lama bener ngga update blog..#sapusapudebu #kemocengmana 
Maapkeeeun, aduh sebenernya alesannya klise ; Sibuk dan Malas. Yah apalagi deh, padahal banyak cerita jalan-jalan yang perlu di update ..duh kesel deh ama diri sendiri, udah Oktober inih, minggu depan udah November, bah..cepet banget waktu berlalu.

Anyway, mau cerita dikit tentang pengalaman saya menginap di Aie Angek Cottage, di kota Padang Panjang. Jadi ceritanya awal Oktober kemarin sempet jalan-jalan ke kampuang nan jauah di mato, alias ke Sumatera Barat, kampung emak eykeh. Kita ngambil jalur Utara lagi (Padang - Pariaman - Padang Panjang - Maninjau - Bukittinggi), ngga bosen sih walaupun udah berkali-kali ngelewatin rute ini, lah wong sepanjang jalan pemandangan ciamik dan bolak balik berhenti makan enak muluuu...rencananya tahun depan bakal balik lagi dengan rute ke Selatan ; Solok, Singkarak, Danau Atas-Bawah dan apa deh pulau yang baru ngetop itu namanya..dikasi tau si Pupun sih, dia sekeluarga udah beli tiket kesana tahun depan dan akhirnya saya pikir ikutan bareng aje entar.
sama nyokap, mejeng depan hotel
Aduh kebanyakan prolognya. Balik lagi soal hotel Aie Angek Cottage ini, oiya dalam bahasa Indonesia artinya Aie Angek adalah Air Hangat/Panas, yang dinamakan demikian karena berada di Nagari Aie Angek (Nagari = desa). Sebenernya hotel ini ngga berada di tengah kota gitu sih, justru lokasinya ada di jalan lintas Padang Panjang menuju Bukittinggi, dan letaknya di ketinggian gitu jadi udaranya cukup sejuk (baca: adem). Hotel ini jadi inceran saya karena dekorasi hotelnya cukup tematik kalau saya baca-baca dan lihat fotonya keliatan banget interior dan eksteriornya cukup unik.

Ornamen hiasan eksterior hotel
Mulai dari bangunan eksteriornya aja, dinding bangunan utamanya berupa dinding kaca-kaca semacam kayak galeri gitu, terus atapnya pakai atap rumah bagonjong, alias atap khas rumah Minangkabau gitu. Sempet agak mau mundur karena harga kamarnya lumayan mahal untuk ukuran di Sumatera barat, bahkan lebih mahal daripada kamar kita di Novotel Bukittinggi. Tapi ya udahlah kapan lagi, perjalanan ini juga perjalanan saya ke Sumatera Barat setelah terakhir tahun 2008 ..ya udah lama yak kaga pulang kampuang, sibuk jalan-jalan ke tempat laen.
Rumah Puisi Taufik Ismail
Di sekeliling hotel ada taman-taman bunga, terus ada patung kerbau menarik bendi (sado/andong/dokar) yang cukup keren kalau menurut saya sih. Oiya di area komplek hotel ini juga ada Rumah Puisi Taufik Ismail, dimana isinya berupa sekumpulan buku-buku sastra, kayaknya sih ada yang dijual juga, juga banyak informasi mengenai literatur, terus kayaknya sering dibuat tempat lomba untuk anak sekolahan terkait puisi/menulis deh karena ada semacam pengumuman tentang itu.. Saya sempet masuk ke Rumah Puisi Taufik Ismail ini dan lihat-lihat sebentar sih, tapi ngga ada yang jaga jadi ngga bisa nanya-nanya lebih lanjut. Jambukanya dari pagi jam 9, masuk gratis kok, oiya harus copot sepatu ya jangan lupa.
bagian dalam Rumah Puisi ITaufik Ismail
Kayaknya sering buat acara sekolahan disini
Berikut video tour masuk ke dalamnya, maap endingnya ngga enak karena keabisan batre, hahaha..

Btw entah apalah hubungannya dengan Fadli Zon (konon Aie Angek Cottage ini memang milik keluarganya Fadli Zon), karena di hotel ini juga ada Rumah Budaya Fadli Zon, yangmana bagian dari area di bangunan utamanya, di dalamnya banyak lukisan dan wayang tokoh-tokoh dunia, sampe ada pula wayang Obama (errr...), konsepnya agak semi galeri seni dan museum barang antik bersejarah gitu sih ya.
Rumah Budaya Fadli Zon
Berbagai lukisan potret tokoh dunia
Cukup banyak koleksi barang antik di hotel ini, mulai dari keris, patung, keramik, guci, wayang, lukisan, kain songket sampai sunting (hiasan kepala pengantin wanita Minangkabau). jadi agak mirip museum gitu lah ni hotel area bangunan utamanya. Kalau siang hari sih bagus ya, tapi kalau malam hari kayaknya serem deh. Kebetulan kita sampai dan check in kamar itu udah jam 9 malam, lampunya remang-remang gitu jadi emang bener agak creepy bok.
tebak..ini wayang mukanya siapa aja hayo??
serem gak wayang minang yg dikanan atas itu?
kalo kiri bawah itu foto bareng POTUS sebelum hasil pilpres US baru keluar :p

Kita pesen 2 kamar, 1 kamar yang Deluxe Mountain View dan 1 kamar lagi yang Deluxe menghadap kolam renang, Yang Deluxe Mountain View itu sekitar Rp 1 juta per malam dan yang satunya beda sekitar Rp 150 ribu lebih murah, udah termasuk sarapan. Udah gitu uniknya sarapannya ditanyain dari awal check in, diminta milih; roti/nasgor/mie goreng, terus pakai buah dan kopi/teh, terus nanti akan diantar ke kamar sesuai jam yang kita minta, saya minta jam 7.30 pagi diantarnya, ambisius sih emang, tapi emang niat mau bangun pagi karena katanya pemandangannya di pagi hari kece berat.
Bangunan kamar hotel kita
...dan ternyata..emang keren banget ini kamar yang menghadap ke gunung. Jadi ya ini hotel berada diantara 3 gunung di Sumatera Barat ; Gunung Singgalang, Gunung Tandikat dan Gunung Merapi (bukan Merapi yang di Jawa ya), jadi ternyata pemandangannya...awesome bangetttt...kinda reminded me of New Zealand deh serius...kece beratsss..

Pagi-pagi buka pintu kamar, Masya Allah...udah langsung keliatan pemandangan cantik pegunungannya diselimutin awan, dan udaranya juga dingin ...walaupun tanpa jaket sih saya masih sanggup ternyata. Langsung ambil henpon buat poto-poto, sementara room mate saya si Myrna masih molor...hahahaha..dasar aging!.
Sarapan disuguhi pemandangan keren
Sarapan di taman

these photos didn't do the justice on how beautiful it was actually :)

Belum mandi udah foto-foto pake piyama pula
Terus sesuai pesanan, sarapan kita diantar ke kamar, tapi terus akhirnya kita makan di depan kamar, karena di depan kamar itu ada semacam kayak taman dengan bangku dan meja kayu untuk makan bareng, seru dan keren banget kayak piknik diantara pegunungan...LOVE IT!. Ya udeh, gapapa deeh bayar sejutak buat semalem di kamar inih!! hahaha.

Oiya, kamarnya sendiri sih kecil yak kalau dilihat harga sejutanya, huhuhu...dibandingin sama kamar kita di Novotel Bukittinggi juga masih gedean dan kerenan kamar di Novotel, terutama kamar mandinya disini saya kurang suka karena lampunya gelap terus keramik lantainya juga gelap, saya tuh ngga suka banget kamar mandi yang pake keramik/nuansanya gelap,suka parno ada cacing atau apalah serangga-serangga gitu.
Interior dalam kamar kita, Deluxe Mountain view di Aie Angek Cottage
Air hangat pancurannya sih jalan tapi kurang powerful sentorannya, padahal penting banget deh buat saya, maklum nini-nini, butuh sentoran pancuran buat mijet punggung lagi mandi. Toiletries yang dikasih juga standar. Oiya tadinya kita bingung kok di kamar dikasih kipas angin kecil, bakal apaan, emangnya ngga ada AC?!...dan ternyata EMANG GA ADA AC KAMARNYAAH!!!... wakkwaaww...buahahaha...sinting, baru kali ini kamar sejutak kaga ada AC-nyaaa..edaaan!, bwahaha, terus coba pasang kipas anginnya dong, eh aneh banget tu kipas bisa jalan sendiri karena getarannya kenceng banget, jadi malah serem sendiri, mana berisik. Akhirnya tidur ngga pake kipas angin juga, eh ternyata pas udah malam ternyata dingin bok, yaelah pantesan kaga dikasi AC deh nih kamar. Tapi kan tetep aja ya, mosok harga sejutak kaga ada AC nya, berasa rugi kitah. Dasar ngadap, masih aja itungan..wekekek...

Sarapannya lumayan enak lah, cuma cepet dingin karena kan makannya di luar kena udara dingin ya. Terus abis sarapan sempet leyeh-leyeh, keliling foto-foto areal hotelnya, emang unik banget, banyak potongan-potongan puisinya Taufik Ismail di sekitaran hotel ini, sampe di dalam kamar mandi aja ada bingkai puisinya lho.
Lantai 2 Rumah Budaya Fadli Zon
Koleksi barang seni di Aie Angek
Fasilitas Aie Angek Cottage ini lumayan lengkap, ada kolam renang, WiFi gratis juga ada, sayangnya di kamar kita sinyal WiFi-nya kurang kuat, tapi di kamar nyokap yang depan kolam renang sih kenceng. Oiya ada kolam renang tapi ngga nyobain berenang sih males juga, kayaknya airnya dingin, abis emang suhunya sejuk gitu udara sekitarnya juga. Oiya ada ruang sauna juga dan bentuknya kayak rumah hobbit, lucu deh. Tapi kayaknya ada biaya tambahan deh, soalnya ada flyernya gitu nyebutin paket sauna dan jacuzzi, lupa berapa sih.
Kamar-kamar yang menghadap kolam renang
Ada kolam jacuzzi juga tapi waktu kita liat sih lagi ditutup terpal gitu. Oiya sekitaran taman depan kamar kita penuh dengan mainan anak-anak sebangsa perosotan, ayunan, dkk gitu, tapi keberadaannya menurut saya agak ganggu kalau mau foto-foto ke arah pegunungan dari arah kamar, apa karena kamar kita aja sih ya yang posisinya kurang oke.

Nyokap seneng banget nginep disini, sampe ngobrol banyak sama uni resepsionisnya, terus sibuk motretin bunga-bunga cantik di tamannya, selfie-selfie pake tongsis barunya (errr...ya gitu deh emak gueh).
Cantik emang hotel ini, mau sih nginep lagi disini, cuma ya kayaknya ngga yang sejuta semalam deh tarifnya, kudu nyari promo hemat deh kalau mau nginep disini lagi.
Mom dan tongsis barunya
Saya sempet bikin video tour de hotelnya nih tapi ya gitu deh seadanya ya, hehehe

More photos trip pulang kampuang ini ada di IG @Travelingcow dan FB saya (maap males bikin Fans Page jadi pake FB pribadi aja).

Yang minat untuk nginep perjalanan dari Padang mau ke Bukittinggi sih rekomen banget buat nyobain paling ga semalam aja disini, pemandangan pegunungannya itu loh, bagus banget. Cek harga hemat kamar di Aie Angek Cottage disini ya.




Aie Angek Cottage
Jl Raya Padang Panjang - Bukit Tinggi Km 6, 
Nagari Aie Angek, Sepuluh Koto, 
Tanah Datar Regency, West Sumatra, Indonesia
(021) 94738847

Read more »

Jalan - jalan ke Maribaya Natural Hot Spring Resort, Bandung


Siapa yang pernah ke Maribaya jaman masih kecil?..eh ukuran masih kecilnya itu ya kira-kira di tahun 80-90-an ya, bukan tahun 2000 an lho. 

Waktu jaman masih kecil, karena keluarga saya sering sekali hampir setiap wiken ke Bandung, jadilah kita sering banget mengunjungi berbagai tempat wisata yang jadul-jadul (untuk ukuran sekarang) seperti Tangkuban Perahu, Situ Patenggang, termasuk Maribaya ini. Udah lupa banget gimana bentuknya si Maribaya ini jaman dulu kesana kayaknya saya masih balita ya. Nah ternyata, tempat wisata air terjun Maribaya Bandung ini baru renovasi beberapa waktu lalu, sempat ditutup lumayan lama dan baru dibuka lagi sekitar pertengahan tahun 2015, konsep barunya ini sekarang bernama Maribaya Natural Hot Spring Resort.

Objek wisata Maribaya Lembang ini secara lokasi ya masih di kisaran Bandung juga, jadi buat yang bosen macet ke Farm House atau Dusun Bambu, mendingan kesini deh. Secara fasilitas yang sudah ada cukup menarik dan nyaman, banyak juga wahana atau fasilitas bermain bagi anak-anak.

Kita kesana barengan dengan keluarga Ronnie - Shanty beserta anak-anaknya,sewaktu mau menginap bareng di Ceumbeuleuit, Bandung, habis dari nginep di Tea Garden Resort lagi, hotel di Bandungnya udah pesen juga yang emang sengaja arah turun dari Lembang, mesennya online deh, cari hotel di Wego .

Agak ngga nyangka juga (karena udah ngga inget) ternyata luas areanya lumayan lho, gabung dengan kawasan Taman Hutan Raya Djuanda, Maribaya Lembang ini masih asri dikelilingi banyak pepohonan besar yang rindang, terus di dalam kawasan wisata ini ada air terjun (atau biasa disebut “Curug” dalam bahasa Sunda). Ada Curug Cigulung dan Curug Cikawari yang bisa dilihat dekat banget tapi sayangnya airnya kurang jernih dan masih banyak sampah disekitarannya. Ya susah sih kalau udah jadi tempat wisata begini ya.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas di Maribaya Natural Hot Spring Resort
tiket masuk Maribaya Natural Hot Spring
Peta areal Maribaya Natural Hot Spring resort
Tiket masuk Maribaya ini Rp. 35.000,-/orang, ada peta areal wisatanya gratis dikasih juga dan ada mobil shuttle antar jemput untuk yang lokasi parkirannya jauh. Karena kita anaknya full hoki, mobil kita dapet dong parkir persis loket tiket, jadi kita ngga perlu naik mobil shuttle ini. 
kenek shuttle parkiran maribaya :)
Oiya untuk pembelian tiket masuk Maribaya ini bisa bayar pakai Kartu Kredit atau Debet sih jadi mayan deh ngga pake repot cari ATM.

Di sisi depan dekat loket tiket ada area Pujasera Langlang Buana (Food court) yang cukup nyaman dengan berbagai macam makanan yang dijual. Karena kita sampe situ udah cukup siang, jadilah kita mampir Pujasera itu untuk makan siang dan sholat dulu sebelum masuk. 
Depannya Food court/pujasera Langlang Buana
Makanannya lumayan enak dengan harga yang seperti biasalah kalau di tempat wisata begini pasti agak di atas rata-rata, tapi ya wajar sih, bagusnya sih secara lokasi cukup bersih baik tempat makan maupun toiletnya (eh, ini pada saat kita kesana ya pengunjung tidak terlalu ramai, ngga tau deh kalau udah rame gimana). Di Pujasera Langlang Buana ini dijual menu makanan tradisional seperti garang asem (favorit!), gado-gado, soto ayam, ikan goreng, coto makasar, soto madura, soto betawi, iga bakar dan masih banyak lainnya. 
Makanan pesanan kita ; Iga bakar dan mir rebus
Oiya cara pembelian makanannya itu musti ke kios makanannya, pesan menu yang mau dipesan lalu dengan kertas orderan itu bayar di kasir terpusat dulu baru abis itu makanannya kalau sudah siap diantar ke meja kita.
Jembatan Tapak Halimun
Sehabis makan, baru deh kita masuk melalui Gerbang Eyang Raksa, lalu ngelewatin semacam jembatan namanya Jembatan Tapak Halimun, dimana dari sini bisa melihat diorama tentang legenda Maribaya. Sampai ujungnya baru deh kita masuk area yang biasa digunakan untuk kegiatan pertunjukan (Bale Pinton), terus ada juga area permainan anak (Kids Adventurland)
Kids Adventureland
Oya harga tiket masuk itu tidak termasuk jika kita ingin mengikuti atau masuk ke dalam fasilitas-fasilitas yang ada di dalam Maribaya ya, seperti ;
= Kolam tangkap dan pancing Talaga Giri (lupa berapa)
= Kolam renang Tirta Raga (Rp 75 ribu/ orang) dan Kolam VIP Tirta Sawarna yang ada sumber air panas alaminya (Rp 150 ribu/ orang) untuk anak umur 3 tahun ke bawah sih gratis.
= Kolam rendam Tirta Wening (Rp 40 ribu/orang)
= Foot spa (Rp 30 ribu/ orang)
= Donut Ball di kolam (Rp 15.000,- per 15 menit)
Talaga Giri
Kolam air panas
Selain toilet dan mushola, fasilitas umum lainnya ada :
= Area barbeque Saung Iteung
= Twig cafe dengan kapasitas 250 orang
= Yoga hill swargaloka
= Amphitheatre/area pertunjukan Bale Pinton
= Area bermain anak (Kids Adventurland)
= Juga ada spot-spot foto seperti ya depan Curug Cikawari maupun Curug Cigulung, Papan gembok cinta dan lain-lainnya

MITOS Mengunjungi Maribaya Bandung
(terserah mau percaya atau ngga, saya sih ngga)
MYTH : Alkisah katanya ada pantangan supaya jangan memakai baju berwarna merah kalau ke Maribaya. Konon kalau pakai baju merah biasanya akan mengalami kecelakaan.
Baju merah siapa takut :)
REAL --- Kebetulan banget kita ngga tau soal beginian, jadi pas bener sewaktu kemari itu kita pakai baju warna merah dong, tapi ya Alhamdulillah kita mah selamat sentosa aja gitu sampe rumah, baru sewaktu ada temen yang lihat foto kita disini itu dia wasap saya ngasi tau, hahaha maap ya udah pernah sih kejadian ‘nantangin’ mitos juga sewaktu ke Parang Tritis dulu kita pakai baju hijau aja gitu padahal katanya pantangan juga, ya Bismillah aja kan ya nasib di tangan Allah #sokbijak

MYTH: Terus katanya juga jangan mainin alat musik perkusi seperti gong, drum dan sebagainya juga alat musik tiup seperti terompet atau suling, konon katanya bakal keujanan selama di sana.

REAL
--- Yang ini juga kayaknya terbukti, karena sewaktu kita kesana kebetulan lagi ada band musik gitu manggung di area pertunjukan (dalam tenda kecil -- ada di foto dibawah ini) dan pakai nepok-nepok boks yang berfungsi sebagai perkusi dong, trus yang ada ujan dong ngga lama kita disitu, hahaha boleh percaya atau emang kebetulan aje ramalan cuacanya tepat.


Berapa lama yang dibutuhkan untuk eksplor di Maribaya ini?Berhubung karena kita sampainya udah jam makan siang, terus lebih banyak duduk-duduk di Pujaseranya, begitu kelilingan Maribayanya malah udah sore banget dan langit udah gelap (sempet hujan gerimis sebentar sih) jadi kita palingan ngga sampe 2 jam disana, sebenernya kalau bawa anak kecil mungkin seru ya setengah hari disini bisa berenang-berenang dan main ini itu, cuma kita mah udah jompo bener. Jadi abis dari sini kita langsung ke Ciumbeuleuit menuju hotel kita aja.
Curug Cikawari dan Cigulung
Cara Menuju Maribaya Natural Hot Spring Resort, Bandung:
Buat yang mau ke Maribaya dari arah pusat kota Bandung bisa lewat jalur Jl. Dr. Setiabudhi – Ledeng – Lembang atau juga dapat melalui Jl. Ir. H Juanda (Dago bawah) – Dago giri – Cikidang Lembang. Lokasinya sekitar 5 KM dari Pasar Lembang.

TIPS Mengunjungi Maribaya Natural Hot Spring Resort: Kalau mau optimal jalan-jalan ke Bandung - Lembangnya, arah ke Maribaya ini juga dekat dari objek wisata lain seperti De Ranch, Taman Hutan Raya Juanda (Gerbang Lembang),Tebing Keraton, Prasasti Curug Dago dan Kebun Bunga Begonia, nah disarankan untuk menginap di area yang dekat lokasi situ, rekomendasi hotel di Bandung bisa di Kastuba Resort atau Dulang Resort (kita dah pernah nih nginep disini, enak deh, terpisah ya reviewnya masih di draft, hehehe). Coba aja cek promo murah hotel di wego

Maribaya Natural Hot Spring Resort, Bandung
Jl. Maribaya No. 105/212 Lembang, Bandung Barat
Telp : 022-8278 2228,
HP : 812 9373 5423 / 0822 1415 3019.

Jam buka Taman wisata Maribaya, Bandung:

Setiap Hari Jum’at, Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional
Pukul: 08.00 s/d 20.00 wib.

Peta Lokasi Maribaya di google maps:
Read more »

Menginap di The Haven Seminyak Bali



Ini sebenernya saya menginap di The Haven Seminyak sewaktu ngetrip bareng majalah Time Travel dan SmartFren ke Bali tempo hari itu, cuma ya gitu deh, kita kan anaknya suka males ngepost gitu, terus jadinya baru dibahas sekarang deh.

The Haven Seminyak ini lokasinya sangat strategis banget sih, di Seminyak dong ya pastinya, depan, kanan kiri ada convenience store (Sevel, Circle K, dsb gitu deh).
Sayangnya karena acara kita yang super padat banget, saya cuma sempet menikmati The Haven Seminyak ini ya malem-malem doang, cuma numpang mandi dan tidur, padahal kamar saya itu depan kolam renangnya plek!, ngga sempet sama sekali deh ngerasain. Boro-boro berenang, sarapan di hotel aja ngga sempet, sebenernya di hari terakhir sih bisa, cuma aja saya terlalu lelah dan ngantuk untuk bangun pagi sarapan, jadi saya tidur ajuaah.


Saat kita baru check-in ada Welcome drink yang rasanya seger banget, buah-buahan tropis gitu deh, langsung habis dong eyke, secara itu check in setelah seharian dari subuh buta berangkat ke Bali, terus ngider ke pantai Pandawa, Jimbaran, Ubud lihat Bali Agung Show, waduh cape banget, berasa segeran deh abis minum itu.

Proses check-in agak lama ya namanya juga rombongan ya, jadi kita duduk-duduk aja di lobbynya yang mini.

Kamarnya cukup luas ya, apalagi kamar mandinya, cuma aja body kamar mandinya pakai kaca gitu, walaupun tempered glass pake sandblast tetep aja sih agak keliatan bayang-bayang gitu kan, apalagi saya nginepnya sama yang baru kenal juga, ceweek kooook...hahaha padahal ngarep bule ganteng #eh #ngayalbabu
Kamar mandinya pakai pancuran dan air panasnya cihuy banget bikin betah berlama-lama. Perlengkapan toiletries yang dikasih juga lengkap.


Fasilitas lainnya ada wifi gratis di kamar tentunya, kecepatannya juga oke banget kok, lumayan deh buat browsing-browsing sama upload-upload foto di IG gitu kan ya, penting banget eksis.


Di hari kedua itu kita kan harus berangkat pagian, saking paginya sampe matahari aja belum nongol dong, terus makanan sarapan kita dibungkusin di box gitu loh. Tadinya saya agak males gitu mau makan, abis emang saya tuh ngga terlalu suka makanan yang di dalam kotak gitu, nasi kotak mau enaknya kayak apa saya tetep suka males makannya kecuali kalo udah ngga ada makanan lagi dan udah sekarat, hahaha #lebay Eh tapi ternyata enak loh makanan sarapannya biar pun udah dimasukin kotak begitu, terus malahan saya abis rotinya 2 bijik punya orang lain gw embat jugak....hahaha rakusss pake ngaku2 ngga doyan lah ini itu, hahaha...

Sebenernya kayaknya enak loh renang-renang cancik di The Haven Seminyak ini, sayang aja saya ngga sempet nikmatin, padahal 2 malam menginap disininya. Mungkin lain kali deh kalo emang liburan beneran ngga setengah 'kerja' kayak kemarin ini.




Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Booking.com
Gadgets By Spice Up Your Blog